Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
10


__ADS_3

Sinar mentari pagi telah muncul, dan membuat pemilik kamar membuka mata. Siapa lagi kalau bukan Rehan, Rehan pun segera bangun dan langsung menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama Rehan telah selesai dan terlihat lebih segar, apa lagi setelah menggunakan setelan jas berwarna hitam ia terlihat mempesona.


Rehan turun ke bawah untuk sarapan, karena Risa sudah menunggu dimeja makan. Setelan sampai dimeja makan Rehan langsung menarik kursi yang biasa ia tempati dan duduk, mereka pun mulai sarapan dengan suasana yang hening. Tak butuh waktu lama, mereka selesai sarapan dan Rehan langsung meniggalkan Risa dimeja makan, ia langsung berangkat kekantor karena Tio sudah menunggu nya di teras. Tio membukakan pintu untuk Rehan,Mobil yang di kendarai Tio telah meninggalkan halaman rumah mewah tersebut, Sedangkan Risa menggunakan mobil sendiri untuk menuju kekantor.


Mobil yang dikendarai Rehan, telah sampai di Perusahaan R.A Purnama Grup dan Rehan pun keluar dari mobil disusul Tio, dua pria tampan tersebut masuk ke gedung tersebut. Semua karyawan membuat barisan dan menundukkan kepala nya, untuk memberi hormat ke pada atasan nya.Tapi Rehan tidak merespon nya, karena Rehan terkenal dengan wajah dingin nya, Rehan terus berjalan menuju lift sedangkan Tio hanya menganggukkan kepalanya. Dua pria tampan tersebut masuk kedalam lift dan tak butuh waktu lama mereka telah sampai di ruangan masing-masing.


" Risa " Teriak Nani


" Ya ampun Nani, gak usah teriak teriak gitu telingaku sakit nih " Ucap Risa dengan muka yang kesal


" Hehehe maaf Ris " Ucap Riri terkekeh


" Kenapa " Ucap Risa


" Gapapa cuma manggil " Ucap Nani tersenyum


" Hem dah yuk masuk " Ucap Risa


" Iya " Ucap Riri semangat


Meraka pun menuju ke tempat meja kerja masing-masing


" Apa aku harus, menyetujui kemauan Risa ya " Ucap Rehan dalam hati


" Tio segera ke ruangan saya " Ucap Rehan dan menutup panggilan tanpa harus menunggu jawaban dari Tio


" Dasar seenak nya sendiri " Ucap Tio


tok tok tok


" Masuk " Ucap Rehan


Tio pun masuk setelan yang punya ruangan memberi ijin


" Duduklah " Ucap Rehan


Tio pun duduk disebelah Rehan


" Ada apa " Ucap Tio


" Aku mau kamu cari tau, kenapa Ibu nya dia bisa masuk rumah sakit " Ucap Rehan


" Maksudnya " Ucap Tio masing bingung dengan yang di ucapkan Rehan


" Kau ini bodoh sekali, Ibu dari wanita gila itu " Ucap Rehan


" Maksud tuan, Ibu nya Putri " Ucap Tio


" Siapa lagi " Ucap Rehan Santai


" Baiklah, akan aku cari tau " Ucap Tio


" Bagus, pergi dari sini " Ucap Rehan


" Dasar " ucap kesal


" Kenapa " Ucap Rehan menatap Tio tajam


" Baiklah aku pergi sekarang juga " Ucap Tio kesal dan langsung pergi dari ruangan Rehan


Ditempat lain Putri sedang kebingungan


" Ya Allah aku harus cari uang kemana " Ucap Putri lirih


" Ada apa nak " Ucap Bu erna


" Gapapa bu " Ucap Putri


" Tapi kamu kelihatan sedih nak " Ucap Ibu


" Ah gak bu, Ibu mau makan apa " Ucap Putri mengalihkan pembicaraan


" Ibu ingin bubur put " Ucap ibu


" Baiklah ibu ku sayang,aku belikan sekarang juga " Ucap Putri


" iya Ucap Bu erna


" Aku pergi dulu ya bu,ibu jaga diri baik-baik " Ucap Putri


" Iya hati-hati nak " Ucap Bu erna

__ADS_1


" Siap bu " Ucap Putri dan memberi hormat


bu erna pun hanya tersenyum atas tingkah laku anaknya


Putri meninggalkan rumah sakit tersebut dan menuju halte bus


tok tok tok


" Masuk " Ucap penghuni ruangan tersebut


" Permisi tuan " Ucap Tio


" Ada apa " Ucap Rehan dan masih menatap map yang ia baca


" Ini tuan informasi tentang ibu nya Putri " Ucap Tio


" Berikan kepada ku " Ucap Rehan dan Tio pun memberikan map yang dia pegangan


Rehan pun membaca dengan teliti tentang penyebab ibu nya Putri masuk ke rumah sakit


" Jadi Ibu nya mempunyai penyakit ginjal " Ucap Rehan


" Iya tuan, Ibu nya harus dirawat beberapa hari di sana dan memerlukan biaya yang lu mayan besar " Ucap Tio tejeda


" lanjutkan " Ucap Rehan


" Tapi nona Putri tidak bisa membayar nya, karena dia tidak mempunyai uang " Ucap Tio


