Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
tak bertemu


__ADS_3

Sudah seminggu Agnes di rumah,dan selama itu pula dia belum bertemu dengan Sito.


Agnes memang tidak lagi beraktivitas seperti sebelumnya.2 bulan sudah dia meninggalkan kampung, ada banyak hal yang telah berubah.


Hanya kehangatan keluarga yang masih ia rasakan.


Sito sepertinya belum tau kepulangan Agnes atau malah mungkin kecewa dengan kepergian Agnes yang tanpa pamit padanya disaat dia sedang sayang sayangnya. Dia terlalu mencintai gadis itu, sehingga tidak siap untuk kecewa.


" Tan...mas Sito gimana kabarnya?" tanya Agnes sore itu setelah tantenya pulang dari butik.


" gak tau Nes..Tante juga gak terlalu update sama dia.Kalo kerjaan sih masih sama.Tapi Om Bari dah lama gak bareng dia."


" tumben tan..bukannya masih satu kantor?"


" ya gak papa sih..gak enak saja nebeng terus tiap hari." jawab Tante Wi seperti menyembunyikan sesuatu


" tapi ngajinya masih kan tan?"


" masih sih..malah terakhir katanya dipanggil ust samsul.Gak tau soal apa"


" oh.." Agnes manggut manggut.

__ADS_1


Ia cukup lega, Sito masih baik baik saja, setidaknya dia tidak berubah setelah kepergiannya.


" jadi, kamu pulangnya masih setaun lagi ya?" tanya Tante Wi


" iya tan..kan masih karyawan kontrak.jadi belum dapat cuti.tapi nanti kalo ada kesempatan, Agnes usahakan pulang tan.Jika bukan karena kerjaan, Agnes milih disini saja tan.di Jakarta itu panas, macet lagi" keluh Agnes


" tapi bude Yem dan keluarganya baik kan sama kamu?"


" baik tan..Agnes sering dikasih uang saku sama bude kalo mau kerja.tapi kan rumahnya bude jauh, jadi nanti Agnes mungkin akan jarang jarang kesana.Lagian disana sudah padat penduduknya.kan banyak juga yang numpang disana." jelas Agnes


" yah, begitulah bude Yem..bertahun tahun di Jakart, selalu jadi tempat tampungan.Dulu tante juga numpang disana"


" Beneran tan? pantes saja Bude kayak dah akrab banget sama keluarga kita ya."


" Agnes sih maunya juga gitu, tan..tapi ya gak tau nantinya."


*****


Tibalah saatnya Agnes kembali ke Jakarta.Keluarganya sudah mengantarnya ke terminal Solo.Hari ini dia berangkat bareng sama mas Putut, tetangga lamanya yang ternyata juga kerja di daerah jakarta barat sebagai engineer di perusahaan plastik.


" pak bos..nitip Agnes ya." pinta ibunya Agnes kepada Putut, ketika mereka naik bis.

__ADS_1


" siap bulik..jaminan aman sampai tujuan..Agnes masih di tempat Watik kan?" tanya Putut memastikan


" masih mas..belum dapat kontrakan.besok baru nyari sama mbak Watik.Mas Putut lama gak ke tempat mbak Watik ya?"


Mendapatkan tempat duduk bersebelahan, keduanya melanjutkan obrolan.


" ya, Watik kan kerjanya shift.susah kalo gak pas libur bareng.lagian kemarin kamu kan cuma sebentar di tempat Watik kan?"


" iya sih mas..gak enak numpang di tempat mbak Watik lama lama.jadi numpangnya di tempat sodara di jakarta timur. mas, kontrakannya di daerah mana?" tanya Agnes penasaran.Pasalnya Putut adalah putra mahkota dari keluarga kaya, siapa sangka justru dia ikut merantau dan kerja di perusahaan dengan gaji yang mungkin gak seberapa dibandingkan usaha keluarganya.


"Aku tinggal di mess perusahaan Nes.Baru dua tahun.kaget ya? kamu aja yang jarang pulang ke rumah lama"


" hihihi...iya mas.di asrama jadi jarang pulang."


Ternyata punya teman seperjalanan itu menyenangkan, apalagi Putut memang humorable dan ramah, jadi gak membosankan.Hingga keduanya sampai di Jakarta subuh dini hari.


" Nes..yuk kuantar sampe kontrakannya Watik.Jam segini belum ada angkot maupun tukang ojek.nih, mumpung aku dijemput temanku sekalian." tawar Putut yang sudah dijemput temannya memakai mobil perusahaan.


" iya mas.." jawab Agnes


" makasih ya mas, gak mampir dulu" tanya Agnes ketika tiba di kontrakan yang masih sepi.

__ADS_1


" gak usah.lain kali aku main..duluan ya..bye" ucap Putut melambaikan tangannya.


__ADS_2