
Hari Minggu ini Agnes memilih menghabiskan waktu di rumah.Sebelumnya dia sudah janjian dengan tante kesayangannya untuk membuat cake pandan di rumahnya.Tak ada hal yang lebih menyenangkan buatnya sekarang selain bersama tantenya itu.Sifat tante nya yang ngemong, dan enak diajak curhat serta penuh perhatian,membuatnya nyaman mendiskusikan apapun dengan tantenya itu.
Apalagi sekarang Jack juga sibuk dan mbak Susi juga jarang pulang, sehingga dia jarang kumpul dengan gengs nya itu.
Pagi pagi sekali dia sudah pergi ke pasar membeli bahan bahan cake dan beberapa buah untuk rujakan.Begitulah ketika para gadis gadis berkumpul, selain ngrumpi dan rujakan, apalagi.Agnes ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan tantenya sebelum dia harus pergi.karena mungkin dia akan benar benar kehilangan sosok tantenya di perantauan nanti.
" telur dan gula dimixer sampai mengembang..masukkan terigu sedikit sedikit dan bahan lainnya.siapkan loyang, olesi mentega,, taburi terigu.kemudian oven dipanaskan." Agnes membaca kembali resep cake bolu pandan yang ia searching lewat internet itu.
Sementara tante Wi menyiapkan mengaduk gula dan putih telur menggunakan mixer.
Agnes menyiapkan loyang dan mengolesinya dengan mentega serta membwrikan taburan terigu di atasnya sesuai dengan petunjuk.
__ADS_1
Keduanya berkutat di dapur dan sesekali diiringi candaan.
" kita tunggu setengah jam sampai bolunya matang, sambil nunggu, tante buat sambalnya kamu kupas buahnya.kita rujakan" seru tante Wi bersemangat.
" siap tante..untungnya tadi ada kedondong sama jambu air..jadi ada yang buat asem asemnya ya tan" celetuk Agnes mengupas kedondong dan membayangkan rasa asam dari buah itu hingga salivanya meleleh.
" kamu ajalah yang makan kedondongnya..tante gak kuat sama asemnya.Tante yang manis manis sajalah" tante Wi juga merasakan ngilu membayangkan sensasi asam buah itu.
" tuttuttt...
Suara alarm oven menyela keasikan keduanya.
__ADS_1
" tuh, cake nya dah mateng" tante Wi mematikan oven dan mengeluarkan cake pandan yang berwarna kuning dengan wangi pandan yang menggoda.
" sedapnya" seru Agnes membaui cake itu.sementara lidahnya tak sabar merasakan hasil karya mereka.
" tan, kalo kita berhasil buat cake.nanti kita bikin toko roti ya" celetuk Agnes melihat tantenya mengoleskan mentega dan memberikan parutan keju diatas cake itu.
" gampang itu..kalo kamu gak jadi pergi" sahut tante Wi
Agnes terdiam, sejenak tadi dia memang terlupakan dengan masalah itu.Sebenarnya dia juga enggan meninggalkan keluarganya, meninggalkan semua kegiatannya disini.Tapi sepertinya dia juga gak bisa berlarut larut dalam keadaan tak pasti seperti ini.Usianya tak lagi muda.Setelah bekerja, tentu dia juga harus memikirkan untuk berumah tangga.
" ya, doakan saja tan..sebelum dapat panggilan dari jakarta, yang sini sudah ada panggilan. jadi Agnes gak perlu jauh jauh."
__ADS_1
" Tante selalu mendoakan yang terbaik buat kamu.Sebenarnya ibumu, hanya ingin kamu kerja sesuai ijazahmu, gak peduli gajinya besar atau dikit.agar orang orang gak ada lagi yang mencibir, kuliah tinggi juga susah dapat kerja dan nganggur.Orang tuamu hanya perlu statusmu bekerja ,Nes. Mereka juga pengen kamu segera menikah, menimang cucu.liat sendiri kan, kakak kakakmu belum ada yang mau menikah.padahal seusia orang tuamu sudah punya cucu semuanya" ujar tante Wi lembut.Dia selalu bisa bijak dalam menghadapi masalah.