Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
nasihat ibu


__ADS_3

" Dah lama ,nduk?" suara wanita sepuh mengagetkan Àgnes.


Nampak wanita sepuh berbalut jarik dan kebaya khas wanita jaman dulu duduk di depannya dan menyapa.Dia tersenyum penuh keibuan.


" iya, bude.baru saja.baru pulang TPA tadi" jawab Agnes sesopan mungkin.


" Pretty mana? kok malah ditinggal temannya?" ibu itu mencari keberadaan putri bungsunya yang dilihatnya malah meninggalkan Agnes sendirian di ruang tamu itu.


" tadi masuk ke dalam bude" jawab Agnes


" Dik? sudah lama?" sapa Sito yang keluar tak berapa lama membawa sebuah buku tebal dan masih tampak baru .Dia terlihat lebih segar dan sudah berganti pakaian santai.


" baru saja kok, Mas" jawab Agnes malu malu


Sementara ibunya Sito memandang keduanya penuh tanya.' sejak kapan anak lelakinya itu akrab dengan Agnes?' pikirnya.

__ADS_1


" ini bukunya Dik..coba dicek dulu, sesuai enggak" Sito memberikan buku itu ke Agnes dan diterima gadis itu dengan hati hati.


" iya mas..sudah benar..sirah nabawi karya imam nawawi.sudah lama Agnes pengen punya buku ini," ujar Agnes berbinar.Akhirnya dia memiliki buku itu dan menambah koleksinya.


" syukurlah..baru tadi malam datangnya." ujar Sito tak kalah gembira.


" makasih ya mas..oiya..berapa uangnya mas?" tanya Agnes mengambil uang yang telah ia siapkan di saku gamisnya.


" gak usah Dik..bawa saja dulu" tolak Sito


" eh..jangan mas..ini kan buku mahal" Agnes tak kalah menolak.Dia merasa gak enak sudah merepotkan Sito.


" oke..baiklah Agnes terima.Tapi nanti akan Agnes ganti dengan hadiah yang lainnya,jadi jangan ditolak" akhirnya Agnes memilih mengalah.


Sito tersenyum penuh kemenangan " oke"

__ADS_1


Sementara ibunya hanya memandang keduanya tanpa bermaksud ikut campur.Tapi dia sudah menyiapkan banyak pertanyaan untuk anak lelakinya itu.


" baiklah, sudah mau magrib, Agnes pamit dulu bude..makasih ya mas..tolong pamitkan Pretty..assalamualaikum" pamit Agnes


" waalaikumsalam" keduanya kompak menjawab dan memandang Agnes yang telah berjalan menjauhi rumah mereka hingga tak nampak lagi.


" Nak..? kamu suka sama dia?" tanya ibunya Sito setelah mereka duduk kembali di ruang tamu itu.


" iya buk.Sito suka sama Agnes..dia rajin, manis dan sholihah bu." jawab Sito kembali membayangkan sosok Agnes yang beberapa bulan ini telah mengganggu pikirannya.


" kamu dah berpikir masak masak untuk menyukai gadis seperti dia?" tanya ibunya.Sebagai seorang ibu, dia kuatir anaknya berhayal terlalu tinggi dan akan kecewa.


" Sito sudah memikirkannya bu.Hanya dia yang Sito sukai" jawab Sito mantap


" Nak..bukannya ibu gak setuju.tapi dia sama kamu berbeda.Dia anak kuliahan, anak perempuan satu satunya di keluarganya,dan pasti kedua orang tuanya sangat memanjakannya.Apa bisa dia hidup sederhana seperti keluarga kita? Apa orang tuanya akan setuju? nenekmu juga masih mempunyai ikatan persaudaraan sama nenek Agnes..pikirkan lagi ya, ibu tidak mau kamu kecewa..carilah istri yang sepadan dengan kita , agar kamu tidak terhina dan punya harga diri di depan keluarga mertuamu. Agnes mungkin memang baik, tapi dia gak sepadan dengan kita Nak"

__ADS_1


Sito terdiam mendengar nasihat ibunya. Dia sebenarnya juga minder dan ragu dengan masa depannya sendiri.Pekerjaan dan pendidikannya hanya karyawan dengan gaji kecil..apakah akan cukup menghidupi Agnes dan keluarga kecil mereka nanti, padahal Agnes terbiasa dimanjakan orang tuanya.


****


__ADS_2