
Sinar berwarna jingga menembus jendela, pemilik kamar masih dibawah selimut pun, mulai bangun karena pancaran Matahari pagi yaitu Rehan. Rehan pun bergegas membersihkan diri untuk memulai kegiatannya.
" Selamat pagi Nona " ucap pelayan di rumah rehan
" Pagi juga by sum " ucap Risa
" Bibi lagi masak apa " ucap Risa
" Lagi masak nasi uduk Non " ucap by Sum
" Wah nasi uduk, udah lama aku gak makan nasi uduk " ucap Risa
" Iya Non kemarin Den Rehan minta dibuatin nasi uduk " ucap By Sum
" Berati kak Rehan yang minta By " ucap Risa
" Iya Non " ucap By Sum
" Ada yang bisa saya bantu By" ucap Risa
" Gak perlu Non sebentar lagi udah selesai koh " ucap By Sum
" Ya udah aku ke meja makan dulu By " ucap Risa
" Iya Non " ucap By Sum
Tak berselang lama Rehan turun ke bawah untuk sarapan bersama adik tercintanya
" Eh kak udah datang " ucap Risa
" Hem " ucap Rehan
By Sum pun datang membawa nasi uduk kesukaan Rehan dan Risa
" Wah udah selesai ya By " ucap Risa
" Udah Non " ucap By Sum sambil menata makan di meja
" Hem baunya enak banget jadi gak sabar ngabisin, iya kan kak " ucap Risa
" Iya baunya enak banget By " ucap Rehan
" Ah Non Risa sama Den Rehan bisa aja " ucap By Sum malu
" Aku makan ya By " ucap Risa,Rehan pun mulai ikut makan
" Wah masakan Bibi Sum selalu enak " ucap Risa sambil mengangkat kedua jempol
" Makasih Non " ucap By sum sambil menunduk
Tak butuh waktu lama mereka telah selesai makan
" Kak, kapan nih aku mulai kerja di kantor kak Rehan " ucap Risa
" Besok kamu sudah mulai kerja " ucap Rehan
" Beneran kak " ucap Risa semangat
" Iya, tapi kamu cuma jadi karyawan biasa " ucap Rehan
" Iya gak papa kak, aku mau ko mulai dari nol, biar kaya kak Rehan mempunyai perusahaan yang besar " ucap Risa
" Itu baru adik kakak " ucap Rehan sambil mengelus kepala Risa
" Iya dong Risa Ardi Permana " ucap Risa
" Tapi ada satu lagi " ucap Rehan
" Apa lagi kak " ucap Risa
" Kamu, berangkat kekantor sendiri gak bareng sama kakak, dan kamu harus merahasiakan identitas kamu, jangan sampai orang kantor atau orang luar tau, kalau kamu Adik dari pemilik perusahaan R. A Permana ingat itu " ucap Rehan
" Loh kenapa kak " ucap Risa
" Karena bisa membahayakan diri kamu, kamu kan tau, kakak mu ini pemilik Perusahaan besar, pasti banyak musuh atau orang yang gak suka sama kesuksesan kakak " ucap Rehan
" Oh gitu ya kak, tapi udah ada yang tau kak " ucap Risa
" Siapa yang tau " ucap Rehan penasaran
" Putri sama Rudi kak, temen aku yang kemaren malam aku cerita " ucap Risa
" Ya udah gak papa, tapi kamu harus kasih tau mereka jangan sampai bocorin identitas kamu " ucap Rehan
" Siap kak, oh iya kak habis ini aku mau main ke rumah Putri soalnya dia libur kerja " ucap Risa minta ijin ke Rehan
" Iya tapi pulangnya jangan kaya semalem " ucap Rehan
" Iya kak " ucap Risa
" Ya udah kak pergi ke kantor dulu " ucap Rehan meninggal kan Risa di meja makan
