
Tak terasa sudah hampir setahun Agnes bekerja di Jakarta.Hari ini dia bertekad untuk pulang meski tidak mendapatkan cuti.Libur nasional 2 hari cukuplah buatnya, dia telah meminta temannya menggantikan tugas jaganya agar dia bisa lebih lama di rumah.
Agnes sudah mendapatkan tiketnya kemarin.Selesai tugas hari ini, ia akan langsung ke agen bis.
" sendirian mbak?" sapa seorang pemuda yang sepertinya belum genap 20 tahun
Agnes mendongak dan melihat pemuda itu tersenyum kemudian duduk di sebelahnya.
" iya..mau mudik juga?" tanya Agnes ramah.Sepertinya pemuda ini baru lulus sma.
" iya mbak..mau ambil perlengkapan di rumah buat melamar kerja" jawabnya membenarkan posisi duduknya dan bersiap memasang headset.
" oh.." Agnes pun terdiam tak bermaksud memperpanjang obrolan,meski perjalanan mereka masih akan panjang.
"mbak nya kerja di Jakarta?"
" iya,di rumah sakit"
" wah, keren..dokter apa perawat?" tanyanya antusias
" perawat..kalo dokter, apa mungkin naik bis ekonomi kayak gini?"
Si pemuda itupun nyengir.
" ada lowongan gak mbak, buat lulusan SMA ?" tanyanya
" wah, gak tau ya dek..tapi coba saja.kali aja rejeki."
__ADS_1
" oiy, mbak nya namanya siapa? ntar kalo aku masukin lamaran, siapa tau ketemu"
" Agnes"
" aku raffi mbak.19 tahun,baru lulus tahun ini.Rencana mau cari kerja di Jakarta ikut kakak.Tapi kurang persyaratannya, jadi pulang dulu" ucapnya
" oh.." jawab Agnes singkat.
" mbak, boleh minta no ponsel nya gak? ntar kalo mau nanya nanya soal kerjaan" pintanya
" boleh" Agnes pun memberikan no ponselnya.Kasihan juga nih cowok, masih fresh graduate.
Keduanya kemudian berpisah di Semarang, karena Raffi ternyata rumahnya Kudus.
Agnes pun melanjutkan perjalanannya dalam hening, berharap agar segera sampai rumah.
Ia kemudian membersihkan diri sebelum bergabung dengan keluarganya untuk sarapan.
"buk, sudah banyak perubahan ya..tadi Agnes lewat, banyak pembangunan." ujar Agnes di sela sela makannya
" iya ,nduk.Kepala desa yang sekarang memang fokus buat pembangunan,gak kayak sebelumnya."
" emang kepala desa kita sekarang siapa buk?"
" pak santosa,tetangga kita dulu"
" kakaknya mas putut?"
__ADS_1
" iya"
" wah,pantas lah buk..mas santosa kan udah kaya.duitnya gak habis buat tujuh turunan.lagian dulu Agnes pernah dekat, orangnya royal juga kok dan visioner.beruntung kita punya kepala desa kayak dia"
Obrolan mereka terhenti ketika suara tante Wi menggema
" Assalamualaikum ponakan tante yang cantik" sapanya kemudian memeluk Agnes
" waalaikumsalam tanteku yang imut" seloroh Agnes menyambut pelukan tante kesayangannya itu.
" makin cantik aja nih.udah jadi wanita karir nih?" godanya
" ya iyalah tan..kan terawat dari sinar matahari,orang kerjanya di ruangan ber AC.yuk, kekamar Agnes tan..ada oleh oleh buat tante"
Agnes menyerahkan kerudung instan merk ternama untuk tantenya dengan ukuran XXL menyesuaikan tubuh tambun tantenya itu.
" wah, cantiknya..kamu pinter banget pilih warna.tante suka,jadi sepuluh tahun lebih muda" ujar tante memandang dirinya di depan cermin setelah mencoba jilbab itu.
" iya tan..kalo on Bari liat, bisa pangling nanti" goda Agnes
" btw nih, ponakan tante udah kirim biodata belum disana?"
" kerja juga belum ada setahun tan, masak dah kirim biodata.Ntar biodatanya lewat sini saja, biar bisa pulang" jawab Agnes
" tapi kerjaanmu kan disana Nes..masak nyari jodohnya disini."
" makanya nyari yang disini biar dapat kerjaan disini tan"
__ADS_1