" Berarti dia sedang membutuh uang, bagus aku bisa memanfaatkan situasi ini agar dia bisa mau bekerja disini " Ucap Rehan dalam hati dan Rehan p


" Baiklah, kamu boleh pergi " Ucap Rehan


" Baik tuan " Ucap Tio menunduk dan keluar dari ruangan Rehan


" Risa ke ruangan kakak sekarang " Ucap Rehan dan menutup sambungan telfon


" Kenapa ya kak Rehan, menyuruh aku ke ruangan nya " gumam Risa dan Risa pun several ke ruangan kakak nya


tok tok tok


" Masuk " Ucap Rehan


Risa pun masuk ke ruangan kakak nya


" Ada yang mau kakak omongin ke kamu " Ucap Rehan


" Tentang apa kak " Ucap Risa


" Kak setuju sama saran kamu " Ucap Rehan


" Saran apa " Ucap Risa bingung


" Saran untuk memperkerjakan temen kamu itu " Ucap Rehan


" Benar kah kak " Ucap Risa tak percaya


" Hem " Ucap Rehan


" Wah terimakasih kak " Ucap Risa senang dan memeluk Rehan


" Risa, lepaskan pelukanmu ini " Ucap Rehan


" Baiklah baiklah kak " Ucap Risa


" Ya udah kamu boleh kembali bekerja " Ucap Rehan


" Siap kak, kalau gitu pulang kerja aku akan ke rumah sakit " Ucap Risa


" Ke Rumah sakit mau apa kamu ke sana " Ucap Rehan pura pura tidak tau


" Ya mau beritahu Putri lah, soalnya Ibu nya lagi dirawat jadi dia harus nemenin " Ucap Risa


" Oh " Ucap Rehan singkat


" Ya udah aku pergi dulu kak " Ucap Risa berdiri


" Hem " Ucap Rehan


Risa pun pergi ke rumah sakit setelah pulang kerja ,untuk memberitahu tentang rencana untuk memperkerjakan putri di perusahaan kakaknya


Tapi blom tau apakah putri akan menerima pekerjaan itu, apa Putri akan menolak nya, Risa masih bingung .1 jam kemudian Risa telah sampai di Rumah sakit yang ibu putri dirawat

__ADS_1


"Selamat sore putri, ibu " Ucap Risa


" Selamat sore " Ucap mereka serentak


" Kenapa kamu tiba-tiba kesini, kamu juga


gak beritahu aku kalau kalau kamu mau kesini "


Ucap Putri


" Hehehe maaf " Ucap Risa


" Udah Put, duduk dulu nak Risa " Ucap Ibu


" Ha iya makasih bu " Ucap Risa


" Ada apa Ris " Ucap Putri


" Hem gini sebenarnya aku mau ngomong serius sama kamu put " Ucap Risa


" Oh ya udah kita ngomongnya di luar aja ya "


Ucap Putri


" Baiklah " Ucap Risa


" Bu Putri keluar dulu ya sebentar " Ucap Putri


" Iya nak " Ucap Ibu


Putri dan Risa pun keluar dan duduk di depan kamar pasien


" Kamu mau ngomong apa Ris " Ucap Putri


" Hem gini, aku mau nawarin kamu kerja di kantor


kakak aku " Ucap Risa


" Gak usah bercanda deh Ris " Ucap Putri


" Aku gak bercanda put aku serius " Ucap Risa


" Aduh gimana ya, sedangkan aku itu cuma


lulusan SMA " Ucap Putri


" Gak masalah put kakak aku udah ngizinin koh "


Ucap Risa


" Maksud kamu apa udah ngizinin " Ucap Putri


" Gini lo put aku tuh kasian lihat kamu kerja paruh


waktu, jadi aku minta tolong sama kakak aku


memperkerjakan kamu di perusahaan nya " Ucap


Risa


" Tapi aku gak pantes kerja di kantoran, sedangkan aku kan cuma lulusan SMA, pasti yang kerja disitu lulusan perguruan tinggi " Ucap Putri lesu


" Loh emang kenapa, kalau lulusan SMA kamu kan pinter put, aku yakin pasti kamu bisa ko tenang aja toh kaka aku udah ngizinin kamu " Ucap Risa


" Aku pikir pikir dulu lah Ris " Ucap Putri


" Iya aku harap kamu mau ya, ibu kamu kan lagi dirawat pasti butuh biaya beser dan Bima juga mau ujian ini kesempatan emas buat kamu put " Ucap Risa


" Iya nanti aku kabarin kamu kalau aku udah tau jawabannya " Ucap Putri


" Baiklah lah kalau gitu aku pulang dulu, titip salam buat ibu " Ucap Risa


" Iya nanti aku sampaikan ke ibu kamu hati-hati dijalan " Ucap Putri


" Hem " Ucap Risa mengangguk


Putri pun masuk ke kedalam sedangkan Bu Erna sudah tidur, sepanjang malam Putri memikirkan perkataan yang diucapkan Risa


" Aku harus gimana, apa aku terima aja ya, sedangkan sekarang ini aku lagi membutuhkan uang banyak untuk berobat ibu dan kebutuhan Bima. Baiklah udah aku putuskan menerima pekerjaan itu " Ucap Putri dalam hati


.

__ADS_1


.


__ADS_2