Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
siap melamarmu


__ADS_3

Sito menikmati kebersamaan mereka menjelang siang.Dengan sabar dia mendengarkan obrolan gadis gadis itu.Sesekali tersenyum. Ada hal yang ingin dia bicarakan secara pribadi dengan Agnes, tapi melihat interaksi keduanya, membuat Sito memilih menunggu.


Tante Wi yang akhirnya tau diri, memilih meninggalkan keduanya dan membantu ibu Agnes di gudang atas menyiapkan dagangan.


Akhirnya Sito bernafas lega bisa berdua dengan Agnes.


" Dik? tante Wi perhatian banget ya?" ujarnya


" iya dong mas..dia tante terbaikku" jawab Agnes manja

__ADS_1


" Dik, kalo minggu depan mas kesini sama orang tua mas,boleh gak?"


" mm..maksudnya apa mas?" tanya Agnes gugup


" iya,mas pengen melamar kamu Dik.pengen mengikat hubungan kita.Mas takut kamu berpaling nantinya"


" mmass...serius?" tanya Agnes masih tak percaya.berharap ia salah dengar saat ini.


" apakah orang tua mas sudah setuju?" tanya Agnes lirih.

__ADS_1


" Dik Agnes gak usah memikirkan itu.yang menjalani kan kita" jawab Sito.Dia benar benar gemas denga Agnes ,dan tak sabar ingin memiliki gadis itu.Jika nanti Agnes bekerja, dia justru takut gak sepadan lagi dengannya dan Agnes akan memilih laki laki yang lebih baik darinya.


" tapi mas..Agnes belum siap.Mas tau sendiri kan, Agnes bahkan belum bekerja sejak lulus kuliah.ijazah Agnes belum kepake.Agnes gak yakin orang tua Agnes mengijinkan.Tak bisakah mas bersabar sampai Agnes bekerja meski cuma sebulan atau 2 bulan.Orang tua Agnes akan merestui selama Agnes sudah bekerja meski baru sebulan" ucap Agnes mengalihkan pandangannya menatap keluar rumah.berharap bisa menetralkan detak jantungnya yang entah sejak kapan terasa lebih cepat berdetak.


Sito mendesah kecewa.Biarlah dia dianggap tidak sabar.Dia hanya takut Agnes akan lepas darinya.


" berapa lama mas harus menunggu Dik? Mas justru kuatir ,setelah Dik Agnes bekerja tidak akan ada kesempatan lagi buat mas.Dik Agnes mungkin akan memilih yang lebih baik dari mas. Mas sebenarnya merasa minder sama kamu.Tapi mas memberanikan diri, berharap Dik Agnes adalah jodoh terbaik buat mas.Berharap Dik Agnes lah tulang rusuk mas. Mas memang tak bisa memberikan kemewahan Dik.mas hanya memiliki cinta yang takkan habis untukmu..jadi, maukah Dik Agnes menjadi permaisuriku, tulang rusukku dan ibu dari anak anakku?" tanya Sito menghiba.sorot matanya menujukkan pengharapan yang dalam.


Agnes terdiam tanpa mampu berkata kata.Keadaan ini sungguh menakutkan baginya.Dia memang mencintai pemuda ini, tapi menikah sekarang, dia bahkan tidak siap menerima reaksi orang tuanya.

__ADS_1


Bingung harus bereaksi seperti apa.Di satu sisi dia senang dan bahagia ,Sito mencintainya dan serius ingin menikahinya.Tapi disisi lain, dia juga gak sanggup melihat reaksi kedua orang tuanya.meski mungkin pada akhirnya keduanya akan menyetujui hubungan mereka meski dengan keterpaksaan, tapi apa Agnes tega.Cibiran yang kemarin saja belum bisa ia sembuhkan, bagaimana dengan cibiran lainnya? kuliah mahal mahal, gak kerja malah nikah.mending dapat orang kaya, ini cuma karyawan rendahan.gak rugi orang tuanya nguliahin dia? kira kira begitulah cibiran yang akan ia terima nanti dan mungkin juga yang akan diterima oleh orang tuanya.Kepala Agnes mendadak pusing..


__ADS_2