Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
ta'aruf


__ADS_3

Setelah pesan terakhir hari itu, Sito kemudian mulai menjaga jarak dengan Agnes.Dia merasa semakin minder, seakan akan dia sendiri yang memperjuangkan Agnes.


Melalui doa dan salat istikharah yang dia lakukan, dia semakin yakin untuk menerima biodata yang dia terima sebelumnya.Cinta biaa ada karena terbiasa, batinnya menghibur diri.


" afwan ust, bisa kita bicara sebentar" Sito meminta ijin Ust Samsul sesaat setelah liqo malam itu.Ust Samsul mengangguk dan mempersilahkan anggata liqo yang lain untuk pulang.Setelah hanya tinggal keduanya, Sito mulai membuka percakapan.


" afwan ust..mengenai biodata yang sudah saya terima, saya bermaksud menindaklanjutinya." ujarnya seraya menunduk.Ia masih sedikit menyimpan keraguan dengan keputusannya.


" jadi, bisa lanjut proses ta'aruf?" tanya ust Samsul memastikan


" iiyyy ya ust" jawab Sito gugup.


" sudah istikharah? karena saya tidak mau main main" tegasnya


Sito menghela nafas panjang," InsyaAllah sudah ust..sami' na wa athokna" jawab Sito pasrah.Mungkin ini jalan terbaik untuk bisa melupakan Agnes.


" baiklah, akan saya sampaikan kepada tim munakahat dulu.Nanti saya kabari lagi kapan kalian bisa tatap muka"


" njih.ust.." Sito pun pamit.


****

__ADS_1


Seminggu setelah pertemuan terakhir dengan ust Samsul, kini Sito sudah di rumah ust Ilyas, teman ust Samsul yang akan menjadi tuan rumah proses ta'aruf Sito dengan Wina,mutarobbi istri ust Ilyas.


Sito sengaja mengambil cuti hari itu untuk menyelesaikan urusannya.


" Assalamualaikum" ucap ust Samsul ketika sampai didepan rumah ust Ilyas


" Waalaikumsalam.keif halik, akhi?" jawab ust Ilyas.keduanya berpelukan layaknya sahabat yang lama tak bertemu.


" Alhamdulillah, khoir.Ini mutarobbi ku ust" ujarnya memperkenalkan Sito.


" MasyaAllah, gantengnya..mari masuk" ajak ust Ilyas


Ust Ilyas mengangguk dan tersenyum,


" mas Sito, kerja dimana?" tanyanya


" saya karyawan PT ust.dibagian finishing" jawab Sito


" oh..berapa umurnya?"


" 25"

__ADS_1


" sebentar saya panggilkan istri saya dulu ya..sepertinya mbak Wina juga sudah datang"


ust Ilyas segera memanggil istrinya yang sedang menyiapkan hidangan dibantu oleh Wina.


" Um..ustadz Samsul sudah datang bersama mas Sito" ujarnya


" iya Bi,ini juga sudah siap minumannya.Ayo dek Wina, bantu bawain cemilannya ya"


Wina mengekori pasangan suami istri itu dengan membawa sepiring bronies.


Setelah meletakkan hidangan di meja, kedua perempuan itu kemudian duduk berdampingan.Wina nampak gugup,sesekali mencuri pandang ke arah Sito yang juga mencuri pandang ke arahnya.


" jadi, kalian berdua sudah liat kan..sudah baca biodata juga.kalo ada yang ingin kalian tanyakan, bisa ditanyakan langsung" ujar ust Samsul.


Sito melihat ke arah Wina,mengamati gadis bergamis biru dongker, dengan jilbab senada.Kulitnya sawo matang,hidungnya yang sedikit mancung ke dalam.secara fisik, lumayan ,tinggi mungkin sekitar 155 cm, berat badan sekitar 45-50 kg kalo gak salah.Dibandingkan dengan Agnes ,tentu saja jauh.Sito kemudian hanya mengalihkan pandangannya dan menghela nafas panjang.Lagi lagi bayangan Agnes yang muncul, dan kenapa calonnya ini tidak lebih cantik dari Agnes,batinnya


Sementara Wina, sesekali melirik ke arah Sito.Ganteng, putih, mata sipit seperti chinese,tinggi, kekar, hanya kurang senyum dan wajahnya datar.Tapi tertutup sama gantengnya.Lumayan buat perbaikan keturunan,pikirnya.


Suasana hening, baik Sito maupun Wina tidak satupun yang berinisiatif mengajukan pertanyaan.


" baiklah kalo tidak ada yang bertanya, sekiranya cukup dulu ta'aruf hari ini.silahkan kalian beristikharah dulu untuk memantapkan hati.jika sudah yakin, silahkan hubungi murobbi masing masing" akhirnya ust Samsul mengakhiri proses ta'aruf itu.

__ADS_1


__ADS_2