
" Dah selesai semua..yuk kita bawa kedepan sambil nonton TV" ajak tante Wi membawa sepiring bolu yang telah dipotong.sementara Agnes membawa rujak yang telah siap dengan sambalnya.
" makan bolunya dulu,Nes..kasihan perutmu " ujar tante Wi melihat Agnes yang memilih menikmati semangkuk rujak dengan nikmatnya dibandingkan memakan bolunya.
" gak papa tan..udah biasa..keburu ngiler nanti" jawabnya tetap menyeruput rujak buah itu.
" terserahlah..tante sudah ngilu sendiri liat kamu makan" ujar tante Wi sampai bergidik.
Agnes hanya tertawa dan sengaja memamerkan caranya memakan rujak seakan akan itu adalah makanan paling enak sedunia.
" Assalamualaikum" sebuah suara mengganggu kenikmatan keduanya.
" Waalaikumsalam" Agnes menjawab dan segera melongok keluar.Diliatnya Sito sudah di depan pintu tersenyum manis.Membawa sekantung makanan,lebih tepatnya mungkin cemilan.
" eh, mas Sito..masuk mas" ajak Agnes ramah mempersilahkan Sito masuk.
" siapa Nes?" tanya tante wi
" mas Sito tan"
__ADS_1
" suruh masuk sini aja Nes..biar santai" ajak tante Wi
" sini aja mas..nih, ada rujak dan bolu buatan kita" Agnes masuk keruang TV diikuti Sito.
" eh, mas Sito..sini gabung sama cewek cewek sini" sapa tante Wi ramah
Sito duduk di karpet dan bersandar.Sementara Agnes duduk kembali disamping tante Wi dan melanjutkan makan rujaknya.
" rujak mas? biar Agnes ambilkan ya..enak lho buatan Agnes" tawar Agnes beranjak ke dapur mengambil mangkok tanpa menunggu jawaban Sito.
" mas Sito serius sama Agnes" tanya Tante Wi memgambil kesempatan untuk berbicara serius dengan Sito.
" ya serius ingin menikahi Agnes?"
" kalo saya serius tan..tapi gak tau dengan Dik Agnes.apakah orang seperti saya pantas menyukai seorang Agnes?" jawabnya sendu
" sejauh mana hubungan kalian? maaf kalo tante menanyakan ini.Agnes keponakan tante dan tante tau betul anak itu. Tante tidak mau dia terluka.Mas Sito tau sendiri kan keluarga Agnes terutama ibunya, sudah lama tidak akur dengan keluarga besarmu.Tante kuatir dengan masa depannya di dalam keluargamu.Kasihan kalo sampe dia dikucilkan, padahal dia sudah mengorbankan banyak hal untuk bisa bersamamu.agar kalian bisa bersama. Tante hanya ingin kebaikan untuk kalian.menikah kan bukan hanya tentang 2 orang, tapi ada keluarga besar yang ikut di dalamnya" jelas tante Wi
Sito terdiam.hatinya menjadi ciut.karena apa yang disampaikan tante Wi semuanya benar.bagaimana kalo Agnes akan menderita setelah hidup bersamanya.
__ADS_1
" kok pada diam.Nih, rujaknya mas.dihabisin" Agnes datang membawa semangkuk rujak dan memberikannya kepada Sito.
Sito pun menerimanya meski sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan rujak.Tapi tak mungkin dia menolak apapun pemberian Agnes.
" makasih" ujarnya tersenyum
Tante Wi hanya memandang keduanya dengan prihatin.Dia merasa kasihan dengan kisah cinta keduanya yang rumit.
" mas bawa cemilan Dik" Sito memberikan plastik yang dibawanya dan memberikannya kepada Agnes.
" makasih mas..boleh dibuka?" tanya Agnes manja
" iya..makan saja.Dik Agnes kan suka ngemil" jawab Sito tersenyum.
" wah..kacang oven..enaknya.tau aja mas Sito. ayo tan..habisin saja.sayang udah dibawain" celoteh Agnes membuka seplastik kacang oven dan memakannya.
Sito dan tante Wi hanya tersenyum melihat kelakuannya.
" ya kayak gitulah Agnes mas..siap siap saja sama kelakuannya.itu belum seberapa" goda tante Agnes yang hanya di lirik masam oleh Agnes.
__ADS_1