
Sesampainya di rumah, Agnes segera menyiapkan semua berkas lamarannya.Tekadnya sudah bulat kali ini..Rasa sakit hatinya karena cibiran orang dan perasaan orang tuanya telah mengukuhkan tekadnya.
Yah..dia harus sekali lagi membuktikan kalo dia bisa.
Membuka laptopnya dan mulai mengirimkan berkas lamarannya via email yang diberikan Watik.Saat ini yang penting kirim dulu, kalo dapat panggilan ya dijalani kalo gak ya cari lagi yang lain, begitu pikirnya.
Sudah terlalu lama baginya menganggur, terhitung lebih dari 2 bulan sejak kelulusannya, dan meski dia sudah mengikuti beberapa tes cpns di beberapa kabupaten, tapi semuanya kandas.Mungkin memang takdirnya bukan sebagai ASN.
Selesai mengirimkan email, dia bergegas bersiap ke butik.Hari ini kerjaan di butik menumpuk.Tantenya mengijinkan ia datang terlambat asal dia tetap datang.Karena tantenya akan kerepotan jika Agnes tak membantunya.Tenaga gadis itu memang patut diacungi jempol.
****
" Nes...jadi ngirim lamaran ke Jakarta?" tanya Tante Wi ketika mereka sedang istirahat selepas makan siang.
__ADS_1
Agnes yang sedang memainkan ponselnya menoleh dan mengangguk.." iya tan"
" kamu sudah mantap untuk merantau" tanyanya lagi.Meski dia akan kerepotan jika ditinggal Agnes, tapi dia juga ingin keponakannya itu menndapatkan pekerjaan yang layak untuk masa depannya.
" sudah tan..Agnes sudah istikharah dan sepertinya ini memang jalan takdir Agnes.lagian Agnes juga belum pernah ke Jakarta" ucap Agnes menyemangati dirinya sendiri. Beberapa malam ini, dia memang melakukan istikharah untuk memantapkan hatinya.Dan dia memutuskan untuk mencoba peruntungan di Jakarta.
" trus hubunganmu sama Sito gimana? Tante dengar, dia dah nyiapin banyak hal untuk menikah sama kamu.Bahkan kemarin, om mu bilang, Sito membeli sesuatu di toko muslimah depan kantor.Sepertinya ia ingin menyiapkan perangkat lamaran buatmu. " tante Wi kembali mengingatkan Agnes tentang Sito yang begitu terobsesi dengannya.
" Agnes gak tau ,tan.Agnes juga bingung.Kalo memang dia jodoh Agnes, pastinya jalan kami akan dimudahkan kan.mungkin kepergian Agnes nanti sekaligus menguji keseriusan dan cinta kami.seberapa jauh bisa bertahan ketika terpisahkan jarak dan waktu. Agnes sama mas Sito tidak mempunyai komitmen apapun selama ini.Meski kami saling menyukai dan tertarik satu sama lain, tapi Agnes pribadi tidak ingin menjanjikan kebersamaan yang bahkan Agnes juga tidak tau kemana takdir akan membawa kami" jelas Agnes
" itu pasti tan..Agnes akan sampaikan nanti." jawab Agnes lagi ..
***
__ADS_1
Sementara, di tempat lain, Sito sedang menghabiskan jam istirahatnya di sebuah toko perlengkapan muslim di depan kantornya.Beberapa hari ini dia memang tertarik ke toko itu.Ada beberapa barang yang menarik perhatiannya.Setiap kali melihat barang itu, dia tak sabar untuk membelinya, tapi dia belum gajian, sehingga dia memilih melihatnya dulu, berharap barang itu belum terjual.
Dan hari ini, dia kembali melihatnya.Dia berencana membelinya pulang kerja nanti karena gajian akan diberikan sebelum pulang.
Sebuah gamis warna hijau tua dengan aksen pita dan kerudung hijau lumut yang cantik.Dia selalu membayangkan Agnes memakai gamis itu, pasti akan semakin terlihat cantik dan anggun.apalagi warna hijau adalah warna favorit gadis itu.
Beruntung gamis itu masih terpampang disana ketika pemuda itu membelinya.Meski sedikit mahal, tapi sepadan dengan cinta yang ia berikan untuk gadis pujaannya.Gadis yang merubah hari harinya menjadi penuh warna.
Tak sabar dia ingin memberikan hadiah itu ketika gadis itu menerima lamarannya nanti.
Dia memang tidak akan melamar dengan cincin atau bunga, karena Agnes pasti tak menyukainya.Gadis itu terlalu simpel , tak suka hal hal yang tak bermanfaat.
Betapa beruntungnya dia jika bisa bersanding dengan gadis itu..
__ADS_1
****