Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
usaha Agnes


__ADS_3

" Yang sabar ya mbak..nanti Ratna bantu bicara dengan bu Yulia.beliau orangnya welcome kok." ujar Ratna memeluk Agnes yang masih berurai air mata.


" makasih mbak Ratna. Saya gak tau harus sharing sama siapa" ujar Agnes masih terisak.


" besok pagi, mbak nemui bu Yulia dulu ya di ruangan kasie keperawatan.beliau kan ibuk kita, pasti bantu.Oke mbak? senyum dong" Ratna kembali bergurau


Agnes pun tersenyum dan menghapus sisa air matanya.Bersyukur dia sharing dengan orang yang tepat.Ratna tidak hanya ramah, tapi juga solusioner.


" makasih mbak Ratna" kembali Agnes mengucapkan terima kasihnya.


Keduanya kemudian pulang dengan kelegaan, terutama Agnes.Tak peduli besok akan mendapatkan cibiran ataupun ketusan dari kepala ruangnya, ada yang lebih dia takutkan dari sekedar omelan mereka.


****


Paginya, setelah absen di ruangan, Agnes meminta ijin Kak Hepi untuk bertemu dengan bu Yulia.


" ketemu bu Yulia?" tanya Kak Hepi memastikan dengan pandangan penuh selidik.


" iya kak" jawab Agnes masih menunduk

__ADS_1


" ya udah" akhirnya Kak Hepi mengalah


Agnes pun segera menuju ruangan kasie keperawatan, dimana bu Yulia berada di lantai 6.


tok tok tok


" masuk!" suara bu Yulia menyahut dari dalam


Agnes membuka pintu dan mendapati sosok bu Yulia, gadis berusia 35 tahun yang duduk di kursinya.Di usianya yang matang itu, bu Yulia belum menikah.Mungkin sibuk berkarier hingga lupa untuk menikah.


Bu Yulia tersenyum mendapati Agnes dan kemudian memintanya masuk.


Agnes pun duduk di depan bu Yulia.


Sejenak bu Yulia menghentikan aktivitasnya dan menatap Agnes.


" jadi apa yang ingin disampaikan?" tanyanya menatap Agnes penuh kehangatan.


Agnes yang awalnya sudah grogi, berangsur lega.Setidaknya bu Yulia tidak semenakutkan yang ia kira.

__ADS_1


Agnes pun menceritakan keluh kesahnya dengan baju OK yang pendek dan gak bisa menutup auratnya dengan penih kesedihan.


Bu Yulia mendengarkan dan mengangguk tanda mengerti.


" jangan sedih.Sekarang kamu minta Kak Hepi buat permintaan barang ke laundry, baju panjang khusus OK yang sama seperti punya VK.Sekalian kerudungnya.kalo kak Hepi tidak mau, kamu buat sendiri dan bawa kesini.Saya yang akan menandatanganinya langsung.Sementara belum jadi, kamu pinjam dulu punya VK ya?" ujarnya bu Yulia


Agnes pun tersenyum senang, tak menyangka akan mendapatkan pencerahan.


" terima kasih, bu. Agnes akan buat permintaannya sekarang, dan akan Agnes sampaikan ke ibu hari ini juga" Agnes benar benar bahagia.


" Nes..di OK memangnya hanya kamu yang berjilbab?" tanya bu Yulia, karena baru kali ini ada masalah soal baju ganti.


" gak juga bu.Ada Tri yang lebih dulu memakai jilbab.Tapi kalo di OK ya dia pake baju yang ada." jawab Agnes sedih, mengingat Tri yang begitu mudahnya menanggalkan jilbabnya tanpa berusaha dulu.


" oh..ya sudah.kamu buat permintaannya biar cepat jadi.ibu tunggu" akhirnya bu Yulia menyudahinya.


Agnes segera pamit dan kembali ke ruangannya dengan wajah lebih ceria.


Dia segera menemui kak Hepi dan menyampaikan permintaan bu Yulia.Kak Hepi hanya mengangguk dan meminta Agnes sendiri yang membuatnya.

__ADS_1


Dengan senang hati Agnes membuatnya dan segera menyerahkannya ke meja bu Yulia.Tak sabar mendapatkan baju panjang dan kerudung yang sesuai dengan aktivitasnya di kamar operasi.Satu masalah telah teratasi.


__ADS_2