
Mereka pun menuju ke mall yang dekat dengan bandara, sesampainya di Mall Tio langsung mecari toko baju perempuan dan saat menemukannya ia langsung masuk
" Ko ke toko perempuan sih Pak Tio sama Pak Rehan mau ngapain ya kesini " Pikir Putri
Tio yang sudah mengetahui apa yang Rehan pikir kan ia langsung memanggil pelayan yang ada di situ
" Mba " Ucap Tio
" Iya Pak ada yang saya bantu " Ucap Pelayan
" Ambilkan beberapa setelah jas perempuan dan baju formal " Ucap Tio
" Baik Pak silakan tunggu di sebelah sana " Ucap Pelayan yang menunjukan kursi di depan ruang ganti
" Iya " Ucap Tio
Putri pun mengikuti Rehan ke tempat yang di tunjukkan oleh pelayan tersebut
" Mau ngapain ya ko Pak Tio minta pelayan itu untuk mengambil kan setelan jas perempuan " Pikir Putri
Dan tak berselang lama karyawan tersebut pun membawa beberapa setelan jas dan baju formal yang di minta oleh Tio
" Ini Pak beberapa koleksi terbaru dari koto kami " Ucap Karyawan tersebut
" Kamu coba baju itu " Ucap Rehan
" Saya Pak " Ucap Putri
" Iya " Ucap Rehan
__ADS_1
Putri pun menengok ke Tio untuk meminta persetujuan nya dan Tio pun mengangguk kan kepala nya dan itu pertanda bahwa Putri harus melakukan apa yang di perintah kan Rehan
Dan Putri pun masuk ke ruang ganti dengan beberapa setelah jas perempuan, tak beberapa lama Putri keluar dengan setelan jas berwarna pink menyala dan itu tidak membuat nya PD
Rehan yang melihat Putri menggunakan jas itu membuat matanya sakit
" Ganti " Ucap Rehan
Tio pun mengangguk dan putri pun menurutinya
kali ini putri menggunakan setelan jas berwarna hitam dengan rok di bawah lutut itu membuat penampilan putri sangat mempesona
" Gimana pak " Ucap Putri
" Hmm, ganti warna biru itu " Ucap Rehan
" Baik Pak " Ucap putri dan berganti pakaian lagi
Saat mencoba pakaian formal putri sudah mulai kesal dengan Rehan yang seenak nya jidat itu. putri keluar dengan dress berwarna hijau
" Ganti terlalu terbuka " Ucap Rehan
Memang benar apa yang di katan Rehan pasalnya baju itu sangat terbuka karena tidak ada lengan bahkan bajunya di atas lutut putri dan membuat paha putri yang mulus itu kelihatan
Putri yang sudah kesal dan ia memperlihatkan ekpresi muka yang kesal dan menahan emosi. Dan kali saat putri menyoba dress berwarna maroon dan itu sangat cocok dengan kulit putri
" Awas aja kalau kali ini dibilang gak cocok lagi aku cakar tuh mukanya, emang gak capek aku dari tadi gonta ganti baju sebanyak ini " Guman Putri di dalam ruang ganti.
Dan setelah siap Putri pun keluar, saat Putri kaluar Rehan langsung terpesona dengan kecantikan Putri dan yang sangat luar biasa itu saat menggunakan gaun merah maroon
__ADS_1
Bahkan Rehan tidak mengedipkan bulu matanya dan ia terus melihat ke arah Putri, Putri yang di lihat oleh rehan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan ia langsung menundukkan kepalanya karena malu, Tio yang menyadari tingkah putri ia pun langsung beralih pandang ke Rehan yang tidak sama sekali berkedip mungkin gak bernafas hehehe
" Gimana Tuan Rehan apa ini cocok untuk nona Putri " Ucap Tio
Dan membuat Rehan tersadar dari lamunan nya dengan perkataan Tio
" Lumayan " Ucap Rehan
" Apa lumayan " Ucap Putri dalam hati
" Dasar gak mau ngaku kalau dia cantik " Ucap Tio dalam hati sambil menggelengkan kepala nya dengan tingkah Rehan
Putri yang kesal karena cuma dibilang lumayan ia langsung ganti pakaian semula, dan Rehan sudah memilih baju untuk Putri yang menurutnya cocok dan tidak lupa dengan dress yang maroon itu
Putri pun keluar dengan wajah yang kesal sedang Rehan dan Tio sudah menunggu nya di luar Toko semua orang yang melihat Rehan langsung berkerumun mendekati Rehan bahkan ada yang minta foto tapi Rehan engan melakukan hal seperti itu,Putri yang melihat itu pun terheran heran kepada semua orang yang berkerumun di dekat Rehan
Dan akhirnya mereka pun pergi dari kerumunan yang di sebabkan oleh ketampanan Rehan, dan mereka langsung menuju ke bandara karena sisa 20 menit lagi pesawat yang ia tumpangi akan lepas landas.
Saat di dalam pesawat Putri agak merasa takut karena ia baru permata kali naik pesawat dan ia juga duduk sendirian ye meskipun Rehan dan Tio duduk di sebelah kursi Putri, tapi tetap saja Putri masih merasa ke ketakutan.Rehan yang melihat Putri ia kebingungan dengan ekspresi Putri saat ini
" Dia kenapa, apa ini kali pertama nya naik pesawat " Pikir Rehan
Rehan pun berinisiatif duduk di samping Putri agar ia tidak terlalu takut, Tio yang melihat Rehan yang pindah duduk di sebelah Putri ia tersenyum dan tidak memperdulikan nya lagi
" Pak Rehan " Ucap Putri yang kaget kalau di Rehan duduk di sebelahnya
" Hmm " Ucap Rehan
" Apa pak Rehan tau kalau aku lagi ketakutan " Pikir Putri
__ADS_1
Putri pun tidak memperdulikan kan itu ia kini harus bisa mengontrol rasa takut nya, dan saat pesawat sudah lepas landas rasa takut putri semakin kuat dan ia melihat ke jendela putri langsung memeluk lenggang Rehan karena ia merasa takut setelah melihat keluar jendela.