
"Mana ponsel Lo? Sini Gue liat!" pinta Imran dengan wajah yang datar, tetapi matanya menajam.
"Hah? Apaan? Ponsel gue? Kagak ada." balas Dylan gelagapan.
"Bulshit!" pekik Imran.
Dylan yang terpancing emosi segera menunjuk-nunjuk wajah Imran dengan protesnya kesal.
"Eh, Lo tega banget ngomong gitu ke gue? Kita kan sahabat!" bersamaan setelah itu Arul menyenggol lengan Dylan yang kemudian menoleh ke arahnya secara sarkatis.
Beruntungnya, Dylan mengerti apa yang diisyaratkan mata Arul yang seolah menunjuk tangannya. Ya, benar, tangan Dylan yang dipakainya untuk menunjuk-nunjuk wajah Imran, terdapat ponsel yang sebelumnya ia genggam.
Dylan berusaha tersenyum pada Imran yang menatapnya datar. Imran pun membalas senyumannya sesaat dengan kesan yang sinis. Dylan tampak pasrah saat Imran mengambil ponselnya dan membuka layar ponsel itu.
"Passwordnya apaan?"
"Siti Cantik," seketika Imran dan Arul menampakkan reaksi mual setelah mendengar jawaban itu.
"Lebay!" umpat Arul, dan langsung dibalas senyuman lebar dari Dylan.
Setelah terbuka, jari telunjuknya membuka galleri di layar ponsel, dan langsung menghapus foto yang terdapat dirinya bersama layar ponsel yang dimainkan. Tidak terlalu penting, namun Imran hanya ingin berjaga-jaga saja. Karena ia tahu, kedua sahabatnya itu sangat senang mengerjainya.
"Oh, cuma ini doang? Oke, makasih." Imran mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya dengan senyum miringnya. Kemudian berjalan pergi.
Setelah Dylan menerima ponselnya, matanya dan mata milik Arul berpapasan dengan alis yang dinaikkan. Bisa ditebak, mereka menyembunyikan sesuatu.
"Cendol Mang Oleh keburu habis!" seru Imran, dan langsung disusul oleh kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Iya, tunggu!"
**
Malam hari yang cerah oleh sinar bulan, Maura memilih untuk memandang kota dari ketinggian balkon kamarnya. Lampu-lampu kota terlihat seperti bintang-bintang yang berwarna-warni.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi di dalam kantung roknya. Tangannya merogok dan mengambil ponsel, kemudian membuka pesan yang dikirimkan oleh seseorang.
Siti
( Ra, coba cek Instagram )
Maura mengernyitkan dahinya bingung. Tetapi jari telunjuknya segera membuka aplikasi media sosial, Instagram. Setelah beberapa saat matanya terbelalak mendapati salah satu postingan yang berisi pembicaraan tentangnya di kolom komentar, terlihat dari beberapa orang yang menge-tag akunnya.
3.443 suka
Lihat semua 755 komentar
Arul Erlubis1945 Gak nyangka gue @Imran00
Chika is Chika Breaking news ya?
SiPalingKece Wihh.. Reporter terupdate nih @Dylan Sastrono1708
Shiv4 Aw, berita yang sangat mengejutkan
__ADS_1
SiPalingTersakiti Sayang banget aku bukan adek kelasnya.. Sedih deh Mas @Imran00
Dylan Sastrono1708 Iya nih, semoga aja ada tawaran job @SiPalingKece
Dylan Sastrono1708 Emangnya lo kelas berapa deh? @SiPalingTersakiti
Apel Unguzz Wadidaww! Adek kelas? Siapa ya.. Jadi kepo nih
Apel Unguzz Atau jangan-jangan itu Maura @Maura Veronia26
Chika is Chika Mungkin.. Aduh, jadi bapell deh @Maura Veronia26 @Imran00
SiPalingTersakiti Gue baru kelas 2 di panti jompo @Dylan Sastrono1708
SiPalingTersakiti Kok Maura? Kok Mas Imran tega khianatin aku demi wanita cantik dan sholehah kayak dia? Uhuhu @Imran00
Dylan Sastrono1708 Haha gak kocak! @SiPalingTersakiti
Siskaaa Aduh Maura, bagaimana perasaanmu? @Maura Veronia26
Hanatasya Ciee yang udah move on :) @Imran00
Arul Erlubis1945 Ciee ada yang lagi ngerasa miris @Hanatasya
Dylan Sastrono1708 Iya, Imran udah move on. Tapi aku belum move on dari bayangan kamu, Han @Hanatasya
Hanatasya Biarin @Arul Erlubis1945 Ya terus? @Dylan Sastrono1708
__ADS_1
Dylan Sastrono1708 Ya minimal nomor WhatsApp lah @Hanatasya
Arul Erlubis1945 Busett dah, Lo suka sama Hana? Okelah gue dukung! Wkwk @Dylan Sastrono1708