Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
mengunjungimu


__ADS_3

Sabtu ini, Agnes sengaja tidak pulang.Dengan dalih ada tugas kampus yang harus dia selesaikan, dia sudah pamit seminggu sebelumnya kepada orang tuanya..sehingga orang tuanya memberikan uang saku lebih banyak..


Padahal dia hanya ingin menghindari Sito, sebab hari ini, ada tetangga yang punya hajatan..mau tidak mau, mereka akan ketemu di tempat hajatan itu.


Sudah sejak pagi Agnes di kamarnya..beberapa anak asrama yang tidak pulang nampak mempunyai kesibukannya sendiri sendiri.


Setelah kegiatan rutin mencuci seragam dan menjemur di belakang asrama, pagi itu dia memilih membuat teh manis dan menyeduh semangkuk mie instan buat sarapan.


Memanaskan heater yang dia pinjam kepada teman samping kamarnya, dia membuka bungkus mie instan itu dan mengambil bumbu dan menuangkannya.


Kepulan buih air pertanda air sudah masak, menyentak lamunan Agnes..menuangkan air itu ke mangkuk dan mug yang tersedia..menunggu beberapa saat hingga mie itu menyeruakkan bau khas yang menggugah selera..


Bukan karena Agnes tak mau cari makan nasi keluar, tapi memang jika hari libur, banyak warung nasi yang tutup.kalopun ada, jaraknya sangat jauh dan hanya akan menguras waktu dan tenaga saja..maka mie instan akan menjadi pilihan utama daripada cacing di perutnya merintih minta diisi.


Sepi..

__ADS_1


Agnes memilih menghabiskan waktunya di depan TV..menonton film kartun doraemon dan sinchan..jarang jarang dia bisa mendapatkankursi vvip di ruang tv itu jika bukan pas hari libur..


" mbak..gak pulang? " tanya Sari yang datang bergabung dengan sekeranjang setlikaan.


" Gak, Rik..lagi malas.pengen menghabiskan waktu waktu terakhir di asrama.kan udah tingkat 3..gak nyampe setahun dah lulus" jawab Agnes


" iya ya mbak..gak terasa udah mau lulus. aku takut malahan.kalo lulus jadi gak enak minta uang ortu..dan kita juga mau gak mau hatus dihadapkan dengan dunia kerja..bertanggung jawab sama diri kita sendiri.." sahutnya sedih, sambil melanjutkan setlikaannya yang mungkin sudah numpuk seminggu.


" benar juga kamu, Ri..aku jadi takut juga nih" membayangkan susahnya cari kerja..Dia yang biasanya dikasih uang saku dan hanya tinggal belajar saja..sebentar lagi harus bekerja, cari uang sendiri..


" dibesuk? tumben? perasaan aku dah pamit, kok dibesuk?" dengan rasa penasaran Agnes meninggalkan Sari


" bentar ya ,Ri."


" siapa Fing?" tanya Agnes melihat Afing yang sudah duduk si taman memainkan gitarnya

__ADS_1


" gak tau..liat aja ke atas.pak satpam tadi yang ngasi tau"


Agnes bergegas ke atas, masih dengan pertanyaan di kepalanya.


Menuju pos satpam,, celingak celinguk melihat ke dalan pos satpam yang gak ada orang.


Pandangannya kemudian beralih ke taman di belakang pos satpam.Nampak seseorang sedang duduk di kursi taman itu dan memperhatikannya dengan tatapan tajam, dan bibirnya tersenyum..Sudah sejak tadi orang itu melihat Agnes yang datang dari bawah dan melihat ke poa satpam..tanpa bermaksud memanggilnya..membiarkan Agnes menyadari sendiri kehadirannya siang itu..Ia masih ingin memandangi wajah Agnes yang bersemu merah karena sengatan matahari dan kerudung biru dongker yang dia kenakan..Nampak begitu manis baginya.


Wajah yang ia rindukan tiap malam, yang membayanginya serta senyumnya yang selalu membuatnya tak bisa menjaga hatinya lagi..


Agnes pun tak kalah terkejut dengan sosok yang berdiri di depannya itu.


" Mas?...kamu kesini?" hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirnya yang mendadak kelu.


****

__ADS_1


__ADS_2