" Iya kak hati* " ucap Risa
" Udah lama " ucap Rehan ke Tio yang sendang duduk di teras
" Blom koh Re " Ucap Tio
" Ya udah ayuk berangkat " Ucap Rehan sambil menuju mobil, di ikuti Tio di belakang
" Silakan Tuan" Ucap Tio
" Dah ku bilang, kalau gak di kantor panggil aja Rehan " Ucap Rehan ke Sekertaris Tio ya bisa dibilang sahabat dari kecil
" iya nyantai aja kali Re " Ucap Tio
Mobil Rehan pun meniggalkan halaman rumahnya untuk menuju Perusahaan nya
" Tio kamu, suruh anak buah kamu buat ikutin kemana perginya Risa " ucap Rehan
" Emang Risa, mau kemana sampai diikutin segala " Ucap Tio
" Semalem Risa, cerita tentang temennya yang bernama Putri, dan dia mau kerumahnya " Ucap Rehan
" Putri cewek itu Re " Ucap Tio penasaran
" Mana aku tau, kalau aku tau gak bakalan nyuruh kamu " Ucap Rehan
" Baiklah Re, aku akan mengutus anak buah ku " Ucap Tio
" Hem " Ucap Rehan
Tak terasa mereka telah tiba di Perusahaan, Rehan masuk dan diikuti Tio dibelakang semua karyawan menundukkan hormat ke Rehan dan Tio ada pulang juga yang tersenyum,Tapi tak direspon Rehan maupun Tio.Sampailah diruang mereka
" Permisi Bos " Ucap Riri Asisten Rehan
" Masuk " ucap Rehan
" Ada apa " ucap Rehan
" Gini Bos nanti ada pertemuan sama perusahaan GJ sambil makan siang " Ucap Rehan
__ADS_1
" Ada lagi " Ucap Rehan
" Jam 3 dari perusahaan RX mau kesini untuk membahas kerja sama " Ucap Lala
" Hem " Ucap Rehan
" Ini dokumen yang harus ditanda tangani Bos " Ucap Lala
" Letakan di situ " Ucap Rehan
" Saya permisi dulu Bos, apa ada sesuatu yang bos mau " Ucap Lala
" Bikinin aku kopi " Ucap Rehan
" Baik bos " Ucap Lala lalu pergi dari situ, tak butuh waktu lama Lala telah selesai bikin kopi
Tok tok tok
" Masuk " ucap Rehan
" Ini kopinya Bos " Ucap Lala sambil meletakkan secangkir kopi
" Hem " Ucap Rehan
Di tempat lain, Risa akan segera pergi ke rumah Putri menggunakan mobil milikinya. Risa pun menyalahkan mesin mobil dan, meninggal kan pekarangan rumahnya tanpa, Risa ketahui orang suruhan Tio sedang mengintainya dari tadi, cuma Butuh waktu 1 jam Risa sampai di rumah Putri Orang suruh Tio pun pergi dari rumah Putri menuju ke perusahaan Rehan
Tok tok tok
" Masuk " Ucap Tio
" Siang bos " Ucap Orang suruhan Tio
" Hem, ada apa " Ucap Tio bangkit dari duduknya dan menuju ke sofa
" Gini bos Nona Risa pergi ke rumah orang yang bernama Putri " Ucap Orang suruhan
" Kam tau Putri itu siapa " Ucap Tio
" Putri adalah orang yang waktu itu, Bos nyuruh saya untuk menyelidiki identitas " Ucap Orang suruhan
" Apa kamu yakin " Ucap Tio dengan nada penekanan
" Yakin bos " ucap orang suruhan
" Baiklah, kamu boleh pergi " Ucap Tio
" permisi bos " Ucap orang suruhan
" Hem" Ucap Tio
Wah ternyata temen Non Risa perempuan itu aku harus secepatnya kasih tau Rehan nih gimana ya reaksi nya
Tok tok tok
" Masuk " Ucap Rehan
" Ada apa " Ucap Rehan setelan Tio sudah di dalam
.
