
" mas? kok tau asrama Agnes?" tanya Agnes
Mendekat ke arah Sito dan mengambil posisi duduk di kursi depannya.
Kini mereka telah berada di bangku taman belakang pos satpam..duduk berseberangan dengan terhalang meja mini di tengahnya
" iya, dik..kan waktu itu pernah ngantar dik Agnes kesini" jawab Sito malu malu
" cih..bahkan Agnes lupa kalo sudah pernah nebeng mas Sito waktu itu" guman Agnes teringat keberaniannya menggoda cowok itu.
" oiya..maaf Agnes lupa ,mas?" sahutnya nyengir
Sito kembali tersenyum..entahlah, semua yang dilakukan Agnes terlihat begitu manis baginya.
Suasana canggung kembali hadir..
Agnes tak tau harus bicara apa..dia sendiri tak menduga Sito akan senekat itu menemuinya di asrama.
" aku hanya ingin mengunjungimu" terang Sito seakan mengerti kegelisahan Agnes
" eh...iya..makasih Mas" Agnes menjawab dengan canggung
" Tadi habis rewangan ditempat Mb Rani gak liat kamu..aku tanya sama Jack, katanya kamu gak pulang..banyak tugas ya?" tanya Sito hati hati
__ADS_1
" hmmm...iya mas..maklum dah tingkat 3..sebentar lagi ujian.." jawab Agnes sambil menunduk..tak sanggup rasanya melihat wajah lelaki di depannya itu.
Hening lagi...
Nampak beberapa aspa melihat mereka, dan sesekali tersenyum jail kepada Agnes .
" huh..tuh kan..pasti besok aku dibulli sama teman teman," gerutu Agnes dalam hati
" gak apa apa kan kalo aku berkunjung?"
" eh..iya..gak apa apa kok mas" jawab Agnes tergagap
" hhhmmm....sabtu depan pulang kan?"
" ups..maaf, aku datang gak bawa apa apa..tadi refleks saja mau kesini" ujar Sito merasa tersindir
" ehh..iya,Mas..gak apa apa..Agnes berterima kasih,.Mas Sito mau repot repot mengunjungi Agnes jauh jauh kesini...acaranya tadi ramai ,Mas?"
" ya begitulah..satu desa ngumpul..pernikahan mb Rani sederhana saja kok..ijab dan syukuran mengundang orang sedesa saja..bukankah yang penting sah? gimana menurutmu, dik?"
" maksudnya?" Agnes mengernyit gak mengerti arah pembicaraan Sito
" iya itu..pernikahan kan cukup sederhana saja, yang penting sah " terang Sito..pandangannya tak lepas dari wajah Agnes..menunggu reaksi gadis itu tentang konsep pernikahan yang ia bicarakan.
__ADS_1
" kalo itu sih sesuai kemampuan saja, Mas..pernikahan kan sekali seumur hidup, wajar kalo ingin dirayakan dan mengundang banyak kenalan..berbagi kebahagiaan kan" jelas Agnes..Ia juga menerawang konsep pernikahan yang pernah ia impikan dulu ketika masih dengan Saleko.
" ah..lagi lagi harus ingat mantan" desah Agnes lirih
" kalo dik Agnes sendiri, pengen yang sederhana atau yang mewah?"
" wah..kok nanya tentang pernikahan sih ,Mas? kayaknya Agnes belum siap kesitu deh" sahut Agnes tertawa lirih..iya kali, kuliah aja belum selesai, belum juga kerja..batinnya
" kan cuma nanya, dik" bela Sito
" kalo Agnes sih kepenginnya dirayain lah Mas..kan temen temen Agnes banyak, belum kenalan dan kerabat bapak sama ibu..Agnes kan anak perempuan satu satunya..pastilah mereka akan merayakan pernikahan Agnes nantinya..masak menikah sekali seumur hidup, gak ada kenangannya" jawab Agnes jujur..
yah diapun sama seperti gadis gadis lain, yang ingin terlihat istimewa menjadi ratu sehari, berdampingan dengan raja sehari yang saling mencintai.
Sito mendesah sedih..sepertinya dia harus banyak menabung jika ingin menikahi Agnes.
entah berapa lama dia memghabiskan waktu untuk mengumpulkan uang itu.
Apalagi pekerjaannya hanya karyawan biasa.
Apakah sesulit ini mendapatkan seorang istri seperti Agnes?
^^^^^
__ADS_1