Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
kenalkan istriku


__ADS_3

Sementara Agnes, dia akhirnya berhasil lolos seleksi program perawat ke Saudi.


Dia bersyukur, mimpinya menjadi nyata.bisa keluar negeri sekaligus ke jazirah Arab, negeri para nabi.Melihat padang pasir, deretan pohon kurma dan unta..dan yang pasti holy mekkah, kota suci itu.


Berita pernikahan Sito ia dengar dari Endang, sahabatnya ketika ia mampir sejenak setelah interview sebulan lalu.


Bukan tanpa sebab ia mencoba untuk tidak peduli, karena saat ini dia memang sedang berkonsentrasi dengan pengurusan administrasi paspor dan sebagainya sebelum pemberangkatan.Ia hanya punya waktu 2 minggu untuk semua persiapan itu.


Dan kado untuk Sito pun, ia hanya berpesan kepada kakak keduanya untuk membelikan dan mengirimkannya ke rumah Sito, tanpa tau kado apa yang sudah disiapkan oleh kakak keduanya itu.


Walau dia tak berjodoh dengan Sito, setidaknya silaturahim harus terjaga kan.Dan Agnes sendiri yang pernah meminta Sito untuk tetap menjaga silaturahim suatu saat nanti bila mereka tak berjodoh. Dan Agnes ingin berbesar hati untuk itu, meski di dalam hati kecilnya tentu ada rasa kehilangan ,kenapa Sito tak cukup kuat menunggunya, tapi segera ia tepis dengan mengembalikan semua rahasia jodoh di tangan Ilahi.


Hari ini, Agnes sedang sibuk menyiapkan baju bajunya dan menata di koper yang dibelinya beberapa hari lalu bersama kakak keduanya.Sudah 3 hari ia dirumah, untuk menyiapkan perlengkapan sekaligus pamitan kepada keluarga besarnya.


" Assalamualaikum" terdengar suara laki laki yang mengganggu kesibukan Agnes di kamarnya.


Ia bergegas kedepan, membuka pintu dan menjawab salam


" Waalaikumsa....lam..." tercengang Agnes mendapati sosok yang sepagi ini bertamu.


Ia terpaku didepan pintu, pun dengan sosok yang di depannya.Keduanya sama sama terpaku , saling menatap dengan hati yang tak dapat terlukiskan antara rindu, dan kecewa.

__ADS_1


Hingga suara gadis di belakang Sito, membuyarkan keduanya.


" mas.." rajuk sang gadis di belakang Sito memegang lengan suaminya.


Sito menoleh, dan mengakhiri pandangannya ke arah Agnes.


" eh..mas..masuk" akhirnya Agnes berhasil menguasai diri dan mempersilahkan sepasang pengantin baru itu masuk.


Ia menyalami istri Sito dan memeluknya menawarkan persaudaraan, meski mungkin keduanya tau bahwa mereka telah mencintai orang yang sama.


" masuk mbak..kenalin, saya Agnes" ujar Agnes seraya melepas pelukannya


" Wina" si gadis itu juga memperkenalkan diri sekilas.


" mari duduk" ajak Agnes hingga ketiganya duduk di sofa ruang tamu itu.


Suasana kembali canggung.Agnes melihat ke arah Sito seperti meminta penjelasan.


Sito pun akhirnya membuka suara,


" Dek, ini istriku" ucapnya memperkenalkan sosok Wina kepada mantan kekasihnya.Pandangannya menatap intens raut wajah Agnes, melihat reaksi gadis itu mengekspresikan kecemburuan.

__ADS_1


Tapi sayangnya, Agnes justru tersenyum lebar, seakan malah berbahagia dengan pernikahan Sito, yang membuat Sito menghela nafas kecewa.


" MasyaAllah, barakallah ya mas, mbak..Alhamdulillah, Allah sudah menyatukan kalian.Jadi kalah duluan nih.." selorohnya tertawa kecil.


" Afwan ya mas, gak bisa hadir pas walimahan." ucapnya penuh sesal.


" kami nikahnya sederhana kok Dek.hanya ijaban saja.Yang penting sah" jelas Sito


" iya..mbak nya asli mana?" tanya Agnes ke Wina yang sedari tadi hanya mengamati interaksi suaminya dengan Agnes.


Dalam hati ia bertanya tanya, siapakah sosok Agnes bagi suaminya,mengapa Sito sampai membawanya dan mengenalkan gadis itu padanya?


" Saya gondangrejo" jawabnya


"oh..dimana itu?" tanya Agnes lagi. Sungguh dia benar benar tidak tau daerah mana itu.


" Masih sekabupaten Dek, cuma lebih pelosok lagi.ini ujung barat kabupaten" jelas Sito


" oh..maaf maaf..Agnes kudet ya" Agnes tertawa kecil menyadari ketidaktauannya akan daerahnya sendiri.


" sebentar ya, Agnes buatin minum dulu" Agnes pun bergegas ke dapur membuat teh manis.

__ADS_1


Sementara Wina, mengedarkan pandangannya ke ruang tamu itu, dan mengamati foto wisuda Agnes diapit kedua orang tua dan kakaknya.


" Dia gadis berpendidikan, dan sepertinya keluarganya cukup berada, setidaknya dibandingkan keluargaku dan keluarga mas Sito" gumannya


__ADS_2