Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
Jakarta, Aku datang


__ADS_3

"Nes..sudah belajar?" tanya Watik pada Agnes yang baru saja selesai mandi.


" sudah sedikit sih mbak" jawab Agnes menghampiri Watik yang sedang mencuci


" baguslah..santai saja.tes nya tes tulis biasa kayak ujian komprehens1if kok..kasus kasus 217 paling banyak.Dulu aku juga sama.sampai 7 x tes.gak tau kalo yang sekarang.harusnya sih sama." ujar Watik masih sibuk dengan cucian bajunya yang seember penuh.mungkin cucian seminggu baru sempat dia kerjakan.


Agnes mengangguk.


" ini cucian berapa hari mbak?"


Watik tertawa mendelik " kamu tanya pa nyindir?"


"ya tanya lah mbak" jawab Agnes ikut tertawa.


" baru seminggu" jawab Watik santai

__ADS_1


Agnes baru tiba tadi jam 5 pagi dan langsung dijemput oleh Watik di halte.Beruntung dia sedang libur hari ini, jadi bisa menemani Agnes di kosan.


" mbak..kok sepi? teman kos nya gak ada?" tanya Agnes yang memang sejak datang gak menemukan seorang pun selain Watik.


" ada sih, 3 orang..kalo weekend gini,mereka pada mudik.baru balik besok sore pulang kerja." jelas Watik yang sudah menyelesaikan cuciannya.


Agnes mengikuti Watik yang menjemur di teras.Sesekali dia melihat gedung RS yang menjulang di seberang jalan.Disitulah besok dia akan menjalani tes.Kos Watik memang dekat dengan RS, hanya jalan kaki 5-10 menit sampai.Karena lokasi RS memang berada di depan perumahan yang masih sepi penghuni, sehingga mudah mencari rumah kos atau kontrakan.


" Habis ini kita cari makan dulu di depan" ujar Watik selesai menjemur pakaiannya.


Hanya butuh 5 menit, mereka sudah sampai di pujasera yang menyediakan bermacam macam pedagang makanan.bisa dibilang lebih mirip kantin, hanya saja letaknya di luar kompleks rumah sakit.


Agnes melihat sekeliling dan mengamati satu persatu menu yang tersedia di pujasera itu.


" soto betawi saja mbak..sama es teh" jawab Agnes yang kemudian mengambil tempat duduk kosong.

__ADS_1


Watik segera memesan makanan dan ikut bergabung dengan Agnes.


" kalo pas jam kerja, disini ramai Nes.apalagi saat pulang kerja, karyawan RS lebih suka makan disini daripada catering Rumah Sakit.Sama sama bayar, tapi rasanya enak di kaki lima.Cuma kebersihannya memang lebih higienis di dapur rumah sakit sih.mereka kan catering ternama." ujar Watik yang telah menyeruput jus alpukatnya.


Tak berapa lama, menu pun datang.Watik ternyata memilih menu lotek bandung yang kaya sayuran.


" gak pake nasi mbak?" tanya Agnes


" aku lagi mengurangi nasi Nes..tapi tetap saja badanku melar segini" keluh Watik yang memang berbody big size.


" kurang olahraga kali mbak"


" iya sih..paling malas olahraga.selain gak ada temannya, kadang pulang kerja dah ngantuk, capek..bawaannya pengen molor saja.apalagi kalo sudah di kosan..malas keluar meski cuma beli makan.panas..nanti kalo kamu dah kerja disini, pasti ngerasain yang sama."


" kamu nambah apa tadi?" tanya Watik begitu mereka menyelesaikan makannya.

__ADS_1


" gak nambah kok mbak" jawab Agnes mengambil dompetnya dan hendak mengambil beberapa lembar uangnya.


" gak usah.biar aku yang bayarin.kalo kamu dah kerja, gantian kamu yang traktir" ujar Watik bergegas membayarkan tagihan makannya dan tak lupa membeli beberapa cemilan untuk di bawa ke kos..


__ADS_2