Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
Menikah


__ADS_3

" Dar, mbak nitip.ada sedikit rejeki.semoga bisa membantu persalinan mbakmu ya.Tapi jangan bilang dari aku" ujar Agnes melanturkan sebuah amplop berisi uang. Sejak kemarin, di sudah memikirkan untuk membantu istri Sito. bukan untuk apa apa, tapi rasa kasihannya lebih besar melihat kemiskinan mantannya itu.


" gak usah mbak..sudah ada kok" tolak Dar halus.Dia merasa tak enak mendapatkan bantuan dari Agnes.


" gak papa.tolong diterima ya.plis" melas Agnes


" ya sudah,makasih ya mbak..semoga amal mbak dibalas dengan lebih baik" akhirnya Dar menerima amplop itu.


" jadi, keadaan mbakmu sudah membaik?"


" sudah lumayan mbak.Perdarahannya sudah tertangani,sudah dapat darah juga.tinggal pemulihan. nanti sore, kita mau ambil bayinya di tempat bu bidan"


" loh, bayinya gak ikut dirujuk?" tanya Agnes memastikan


" gak mbak.kata bu bidan, bayinya sehat, gak perlu dirujuk.ibunya saja yang kemarin perdarahan karena ari ari nya ada yang tertinggal,jadi harus dikuret di rumah sakit" jelas Dar


" oh, semoga lekas sehat mbak Wina.Kasihan bayinya"


*****


Sebulan setelahnya, Agnes menerima proses perjodohan dari buliknya.

__ADS_1


Seorang santri,yang usianya 3 tahun lebih muda dari Agnes, yang sedang nyantri setingkat mahasiswa di salah satu pondok di jawa timur.


Proses ta'aruf hanya lewat biodata, mengingat si santri adalah sepupu Om Han, suami Bulik Yani di kalimantan. Alimuddin, si santri itu adalah calon pengajar di pondok pengirimnya di banjarmasin.Dia mengikuti program beasiswa program pengajar di Jawa timur.


Setelah dirasa cocok dengan biodata masing masing, keduanya dipertemukan di rumah Agnes sekaligus khitbah.


" jadi, apakah kapan kalian siap menikah?" tanya Om Han


" saya ingin secepatnya menghalalkan mbak Agnes, paman" jawab Ali menunduk malu


Biodata yang dia terima bulan lalu cukup membuatnya yakin untuk mengkhitbah Agnes.


" Agnes? gimana sama kamu? kapan siap?" tanya Om Han


" nak Ali, apakah kamu siap menikahi anak saya?" tanya bapak memastikan


" Saya siap ,Pak."


" baiklah, tak baik menunda sesuatu yang baik.kalo bulan depan, apakah nak Ali keberatan?"


" tidak ,Pak.bahkan saat inipun saya siap.Saya ingin menghalalkan mbak Agnes dulu, agar kami bisa menyiapkan resepsi pernikahan kami nantinya tanpa ganjalan dan dosa.Kalo diijinkan, saya ingin nikah agama dulu hari ini"

__ADS_1


" haaa?!" seru Agnes dalam hati.menikah hari ini? gak salah?


" bagus itu, jadi Agnes mau mahar apa,biar disiapkan sama Ali.Nanti bakda Isya kita siapkan ijab qobulnya" ujar Om Han


" Yang jelas surat ar rahman sama uang yang Mas Ali terima selama sebulan bekerja ,cukup sebagai mahar saya" jawab Agnes


" gimana ,Ali? kamu siap?"


" siap paman" jawab Ali mantap


Hingga kemudian keluarga Agnes pun sibuk menyiapkan persiapan ijab qobul nanti malam, yang mengundang keluarga saja.


Malamnya, Agnes dibalut kebaya putih, yang dia pake saat wisuda dulu, dirias cukup sederhana namun terlihat cantik, sedangkan Ali memakai baju koko putih juga tampak menawan.


Selepas Isya, Ali yang didampingi oleh Om Han dan istrinya sebagai wali, sedangkan Agnes dan keluarga besarnya serta tetangga sebelah melangsungkan ijab qobul.


Dengan lantang Ali menerima ikrar qobul dari ayah Agnes.


Tak terasa, airmata Agnes mengalir, tak menyangka takdirnya mempertemukan dia dengan Ali, pemuda yang lebih muda usianya sebagai suaminya.


Bahkan mereka baru bertemu sekali ini, tapi sudah mampu memantapkan hati Ali untuk menikahinya.

__ADS_1


" barakallahu laka wa baraka alaika wa jamaa bainakuma fii khoir"


Setelah pernikahan mereka, Agnes mengikuti Ali ke pondok tempatnya belajar.Kini Ali tak lagi tinggal di asrama, tapi mengontrak sebuah rumah kecil yang dia tempati bersama istrinya.Masa belajarnya tinggal beberapa bulan lagi sebelum dia kembali ke banjarmasin untuk mengajar. Pun dengan Agnes,dia harus mengikuti kemanapun suaminya bertugas meski harus jauh dari orang tuanya..


__ADS_2