
Malam ini, di sepertiga malam terakhir Agnes terbangun karena panggilan alam..setelah menuaikan hajatnya, dia mengambil air wudhu dan memulai ibadah malamnya.kemudian menghabiskan sisa waktunya membaca lembaran kitab suci sambil menunggu azan shubuh tiba.
" Allahu akbar Allahu akbar....
sayup terdengar suara azan shubuh dari toa masjid di desa itu..suara merdu yang pernah Agnes dengar beberapa bulan lalu..
' apakah itu suaranya' batin Agnes menduga duga pemilik suara itu.
Hingga lamunannya tersentak ketika suara pintu dibuka, nampak bapaknya telah bersiap ke masjid , memakai baju koko putih dan peci hitam.
Tak ingin ketinggalan, Agnes pun segera mengikuti jejak bapaknya.
Sesampainya di masjid, beberapa orang sudah mengambil shaf nya masing masing.terlihat juga si Jack dengan muka bantalnya masih nampak menahan ngantuk meski mukanya sudah tersentuh air wudhu.
Agnes ikut bergabung dengan shaf ibu ibu di belakang.mengambil 2 rekaat tahiyatul masjid sebelum iqomat.
Setelah iqomat diucapkan, imam yang ditunjuk maju dan mulai memimpin ibadah pagi itu.
' suara ini lagi?' batin Agnes
Setelah menyelesaikan salam kedua, Agnes segera melirik ke arah imam yang duduk bersila sambil mulutnya tak henti merapal doa.
__ADS_1
Degh....
'Itu kan Màs Sito! jadi yang azan ,iqomat dan imam tadi dia? gak salah kalo suaranya belum ada yang ngalahin..merdu banget sih..nanti kalo mereka nikah, pasti tiap hari denger suara merdunya mengaji' pikiran Agnes mulai melayang..
' tidak tidak..aku ini mikiran apa sih' umpat Agnes pada dirinya sendiri yang tiba tiba punya pikiran segila itu..
Agnes bergegas memakai sandalnya dan menemui Jack yang sudah menunggunya di pelataran masjid.
" Doa apa saja sih mbak..lama banget doanya" gerutunya kesal lantaran menunggu Agnes yang dinilainya lama
" banyaklah yang diminta" jawab Agnes sekenanya." yuk kita jalan" ajaknya tak peduli wajah si Jack yang masih tertekuk
" mbak Susi gak subuhan tadi?" tanya Agnes berjalan mengimbangi Jack meninggalkan pelataran masjid.
Mereka bertiga sudah janjian sebelumnya, untuk jalan jalan selepas subuh, tapi sepertinya hanya Agnes dan Jack yang menepati janji.
" ehmm ehmm..." suara deheman terdengar dari belakang, mengganggu percakapan mereka.
Keduanya menoleh dan mendapati sesosok pemuda yang tersenyum manis kepada keduanya
" boleh gabung?" tanyanya
__ADS_1
Agnes dan Jack berpandangan sebelum keduanya menggangguk.
Merasa mendapatkan ijin, si pemuda yang tak lain adalah Sito itu, mempercepat langkahnya dan mensejajarkan diri di samping Agnes.
Agnes yang masih kaget memilih diam dan terus berjalan.Sementara Sito terus tersenyum dan sesekali melirik Agnes.Sedangkan si Jack, seakan bisa membaca situasi segera berdehem..
" ehmm ehmm..kayaknya nih aku kok serasa jadi obat nyamuk ya" keluhnya
Agnes dan Sito segera menoleh dan mendapati Jack sedang cemberut.
" Apa sih Jack" Agnes segera menarik Jack dan memposisikannya di tengah.
Si Jack yang ditarik kemudian tertawa lebar, merasa berhasil mengerjai sepupunya itu.
" Mas..kalo mau deketi mbak Agnes, harus ijin dulu sama aku" bisiknya ke Sito
Sito yang mendengar kemudian tersenyum lebar." jadi, apakah kamu ngasih ijin aku buat jadi pacar mbakmu?" tanyanya..lagi lagi tersenyum nakal dan melirik melihat reaksi Agnes.
Agnes langsung mendelik dan menghentikan langkahnya.Wajahnya merona tak dapat menahan malu.
" gila nih cowok..berani beraninya dia nembak aku di depan sepupuku ini..bisa jadi ember dia' gerutu Agnes dalam hati
__ADS_1
Sementara Jack hanya kembali tertawa melihat tingkah keduanya yang menurutnya malu malu tapi mau..
^^^^