
Sesampainya di rumah, Agnes mengurung diri di kamar.Apa yang ia alami di butik tadi, ternyata masih menjadi beban pikirannya. Dia ingin sekali keluar dari situasi ini.
Di antara teman teman seangkatannya, baru Tripy yang diterima bekerja di rs swasta di klaten.Tapi itu cukup menjadi cambuk baginya.
Sedangkan Lestari, dia memilih magang di tempat bidan desa sembari menunggu panggilan.Gadis mungil itu memang penurut dan tak minder.
" mungkin besok aku harus mencoba membuat lamaran di jakarta.ada mbak Watik, temannya mas Saleko yang sudah kerja di jakarta.Mungkin aku bisa meminta alamat rumah sakitnya" gumannya.Ia bertekad mencari pekerjaan secepatnya, tidak perduli meski harus ke jakarta.
****
Pagi ini, Agnes sengaja mendatangi rumah Watik, salah satu perawat yang sudah bekerja di jakarta.Kebetulan dia sedang mudik untuk membantu adiknya yang akan kuliah fisioteraphy.
" Assalamualaikum,mbak.." sapa Agnes
" Waalaikumsalam, masuk Dik.dah lama gak ketemu, makin cantik sekarang pake hijab" sapanya ramah
__ADS_1
" mbak sekarang yang sudah sukses" Agnes memuji kembali Watik yang memang telah sukses.
" iya Dik..calon orang kaya ini..badannya udah cocok jadi orang kaya" guraunya memperlihatkan badannya yang memang bosor sejak dulu.
" jadi..sudah lulus ya? sudah lamar dimana saja" sambungnya lagi setelah acara basa basi selesai
" semua sudah aku masukin mbak..tapi belum ada yang dipanggil.bingung ni mbak" keluh Agnes
" kalo dikota kecil kayak tempat kita itu memang susah Dik.gajinya kecil lagi, mana gak sesuai dengan biaya kuliah kita yang ngabisin petakan sawah" ujarnya kembali mengenang masa masa kuliahnya yang gak jauh beda dengan Agnes.mengandalkan hasil panen untuk biaya semesteran.
" makanya aku kuliah perawat,Dik..berharap bisa merawat ibukku, agar tidak dihina orang lagi.Ibukku gak salah Dik.Dia bisa sembuh, tapi lagi lagi hinaan orang lah yang membuatnya terpuruk"lagi lagi air mata Watik tak kuasa menetes mengenang nasib keluarganya.
Agnes hanya terdiam mendengarkan.Dia memang harus banyak bersyukur dibandingkan keluarga Watik.Dia juga memaklumi kegigihan Watik untuk membalas dendam dengan orang orang yang telah menghina keluarganya terutama ibunya.
" maaf Dik..malah jadi mellow" akhirnya Watik tertawa lirih menyadari kemellowannya.." jadi, apa ada yang ingin kamu tanyakan" ? tanyanya setelah drama tangisan itu reda.
__ADS_1
Agnes menghela nafas..
" eh, iya mbak..Agnes boleh melamar di tempat mbak?" tanya Agnes hati hati.Dia takut menyinggung Watik.
" oh,..serius kamu mau ke jakarta? emang sama bapak ibukmu diijinkan? kamu kan anak perempuan satu satunya Dik..lain sama aku..aku harus gantian bantu bapakku biayai sekolah adik adikku" cercanya tak percaya
" iya mbak..ya mau gimana lagi.disini susah cari kerjanya" jawab Agnes sedih
" sebenarnya sih di tempat mbak memang lagi butuh banyak karyawan.Tapi apa kamu sanggup? kerja di swasta apalagi di kota besar itu kan capek.gak kayak di rs kecil.Tapi gajinya sih lumayan di bandingkan yang lain" jelasnya
" iya mbak..gak papa.dicoba dulu" jawab Agnes semangat
" ya udah.tak kasih alamatnya.kamu kirim lewat email saja.nanti akan dapat panggilan by phone" akhirnya Watik mengalah dan memberikan alamat tempat kerjanya.
****
__ADS_1