
" jadi diambil Nes?" tanya Watik setelah mereka menemukan kos untuk Agnes.Kos itu tidak terlalu jauh dari rumah sakit.Tepatnya di perumahan depan rumah sakit.Kos yang ada di lantai 2 ada 3 kamar, ruang tamu dan 1 kamar mandi.Ibu kosnya bernama ibu Ros, janda 2 anak yang tinggal sendiri karena anak anaknya laki laki semua dan masih jomblo lebih suka kos juga,mengingat tempat kerjanya juga jauh.
" iya mbak..lumayan kok.lagian cuma buat tidur saja kan." jawab Agnes yang mengepaki bajunya.Sore ini dia akan langsung pindah kos baru, sebab besok pagi dia sudah mulai kerja.
" kita sewa becak saja.kan deket juga.sewa mobil malah susah masuk gang." ujar Watik
" iya mbak..serah saja."
Dan hanya perlu 10 menit, mereka tiba di depan kos.Setelah membayar ongkos becak dan menurunkan bawaannya, Agnes masuk diikuti Watik yang membantunya.
"Nes..kok sepi? ibu kosnya gak ada?"tanya Watik ketika Agnes membuka pintu.
" bu Ros jarang di rumah mbak.Katanya kalo sore banyak kegiatan.anak anaknya kan gak ada yang di rumah.beruntung ada yang kos, jadi ada temannya"sahut Agnes yang terus melangkah dan menaiki tangga menuju lantai 2.
" Alhamdulillah..sampai.taruh situ aja mbak..ntar aku beresi.Kamarku yang ini, berdua sama karyawan baru juga katanya.paling sebentar lagi datang" Agnes masuk ke kamar dan mulai menata baju bajunya di lemari.
Tak berapa lama, dia sudah selesai beres beres.
" mbak..aku mandi sebentar ya.nanti baru ke depan sekalian beli makan"
" ya..santai saja" jawab Watik yang kemudian memilih menuju balkon dan melihat sekitarnya.
__ADS_1
Setelah 10 menit, Agnes pun telah selesai dan terlihat lebih bugar.
" Yuk mbak..kita cari makan kedepan.sebelum magrib tiba" ajak Agnes turun diikuti oleh Watik.
Setelah membeli makanan , keduanya sepakat berpisah.Agnes kembali ke kosnya dan Watik juga.
Sesampainya di kos, nampak sudah ada penghuni baru di kamarnya.
" hai, baru datang ya" sapa Agnes
" iya,kamu disini juga?" tanyanya
" hmmm..aku Elis, dari priangan.kamu?" tanya gadis manis yang ternyata gadis Sunda itu.
" aku Agnes dari Solo" jawab Agnes tersenyum manis.
" perawat juga ya? " tanyanya
" iya..baru lulus.belum pengalaman" sahut Agnes.
"iya..yang dicari memang yang fresh graduate kayaknya.Aku juga baru lulus kok.kemarin sempat kerja di klinik sih waktu di Priangan" jelas Elis.
__ADS_1
" sudah merrid?" tanya Agnes ketika melihat Elis mengeluarkan sebuah bingkai foto pernikahan dengan gaun adat Sunda berwarna merah nyala dan meletakkannya fi meja rias.
" iya..baru 4 bulan" jawabnya tersipu dan kembali melanjutkan aktivitasnya menata banyak alat kecantikan yang cukup asing buat Agnes.
" masih pengantin baru dah pisah? suaminya disini juga?" tanya Agnes penasaran.
" enggak..suamiku disana.ngurusi kerjaan bantu orang tuanya." jawabnya
" jadi? pisahan,?"
" nanti kan tiap libur aku pulang." jawab Elis santai
" oh.." jawab Agnes tak ingin lagi kepo.
' Elis memang cantik, kulitnya putih mulus, khas mojang Priangan, hidungnya mancung dan pintar dandan.Yakin nih suaminya tega berpisah , apalagi masih pengantin baru' batin Agnes masih penasaran.,' apakah mereka dijodohkan dan Elis gak suka sama suaminya? tapi kalo gak suka, kan gak mungkin bawa foto suaminya.daripada kepo, mending aku makan dulu' Agnes kemudian memilih keluar kamar dan menyiapkan makan malam yang telah ia beli.
" Lis, dah makan?" tanyanya
" sudah, Nes..tadi sekalian makan diluar sama suami" jawab Elis yang kemudian terlihat memilih berbaring di ranjang setelah selesai berbenah.
Agnes memilih meneruskan makannya dan menonton TV.
__ADS_1