
Setelah mereka selesai sarapan bu erna juga telah selesai menyiapkan bekal untuk meraka berdua.Mereka berdua pun berpamitan untuk berangkat bersama
Sedangkan di tempat lain yaitu kediaman Rehan ia sudah selesai sarapan Rehan pun langsung menuju ke depan karena Tio sudah menunggunya dari tadi seperti biasa ia berangkat tidak bersama dengan Risa meskipun tempat kerja mereka sama, Risa berangkat dengan mobil kesayangan itu
" Kita berangkat sekarang " Ucap Rehan kepada Tio yang sedang membaca koran di teras
" Baik Tuan " Ucap Tio langsung meletakkan koran ke atas menjadi dan ia langsung menuju ke mobil lalu membukakan pintu untuk Rehan.
Setelah itu Tio menyalahkan mesin mobil dan langsung meninggalkan pekarangan rumah Rehan untuk menuju ke Kantor nya
Putri yang terlebih dahulu sampai di perusahaan karena ia menggunakan motor jadi lebih cepat
" Bim sampai sini aja " Ucap Putri
" Gak sekalian masuk kak " Ucap Bima
" Gak usah sampai gerbang aja " Ucap Putri
" Ya udah " Ucap Bima
Bima pun menghentikan motor nya di samping gerbang perusahaan R.A dan meraka mengobrol selayaknya kakak ber adik
" Berhenti " Ucap Rehan tiba tiba
" Tapi pak kita belom sampai ke dalam " Ucap Tio kebingungan
" Aku bilang berhenti berhenti " Ucap Rehan
Tio pun menuruti apa yang Rehan inginkan
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memantaunya dari kejauhan siapa lagi kalau buka Putri
Rehan melihat putri sangat dekat dan akrab dengan laki laki itu ia pikir laki laki itu adalah pacar nya,Rehan yang melihat nya merasa kesal dan jengkel.
" Kenapa pak Rehan menyuruh saya untuk berhenti disini " Ucap Tio dalam hati
" Siapa laki laki itu " Ucap Rehan dalam hati dengan wajah yang begitu datar dan sangat menakutkan
Tio yang menyadari arah pandang bos nya itu ia langsung berinisiatif menawarkan untuk mencari tahu siapa laki laki yang saat ini sedang bersama Putri
" Apa perlu saya cari tahu siapa laki laki itu tuan " Ucap Tio
" Gak perlu jalan sekarang " Ucap Rehan
" Biak Tuan " Ucap Tio
" Apa Tuan Suka sama Putri " Ucap Tio seketika
" Gak usah asal bicara kalau ngomong " Ucap Rehan
" Kalau tuan beneran gak suka gapapa jadi kau bisa dekat dengan putri " Ucap Tio
" Berani kamu dekat dekat dengan Putri aku potong kaki mu " Ucap Rehan mengancam Tio
" Tadi bilang gak suka giliran aku mau deket sama putri langsung marah dasar bos labil " Ucap Tio dalam hati
" Gak usah ngomong aku " Ucap Rehan
" Gak ko tuan " Ucap Tio agak ketakutan
__ADS_1
" Cihh " desis Rehan
Rehan pun sudah turun dari mobil dan langsung masuk ke gedung perusahaan di ikuti Tio dibelakang, Seperti biasa para karyawan berjejer membentuk barisan dan membungkuk tanda penghormatan kepada Rehan
Putri masuk saat Rehan sudah masuk ke dalam lift dan ia bertemu dengan Risa di lobi
" Putri " Ucap Risa
" Eh Risa " Ucap Putri
" Kamu ko udah berangkat kerja sih " Ucap Risa
" Iya emang kenapa " Ucap Putri
" Kamu udah sembuh dan kapan kamu keluar dari rumah sakit "Ucap Risa
" Iya udah sembuh,kemarin sore " Ucap Putri
" Kamu serius udah sembuh " Ucap Risa
" Iya aku serius " Ucap Putri
" Hmm ya udah yuk " Ucap Risa
" Iya " Ucap Putri
Risa dan Putri pun masuk ke dalam lift bersamaan untuk menuju ke lantai 6.Dan jam kerja pun sudah dimulai 5 menit yang lalu semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing masing tak lain Putri
