
Agnes sudah bangun sejak jam 3.30 pagi.Sudah kebiasaannya merutinkan tahajud dan lanjut subuh.Apalagi pagi ini, dia juga akan berangkat untuk tes kedua.
Dia sudah di mobil bersama bude dan pakde Man yang akan kepasar.
" Nduk..ini buat ongkos" bude Yem memberikan selembar uang seratus ribu.
" gak usah bude.Agnes sudah ada uang kok" tolak Agnes halus.Dia benar benar gak enak terlalu banyak hutang budi.
" hust..gak boleh nolak pemberian orang tua.pamali..besok kalo dah kerja, gantian kamu yang njajakne bude makanan enak ya" gurau bude Yem tetap memaksakan uang itu ke pangkuan Agnes.
" makasih bude" Agnes pun akhirnya menerimanya dan menyimpannya ke dalam saku.
" nanti kamu naik mayasari dari sini saja Nduk..jam segini masih longgar..hati hati ya" ujar pakde menurunkan Agnes di pinggir jalan.
Agnes menyalami bude dan pakdenya ,tak lupa cium tangan.Baginya sekarang,keduanya adalah orang tuanya.
Beruntung, tak lama kemudian bis mayasari jurusan kalideres tiba.Meski baru sekali ini menyusuri Jakarta seorang diri, tapi tak ada hambatan selama perjalanan dan dia bisa sampai di rumah sakit lebih awal tanpa terjebak macet.
Untuk kedua kalinya ,Agnes mengikuti tes dirumah sakit ini.Kali ini ujian praktek.Beruntung tak banyak hambatan dan dia bisa mengikuti tes selanjutnya seminggu lagi yaitu psikotes.
__ADS_1
****
Sudah hampir sebulan Agnes di Jakarta.Dia hanya berkirim kabar kepada keluarganya dan tentu saja tante Wi. Dia sengaja tak ingin mengingat dulu tentang Sito, kalo belum ada kepastian dia benar benar telah diterima bekerja.Dan sampe hari ini, dia telah lolos 4x tes.Tinggal 3x lagi menuju kontrak kerja.
Dan selama itu pula ia mulai terbiasa dengan keluarga barunya.
Pagi ini setelah bersih bersih rumah dan memasak, Agnes minta ijin pakdenya untuk mencari kontrakan Endang, temannya waktu di kampung.Endang sudah puluhan tahun merantau di Jakarta dan sudah menikah dengan Adi,tetangganya juga.Keduanya adalah sahabat Agnes dan Sito.Jadi keduanya pun juga tau kisah mereka.
" bener ini alamatnya Nduk?" tanya Pakde Man ketika mereka tiba di sebuah rumah petak sederhana.
" njih pakde.sesuai alamat yang diberikan.Saya tanya dulu pakde" Agnes pun turun dari motor dan menemui wanita paruh baya yang sedang duduk diluar.
Sejenak perempuan itu menoleh dan melihat ke Agnes.meneliti ke arah gadis itu.
" yang dari Solo?" tanyanya
" iya bu"
" oh ada..mari mari saya antar.kontrakannya di dalam soalnya" jawabnya ramah
__ADS_1
Melewati ruang dapur, akhirnya Agnes menemukan rumah petak di bawah pohon.
" mbak Endang, ada temannya" teriak wanita itu
" ya mpok" suara cempreng Endang menyaut dari dalam.Nampak sosok wanita gembul dengan kerudung instan keluar.
" Agnes!" pekiknya lalu berhambur memeluk sahabatnya itu.
" ah, gak nyangka.kamu sampai Jakarta juga say" ujarnya penuh kebahagaian.
"" mpok..ni sodara Endang dari kampung" Endang mengenalkan Agnes ke ibu kontraknya.
Si ibu tersenyum dan mempersilahkan keduanya ngobrol.Pakde Man yang nyusul ikut bergabung dengan mereka.
" Ndang, kenalin.Ini pakde Man.Aku tinggal sama pakde selama di Jakarta" Agnes memperkenalkan keduanya.
"monggo pakde..maaf tempatnya seperti ini"
" iya ,gak papa.Nduk, pakde tinggal dulu ya.kalo mau nginap gak papa,biar puas ceritanya"
__ADS_1
" iya pakde,makasih."