
" Alhamdulillah..akhirnya selesai" guman Sito memandang TV ukuran 21 inc yang baru saja dia servis..Kerusakan pada IC nya membutuhkan lebih banyak biaya untuk servis kali ini.
" semoga yang punya bisa mengerti" ucapnya kemudian menaruh TV itu di belakang motornya dan mengantarkannya ke pemiliknya.Dia memang memberikan servis antar jemput untuk barang barang elektronik yang diserviskan kepadanya.
Tak sampai lima belas menit, dia sudah sampai di rumah pemilik TV itu.
Setelah mengucapkan salam, dia menurunkan TV besar itu dan meletakkannya di meja, menunggu tuan rumah menghampirinya.
" eh, mas Sito.sudah jadi mas?"
" sudah pakde..maaf, biaya agak mahal..ada penggantian suku cadang.silahkan dicoba pakde..garansi seminggu ya" ujar Sito menyerahkan kuitansi pembayaran kepada tuan rumah.
" iya mas..gak papa..makasih..ini uangnya" tuan rumah itupun memberikan uang sejumlah yang tertera di kuitansi.
__ADS_1
" makasih pakde..saya permisi.Assalamualaikum" Sito pun kembali ke rumahnya.
" Alhamdulillah.." disimpannya uang itu di buku tabungannya.
*****
Sementara Agnes , dia sudah sehat kembali dan sudah beraktivitas kembali membantu tante Wi di butiknya.
Siang itu,butik Tante Wi lumayan rame karena sedang musim hajatan,, banyak orang yang memesan baju kebaya untuk pengantin ataupun among tamu.
" iya, mbak..mau pesan baju?" tanya Agnes ramah.Orang itu adalah tetangganya dulu.
" eh, iya nih..sodaraku ada yang mau nikahan.jadi mau pesan kebaya disini..kamu bukannya kuliah, kok disini?" tanyanya
__ADS_1
" iya mbak..sudah lulus kuliahnya.ini bantu bantu disini sambil nunggu panggilan kerja" jawab Agnes
" oh..la iya yo..dulu maksa pengen kuliah, setelah lulus juga susah cari kerja kan..mending gak kuliah, gak buang buang uang" ucapnya sedikit ketus
Agnes hanya tersenyum masam.Ini bukan pertama kalinya dia mendapat cibiran seperti ini dari pelanggan butik tantenya.Apalagi memang rata rata pelanggan tantenya kenal baik dengan keluarganya.
" Nes..tolong yang ini dibungkuskan.mau diambil nanti sore" Tante Wi memberikan sepasang kebaya orange kepada Agnes untuk menghindarkan keponakannya itu dari lebih banyak hinaan.
Agnes mengambil kebaya itu dan membawanya ke belakang untuk dipak.Ia tau tantenya sengaja menjauhkannya dari pelanggan resenya agar Agnes tidak merasa minder.Tapi tetap saja Agnes tak mampu menahan air matanya.Meski sudah sering kali ia dicibir karena belum juga bekerja, tapi entahlah dia selalu tak bisa menahan kesedihannya.Jika dia saja sakit hati, apalagi orang tuanya.Padahal kebahagiaan mereka adalah prioritas Agnes saat ini.
" Nes....gak usah dengerin omongan orang ya.Mereka kan gak tau saja kamu itu anak yang rajin, gak mau berdiam diri di rumah.lagian kamu lulus juga baru sebulan kan..wajar kalo belum kerja.Udah, gak usah sedih lagi..Masih mending kamu mau kerja kayak gini,gak minta uang sama orang tua lagi meski gajimu disini gak seberapa.Tapi tante gak keberatan jika nanti kamu mendapat pekerjaan yang sesuai dengan ijazahmu. Disini kamu rajin, tante senang dengan hasil kerjamu, cepat dan tepat.Pasti di tempat lain juga sama."
" iya tan..makasih.tante sudah baik sama Agnes.Agnes hanya sedih belum bisa membahagiakan bapak sama ibuk.belum bisa membalas jasa mereka" Agnes masih terisak
__ADS_1
" gak papa..orang tuamu pasti mengerti.kamu anak yang berbakti selama ini.udah, tinggalin kerjaanmu..kita makan siang dulu" ajak tante Wi
****