" Gini Re, aku udah tau temennya Nona Risa itu siapa " Ucap Tio
" Cepat beritahu " Ucap Rehan
" Wih santay dong Re " Ucap Tio
" Banyak omong kamu, mau saya potong gaji mu " Ucap Rehan mulai marah
" Jangan dong Re " Ucap Tio
" Iya iya, jadi temen Non Risa itu Perempuan yang sama Re " Ucap Tio
" Maksud kamu, apa ngomong yang jelas " Ucap Tio
" Seorang direktur utama ternyata lola " Ucap Tio sambil tertawa kecil
" Beraninya kau " Ucap Rehan marah dan menatap tajam Tio seperti mau memangsanya
" Slow bro, jadi temen Non Risa itu Putri, orang yang sama. " Ucap Tio
" Hem jadi, dia temen Risa " Ucap Rehan memandang ke atas langit* sambil tersenyum licik
" Kau kenapa Re, senyum* sendiri kaya orang gila aja " Ucap Tio tanpa dosa
" Beraninya kau " Ucap Rehan sebelum Rehan melempar bantal ke Tio dia sudah pergi dulu alhasil batal itu mengenai pintu
Jadi Putri, yang dimaksud Risa itu perempuan yang berani menolak uang aku. Tapi menarik juga sih, baru pertama kali ada yang menolak pemberian dari aku, apa dia gak tau aku ini siapa ucap Rehan dalam hati. Di tempat lain
Tok tok tok
" Assalamu'alaikum " Ucap Risa
" Waalaikumsalam " Ucap Ibu Putri dan membukakan pintu
" Eh nak Risa yah " Ucap Bu Erna
" Iya bu " Ucap Risa sambil mencium tangan Bu Erna
" Ya udah masuk yuk, pasti mau ketemu sama Putri ya " Ucap Bu Erna sambil menyuruh Risa masuk
" Iya bu, apa Putri ada di rumah " Ucap Risa
" Ada Putri lagi dikamar, silakan duduk dulu nak Ibu panggil Putri dulu " Ucap Bu Erna
" Iya bu " Ucap Risa tersenyum
" Putri keluar ada nak Risa di ruang tamu " Ucap bu Erna dibalik pintu, karena Putri selalu mengunci pintu kalau dia di dalam kamar
" Apa Risa udah datang bu " Ucap Risa sambil membuka pintu
.
" Iya baru datang dia " Ucap Ibu Erna
" Ya udah, Ibu mau bikinin dia minum dulu " Ucap Bu Erna dan pergi menuju dapur
" Udah lama Ris " Ucap Putri tiba tiba
" Astaga Putri ngagetin aja " Ucap Risa
" Maaf, kalau udah bikin kamu kaget " Ucap Putri
" Gak koh baru sampai aku put " Ucap Risa
" Ada apa kamu ke rumah ku " Ucap Putri
" Aku kesini, mau ngajak kamu jalan jalan bosen nih di rumah mulu " Ucap Risa
" Emang mau jalan jalan kemana " Ucap Putri
" Ya ke Mall, kalau gak ke taman gimana " Ucap Risa
__ADS_1
" Hem baiklah aku mau " Ucap Putri
" Ya udah ayuk kita jalan sekarang " Ucap Risa
Belom sempet menjawab, Bu Erna datang membawa nampan berisi air minum dan meletakkan di meja
" Ya ampun Ibu gak usah repot* " Ucap Risa
" Gakpapa nak Risa,ini cuma air gak ngerepotin koh " Ucap Ibu
" Makasih ya bu, Risa minum nih " Ucap Risa sambil mengambil gelas dan mentimun nya
" Iya sama* nak " Ucap Ibu
" Oh iya bu aku sama Risa mau pergi sebentar bu " Ucap Putri
" Mau pergi kemana nak " Ucap Bu Erna
" Mau pergi ke Mall kalau gak ke taman bu " Ucap Risa
" Oh ya udah hati* " Ucap Bu Erna
" Iya, aku ganti baju dulu ya " Ucap Putri
" Iya jangan lama " Ucap Risa
Bima telah selesai makan siang, kebetulan melihat Putri menggunakan baju rapih
" Mau kemana mba " Ucap Bima
" Mau pergi jalan jalan sama kak Risa " Ucap Putri
" Kemana " Ucap Bima
" Ke Mall " Ucap Putri
" Bima ikut dong mba " Ucap Bima
" Gak bisa, kamu harus jagain Ibu di rumah " Ucap Putri
" Yah mba pelit amat " Ucap Bima
" Ya udah mba pergi dulu " Ucap Putri
" Udah yuk Ris kita berangkat " Ucap Putri
" iya " Ucap Risa
