
Agnes terpejam, masih menyandarkan kepalanya di bahu kursi.
Sito yang melihatnya menjadi kuatir
" Dik? kamu gak papa?" tanyanya
" sebentar ya mas..maaf, Agnes agak pusing hari ini.mungkin kebanyakan rujak" jawab Agnes merasa tak nyaman.
Entah sejak kapan rujak membuat seseorang menjadi pusing.
" oh..istirahat dulu saja.apa perlu mas belikan obat?" tawarnya
" gak usah mas.nanti buat tidur sebentar juga membaik.maaf, Agnes minta waktu untuk menjawab semua yang mas sampaikan ya.Mas gak marah sama Agnes kan?" tanya Agnes lirih.masih dengan mata terpejam.
" gak papa Dik..mas akan sabar menunggu.Maaf kalo mas terkesan memaksa.Sungguh mas hanya tak ingin melepaskanmu..ya sudah ,Dik Agnes istirahat di kamar saja.biar mas bantu ya" ujar Sito membantu memapah Agnes menuju kamarnya.
__ADS_1
" trima kasih mas" Agnes merebahkan badannya dan menyelimuti tubuhnya.Matanya masih belum terbuka.Karena jika sedikit saja terbuka, kepalanya langsung berdenyut.
" mas pamit ya Dik" Sito beranjak meninggalkan kamar Agnes.
Terdengar sayup sayup dia berpamitan kepada tante wi dan ibu Agnes.
" Nes? kenapa? tiba tiba kayak gini" tanya tante Wi kuatir.
" gak papa tan..pusing sedikit kok" jawab Agnes masih enggan bercerita.
Agnes menenggelamkan diri dalam selimutnya setelah tante Wi pergi.Dia hanya perlu beristirahat untuk mengobati sakit kepalanya.
Tak menyangka Sito akan senekat itu melamarnya, bahkan dia belum mendapatkan pekerjaan.Dia bingung untuk memberikan jawaban, tapi dia juga tak ingin menyakitinya.
flashback on.....
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu, setelah mengirimkan email lamaran kerjanya ke jakarta, Agnes menghubungi Sito dan menceritakan tentang lamaran kerjanya ke jakarta.
Sito yang syok, tak percaya Agnes akhirnya akan mengambil kesempatan itu.
Dalam hati dia berharap, Agnes tak lolos kali ini.biarlah dia egois, dia takut kepergian Agnes tak pernah kembali dan semuanya akan berubah.Yang jelas rasa mindernya akan lebih besar jika Agnes nanti bekerja dengan gaji yang lebih besar darinya..
Dia harus selangkah lebih berani untuk mengikat gadis itu.
" Dik, apakah nanti ketika kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, kamu akan mengambil kesempatan itu dan meninggalkan semua yang disini?" tanyanya hati hati.meski dia tak siap denga jawaban Agnes yang mungkin akan mengecewakannya.
" tentu mas..Agnes kan harus membuktikan sama orang tua Agnes kalo Agnes gak mengecewakan mereka.Agnes capek mas dengerin omongan orang.Agnes susah payah bisa kuliah,dan bekerja adalah salah satu pertanggungjawaban Agnes kepada mereka agar mereka merasa bangga memgekuarkan biaya untuk Agnes dan mendapatkan hasil yang maksimal"jawab Agnes bersemangat.
Berbanding terbalik dengan reaksi Sito yang hancur.Agnes benar benar akan memilih cita citanya dibandingkan dia. Membuat Sito semakin ciut.Dia tak memiliki hak apapun untuk mencegahnya.Dia sendiri saat ini masih menata hidupnya.Tapi setelah melewati berbagai pertimbangan, mungkin dengan melamarnya, dia bisa mengikat gadis itu menjadikannya miliknya.Memberikan tanda kepemilikan pada gadis itu agar dia yakin, bahwa gadis itu takkan berpaling.Meski pada akhirnya nanti Agnes akan tetap pergi, dia akan punya banyak alasan untuk mengikuti kemanapun gadis itu melangkah demgan dalih sebagai suaminya tentu saja.
Dan akhirnya dia mengumpulkan keberaniannya melamar gadis itu ..
__ADS_1
flasback off...