Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
apa kabar?


__ADS_3

Setelah mengganti nama di ponselnya, Agnes membuka kontak WA nya dan mengecek kontak yang baru saja dia simpan.


Melihat wallpaper dari pemuda..


" hhmmm..segitu besarnya kah cintanya?" guman Agnes.


Sejenak dia ragu untuk mengetik.Hingga tatapan Endang seakan memaksanya.


Menghela nafas berat, Agnes mulai mengetik..


✉ Assalamualaikum..apa kabar mas? Ini Agnes..maaf baru berkabar.


sent..


centang satu..


Agnes menutup kembali ponselnya tanpa menunggu jawaban.bahkan masih centang satu yang artinya baru proses.

__ADS_1


" sudah?" tanya Endang


" sudah. belum terkirim" jawab Agnes


" mungkin sinyalnya belum masuk.tau sendiri kan jaringan internet di kampung" hibur Endang


" gak papa..gak urgent kok" jawab Agnes.


" kamu belum cerita gimana kerjaanmu lho say" tagih Endang.


'huh, masih inget saja ni orang' guman Agnes


Endang tertawa terpingkal pingkal ketika Agnes menceritakan si Kurniawan yang selalu mengekorinya.


" wah..jadi kamu punya penggemar Nes? kasihan mas Sito, kalah saingan dia" cetusnya masih dalam mode tertawa.


Agnes hanya mencebikkan bibirnya tanda tak setuju.

__ADS_1


Endang yang telah puas tertawa akhirnya diam.


" kasihan Mas Sito kalo sampe kamu pindah lain hati.Dia dah banyak berubah buat kamu.Dan sampe sekarang juga masih berharap." ujar Endang mengingat kembali pertemuan terakhirnya dengan Sito saat pulang kampung kemarin.Siapa sangka Sito yang dulu pendiam dan arogan bisa berubah ramah dan alim karena seorang Agnes.


" aku sebenarnya inginnya dia berubah karena dia sendiri.bukan karena aku.kalo dia berubah karena aku, yang ada malah aku jadi terbebani" jelas Agnes sedikit kecewa.


Meski dalam hati dia mencintai pemuda itu, tapi nalarnya masih jalan.Cinta yang hadir sebelum pernikahan tidak layak dipertahankan.Karenanya, Agnes berusaha sebisa mungkin menjaga hatinya agar tak terlalu mencintai pemuda itu, agar ketika takdir tak menyatukan mereka, dia tak lagi merasakan sakit hati.


" apakah kamu sudah mendapatkan penggantinya yang lebih baik Nes?" tanya Endang penuh selidik.


Wajar jika gadis itu penasaran mengingat dulu melihat bagaimana kedekatan Agnes dan Sito saat di kampung.Tapi sekarang, Agnes seperti mencoba melupakan pemuda itu.


" gak ada dan belum.Aku masih ingin mengejar cita citaku.masih ingin berkelana selagi belum terikat pernikahan.jika sudah menikah, sudah pasti waktuku akan habis dirumah, ngurus anak dan suami." jawab Agnes tanpa ragu.


" terserahlah..kamu punya banyak kesempatan untuk itu.Tapi bukankah itu akan membuat hubungan kalian semakin jauh?" lagi lagi Endang masih belum bisa memahami pola pikir Agnes.


" karena itu, aku tidak ingin mengekangnya untuk tetap menungguku.karena aku sendiri juga tidak tau sampai kapan impianku akan terwujud.kalo dia mau menunggu ya silahkan, aku akan setia.tapi kalo dia gak sanggup, aku juga gak keberatan dia mendapatkan gadis lain yang lebih memahaminya." jelas Agnes

__ADS_1


Endang hanya mengangguk pasrah masih tak mengerti dengan jalan pikiran Agnes.Dia memang berharap Agnes akan bersatu dengan Sito, seperti dia dengan suaminya.Tapi semua kan berbeda, Agnes adalah tipe gadis yang mengutamakan keluarganya daripada egonya.


Mas Adi yang sedari tadi mendengarkan obrolan keduanya hanya terdiam.Sito adalah sahabatnya sejak kecil, sedangkan Agnes afalah sahabat istrinya dan yang membawa istrinya ke jalan hidayah seperti sekarang.Tapi dia juga memahami cita cita Agnes.Rasanya akan berat bagi Sito untuk bisa menahan gadis itu disampingnya.


__ADS_2