" Mba jangan lupa beliin aku baju yah " Ucap Bima berteriak
" Gak, baju kamu udah banyak " Ucap Putri
" Kan udah pada buluk mba " Ucap Bima
" Tenang aja Bima nanti kakak beliin " Ucap Risa
" Ehh gak usah kak, Bima cuma bercanda koh " Ucap Bima
" Gapapa santai aja kali sama aku Bim " Ucap Risa
" Kamu malu-maluin aja Bim " Ucap Putri
" Gapapa put " Ucap Risa
" Ya udah, kita berangkat sekarang yuk " Ucap Risa
" Ayuk " Ucap Putri
Butuh waktu 1 Jam lebih untuk menuju Mall yang terkenal di kota itu
" Wah gila, besar banget nih gedung " Ucap Putri
" Hahaha kamu ini put, kaya gak pernah ke Mall aja deh " Ucap Risa sambil menggelengkan kepala melihat tengah Putri
" Hehehe emang, aku baru pertama kali kesini Ris " Ucap Putri tersenyum
" Kamu serius baru pertama kali ke Mall Put " Ucap Risa kaget
Putri pun cuma bisa mengangguk kenapa
" Ya udah ayuk masuk " Ucap Risa
" Iya " Ucap Putri
" Kau baru tau loh kalau ada orang yang blom pernah ke Mall " Ucap Risa
" Ya mau gimana lagi Ris, setiap hari aku kerja pulang kerja langsung tidur jad,i aku gak pernah ke Mall atau pergi jalan*, uang dari kerja aku buat kebutuhan keluarga aku " Ucap Putri
" Hem iya juga sih, tapi kamu hebat put aku salut sama kamu " Ucap Risa kagum
" Hebat apanya aku orang miskin " Ucap Putri
" Bukan gitu maksud aku put, aku salut sama kamu karena di jaman sekarang kan, banyak anak remaja yang menghamburkan uang orang tua nya untuk mengikuti tren, sedang kan kamu gak termasuk anak remaja yang ada diluar sana yang cuma menghamburkan uang dan gak tau gimana sulitnya mencari uang " Ucap Risa
" Hahaha kamu berlebihan " Ucap Putri tersenyum
" Ah gak koh " Ucap Risa
" Terus kita mau kemana " Ucap Putri
" Kita keatas yuk " Ucap Risa
" Keatas naik apa " Ucap Putri
" Naik pesawat " Ucap Risa
" Beneran naik pesawat " Ucap Putri
" Ya gak lah put kita naik itu " Ucap Risa sambil menunjukan eskalator
" Naik tangga yang bisa jalan itu " Ucap Putri kaget
" Hahaha iya put " Ucap Risa ketawa karena melihat tingkah polos Putri
" Tau kan cara naiknya " Ucap Risa
" Hem gak " Ucap Putri menunjukan deretan gigi putihnya
" Hem, kamu lihat orang itu yang mau naik eskalator " Ucap Risa sambil menunjukan orang yang mau naik
" Iya aku lihat " Ucap Putri
" Kamu perhatikan baik baik " Ucap Risa
Putri pun memperhatikan orang tersebut dengan baik
" Gimana udah tau caranya " Ucap Risa
" Hem iya aku dah tau " Ucap Putri
Sebenarnya Putri itu anak yang pintar, dulu waktu dia SMA Putri, selalu mendapatkan peringkat 3 besar. Dan dia dulu bercita cita ingin melanjutkan pendidikan nya, tapi keadaan perkata lain jadi Putri berniat tak melanjutkan pendidikan nya, karena Putri tidak mau menyusahkan kedua orang tuanya, jadi dia harus bekerja untuk membantu keluarga nya. Tapi dia, berjanji sama diri nya sendiri bahwa dia harus bisa menyekolahkan Bima, sampai Perguruan tinggi meskipun dia harus bekerja keras. Putri tidak mau kalau Bima akan bernasib sepertinya, karena Bima ada laki laki suatu saat nanti, pasti akan menjadi kepala keluarga dan menghidupi anak istrinya. Sebenarnya, Bima gak mau karena dia tidak mau menyusahkan kakaknya terus menerus, tapi Putri tetep gigih dengan pendiriannya alhasil Bima menuruti kemauan kakaknya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA
HAHAHA KAYA Youtuber AJA 🤣🤣