Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
keluarga baru 2


__ADS_3

Siangnya setelah menjelang dhuhur, Pakde Man dan Bude Yem pulang.Dibantu asistennya, pakde membereskan sisa dagangan yang tidak habis dan menyimpannya di fresher.Sementara bude membersihkan diri.


Agnes dan Watik yang berada di lantai dua, beranja turun untuk menyapa tuan rumah.


Mereka menunggu di kursi tamu.Bude Yem yang sudah selesai membersihkan diri menghampiri keduanya.


" sudah lama,Nduk" sapanya ramah


Agnes menyalami budenya dan mencium tangannya, sedang Watik hanya menyalami kemudian kembali duduk.


" baru saja kok bude" jawab Agnes


" la ini siapa?" tanyanya melihat ke Watik

__ADS_1


" ini teman Agnes dari kampung bude.yang rumahe depan masjid.Dia sudah kerja disini." jawab Agnes


" oh..ya syukur ada temannya. makasih ya nduk, sudah nganter Agnes kesini. sudah makan belum?" tanyanya lagi


" sudah bude..tadi sudah disiapin sama pakde sebelum jemput." jawab Agnes sopan.karena memang pakde Man sudah meminta mereka makan sebelum ditinggal menjemput.


" kemarin ibuk sama tantemu telpon.nanyain dah kesini belum. tak jawab belum, karena memang belum kesini.Syukurlah kamu nanti bisa kerja disini Nduk..biar orang tuamu ada alasan kesini..kalo gak gitu, mereka gak akan menyempatkan diri ke sini." lagi lagi bude Yem tersenyum senang.Dia seumuran dengan ibunya Agnes, hanya saja tubuhnya sangat gemuk, sehingga terlihat susah beraktivitas.Tapi sepertinya memang orangnya apa adanya, masih menunjukkan pembawaan orang desa meski sudah lama tinggal di kota besar.


Tak berapa lama kemudian, beberapa orang dayang yang diketahui sebagai kerabat bude Yem yang juga berprofesi sebagai pedagang ayam.Mereka menempati kamar di lantai 2.


" itu mbak Mul sama anaknya,ingat gak? dia kan dulu juga sering main ke tempate kakekmu.kalo sama ibuk, dan tantemu sudah akrab.Anaknya sudah SMP tapi karang masuk sekolah.gak tau tuh anak, malas kayak bapaknya..Trus yang di belakangnya tadi, ada sepasang suami istri itu mbak Tri sama mas Jono, kalo itu ponakan bude." jelas bude Yem mengenalkan penghuni rumahnya.


"Kalo lenong sama Suli kemana bude?" tanya Agnes yang hanya tau anak bude Yem bernama Lenong dan Suli

__ADS_1


" masih kuliah, sebentar lagi juga pulang"


Dan benar saja, tak berapa lama keduanya pulang.


Menyalami ibunya dan berkenalan dengan Agnes dan Watik.


" Nduk, kenalin ini Suli anak bungsu.yang kembarannya ikut di desa.Yang cowok ini Lenong" ujar bude mengenalkan kedua anaknya.Mereka bersalaman kemudian pamit ke lantai 2 menuju kamarnya.


Setelah sedikit berbincang bincang, Watik akhirnya pamit. Agnes ijin mengantarkannya sampai ujung gang.


" Nes..kayaknya rumah budemu ramai banget deh..ada berapa penghuni disana..duh..pastinya berisik banget deh.kamu betah betahin dulu disini ya.Banyak berdoa semoga cepat ada kabar, biar gak kelamaan disini.meski pakde sama budemu baik, tapi tinggal dengan banyak orang apalagi orang asing, mbak aja gak bisa bayangin." ujar Watik begitu mereka sampai di ujung gang, menunggu angkot lewat.


" iya mbak..prihatin dulu sekarang.semoga gak pake lama numpang disini.Hanya keluarga ini yang dipercaya keluargaku." jawab Agnes

__ADS_1


" ya udah..tuh angkotnya dah datang..kamu balik sana" akhirnya Watik pun pergi dan Agnes kembali ke rumah budenya.


__ADS_2