" Put " Ucap Lala
" Iya kenapa mba " Ucap Putri yang masih fokus dengan pekerjaan nya
" Udah ko mba kenapa " Ucap Putri
" Ya gapapa sih aku cuma takut nanti kamu ada apa apa kan kamu baru keluar dari rut sakit " Ucap Lala cemas
" Mba tenang aja aku udah sehat kon" Ucap Putri untuk meyakinkan Lala
" Syukurlah tapi kalau kamu kecapean istirahat aja nanti biar aku yang ngerjain " Ucap Lala
" Iya mba " Ucap Putri
Tak berselang lama suara telfon berbunyi
" Iya ada apa pak " Ucap Lala
" Suruh putri ke ruang saya " Ucap Rehan di ujung telfon
" Baik Pak " Ucap Lala dan sambung telfon nya langsung di matikan Rehan
" Kenapa mba " Ucap Putri
" Kamu disuruh ke ruang pak Rehan " Ucap Lala
" Ngapain ya mba " Ucap Putri
" Mana aku tua Putri udah sana cepet " Ucap Lala
" Iya iya mba sabar " Ucap Putri
__ADS_1
Putri pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke ruang Rehan saat ia sudah di depan pintu putri menarik nafas dalam dalam sebelum masuk ke ruang Rehan untuk mengurangi rasa takutnya
Tok tok tok
" Masuk " Ucap Rehan
Putri masuk dan berjalan mendekat ke meja kerja Rehan
" Maaf Pak apa ada yang saya bantu " Ucap Putri
" Nanti siang kamu ikut saya " Ucap Rehan
" Kemana ya pak "Ucap Putri
" Gak usah banyak tanya sekarang pergi dan buatkan saya kopi " Ucap Rehan
" Biak pak " Ucap Putri dan berbalik badan baru melangkah ia harus berhenti karena Rehan mengatakan sesuatu
" Jam 11 kamu harus siap mengerti " Ucap Rehan tegas
" Mengerti pak " Ucap Putri dan melanjutkan langkah menuju pintu setelah keluar dari ruang yang sangat menakutkan itu hati Putri lega
Dan Putri langsung menuju ke patri untuk membuat kopi untuk Rehan
Tak butuh waktu lama Putri telah selesai membuat kopi dan ia langsung menuju ke Ruang Rehan untuk memberikan kopi pesanan nya,setelah ia memberikan kopi untuk Rehan Putri menuju ke tempat kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tadi tertunda
Waktu terasa begitu cepat dan sekarang sudah menunjukkan pukul 10:55 WIB dan Rehan sudah siap untuk menemui klien begitupun dengan Tio
" Kita berangkat sekarang " Ucap Rehan ke Tio
" Baik Re " Ucap Tio
Rehan dan Tio pun keluar dan Rehan berhenti di depan meja kerja Lala dan Putri
" Putri mana " Ucap Rehan ke Lala
" Lagi ke toilet pak " Ucap Lala
" Panggil dan suruh dia bawah saya akan menunggu 5 menit lagi " Ucap Rehan
" Baik Pak " Ucap Lala
Rehan dan Tio pun langsung masuk ke lift untuk menuju ke lantai dasar perusahaan
" Aduh gawat nih aku harus cepet cepet panggil putri " Ucap Lala dia langsung ke toilet untuk memanggil putri
" Putri putri " Teriak Lala saat di Toilet
Putri yang mendengar nama nya dipanggil ia pun menjawab
" Kenapa " Ucap Putri di dalam toilet
" Pak Rehan sudah menunggu kamu di bawah cepetan kamu cuma dikasih waktu 5 menit " Ucap Lala diluar pintu
" Apa 5 menit aduh aku masih kebelet nih mba " Ucap Put di dalam toilet
" Udah cepetan put nanti pak Rehan bisa marah besar " Ucap Lala sambil menggedor ngedor pintu
" Iya iya mba sabar " Ucap Putri mau tak mau putri harus menyudahi hajatan dengan suasana hati yang kesal,Putri pun keluar dan langsung lari ke tempat kerjanya untuk mengambil tas dan dokumen yang dibutuhkan
__ADS_1
Dan putri lari untuk mempercepat menuju ke lantai bawah pasalnya waktu nya tinggal beberapa menit lagi