
seminggu kemudian..
"Nes.. hapemu bunyi dari tadi..ibuk gak berani ngangkat" suara teriakan ibunya membuat Agnes yang sedang mandi menyegerakan mandinya.Dia memang sayup sayup mendengar hapenya berdering ,tapi gak begitu yakin dan memilih mengabaikannya.Jarang jarang dia dapat telpon penting.
Hanya mengenakan handuk, dia keluar kamar mandi dan mengambil hapenya.
Sebuah nomor asing kode jakarta..
" hmm..siapa ya" batinnya
" ya hallo" jawab Agnes
" selamat pagi.bisakah kami sambung dengan sodara Agnes Jiya Saputri?"
" pagi..ya..saya sendiri"
" kami dari rs x jakarta barat, bermaksud menyampaikan undangan buat mbak Agnes untuk mengikuti tes tulis di rumah sakit kami 2 hari kedepan.apakah anda bersedia?"
" eh, iya mbak..saya bersedia"
" terima kasih.kami tunggu kedatangannya di rumah sakit kami jam 8 pagi 2 hari lagi ya.jika sudah sampai,silahkan menghubungi resepsionis kami.terima kasih.kami tunggu.selamat pagi"
__ADS_1
klik..
Panggilan tes, ke jakarta??
Agnes bergegas memakai bajunya.Dia harus segera memberitahu orang tuanya dan tante Wi tentu saja.
" buk..Agnes dapat panggilan tes dari jakarta bu." teriakan Agnes begitu semangat membuat ibunya yang sedang menimbangi dagangan menghentikan kegiatannya.
" yang bener nduk?"
" iya,buk..tadi telpon dari jakarta.2 hari lagi tesnya.berarti hari ini Agnes harus berangkat ke jakarta ya buk..haduh...Agnes belum persiapan, belum beli tiket, belum paking baju, belum telpon mbak Watik" Agnes menjadi panik sendiri.
" sudah, kamu siapkan perlengkapanmu saja, biar ibu minta tolong tante mu buat beliin tiket.Kamu telpon dulu Watik, biar dia siap." akhirnya ibu Agnes menelpon tante Wi untuk membelikan tiket.
Tante Wi segera menemui Agnes setelah mendapatkan tiket bis.
" Nes,..tante sudah telpon bude Yem.beliau dulu anak angkatnya kakek dan nenek, jadi kamu gak usah kuatir.selama di jakarta nunggu tes, kamu sementara tinggal disana dulu.agak jauh sih.tapi cuma itu sodara terdekat yang bisa kita percaya.ingat, jaga diri di rumah orang.Tante percaya kamu bisa membawa diri.dan ini gajimu buat bekal selama disana.berhemat dulu selama belum kerja ya" Tante Wi memberikan sejumlah uang untuk Agnes.
Dengan senang hati Agnes menerimanya.
" makasih ya tan..doakan lancar ya" Agnes memeluk tantenya dengan sayang
__ADS_1
" sama sama.nanti alamat sama no telponnya bude Yem,tante kirim ke ponselmu..untuk pakingnya ,sudah selesai?"
" sudah tan..cuma dikit saja..nanti kalo dah lolos, Agnes usahakan pulang dulu"
" Nes..ini uang saku dari ibuk..hati hati disana ya.jangan lupa kirim kabar.Ibuk dan bapak selalu mendoakan yang terbaik buat kamu." ibuk pun memeluk Agnes.
Siangnya, Agnes diantar kedua orang tuanya, tak ketinggalan tante Wi dan si jack ke terminal dimana bis AKAP sudah menunggu.
Mereka bergantian memeluk Agnes dan mengucapkan salam perpisahan dan nasihat.tak sedikit Agnes menangis, berat rasanya meninggalkan kampung halaman.
" pak , buk , Agnes pamit ya.mohon doanya agar diberi kelancaran dan kemudahan.Bapak sama ibuk sehat sehat di rumah, gak usah ngoyo kerjanya.perbanyak ibadah saja."
" tan..nitip bapak sama ibuk ya.anak anaknya gak ada semua.tolong dibantu"
" iya, Nes..kamu hati hati disana.jaga kesehatan, jangan lupa kirim kabar"
" jack..mbak pergi dulu ya.."
" Assalamualaikum"
" waalaikusalam"
__ADS_1
Agnes pun masuk bis dan bis pun melaju meninggalkan terminal.