Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
129


__ADS_3

Sedangkan Rehan di sana sendang mengurus semua nya, dan memerintah ke Jack untuk memantau anak buat Zero setiap saat karena Rehan ingin pulang hari ini juga


Karena sudah terlalu rindu dengan Putri,makanya dia harus menyelesaikan masalah yang ada di Paris dan menyerahkan sebagian kepada Jack


" Pesan kan tiket malam ini juga kita pulang " Ucap Rehan


" Baik Tuan " Ucapan Tio


Tio pun langsung memesan tiket untuk dirinya dan Rehan untuk kembali ke tanah air tercinta


" Antar saya ke markas " Ucap Rehan


" Baik Tuan " Ucap Tio


Rehan dan Tio pergi ke markas karena ia ingi menginterogasi orang suruh an Zero yang sampai kini belom buka suara, sesampainya di markas "Rehan langsung menuju ke ruang bawah tanah dimana sudah ada Jack dan ank buah nya sedang memukuli orang tersebut


" Bos " Ucap Jack yang melihat Rehan datang ke markas dan semua anak buah Jack memberi jalan untuk Rehan


" Masih tutup mulut " Ucap Rehan


" Cihh " Orang itu pun meludah


Rehan yang melihat nya ia tiba tiba murka dan Rehan memukuli orang itu sampai pingsan dan wajan berlumuran darah


Semua orang yang melihat Rehan sedang murka mereka hanya terdiam dan tidak berani berbicara, karena mereka tau kalau Rehan sedang murka tidak bisa ada yang merendahkan amarah nya


" Apa kamu udah culik keluarga nya " Ucap Rehan


" Sudah bos " Ucap Jack


" Saat dia siuman, perlihatkan keluarga nya "Ucap Rehan


" Baik bos " Ucap Jack

__ADS_1


" Kamu urus sampai beres, nanti malam saya kembali ke indonesia " Ucap Rehan


" Baik bos nanti saya kabarin situasi disini " Ucap Jack


" Hmm " Ucap Rehan


Rehan pun pergi dari ruangan bawa tanah di ikuti Tio dari belakang, Rehan dan Tio langsung kembali ke Hotel karena ia harus bersiap siap untuk terbang kembali ke indonesia malam ini juga. Malam hari nya Rehan dan Tio sudah terbang ke Indonesia


Sedangkan di Indonesia siang dan Putri sedang bekerja ia sekarang sudah tidak memikirkan Rehan karena ia pikir Rehan pasti akan baik baik saja dan Putri akan marah ketika Rehan sudah kembali.


Akhirnya Rehan dan Tio sudah tiba di indonesia dan di Indonesia sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, Rehan memerintah kan Tio untuk pergi ke Perusahaan karena Rehan berencana akan tidur di sana, sedangkan Tio ia pergi ke apartemen milik nya


" Kamu boleh pergi, aku akan tidur di


perusahaan " Ucap Rehan


" Baik tuan, selamat malam " Ucap Tio


" Hmm " Ucap Rehan


Keesokan harinya Putri berangkat lebih awal dari karyawan lainnya, dan ia merapikan tempat kerja nya setelah itu Putri ke ruang Rehan untuk meletakkan dokumen yang membutuhkan tanda tangan Rehan di tempat kerja Rehan. Putri tidak hanya meletakkan dokumen tersebut tapi ia juga membersihkan Ruang itu


Kebetulan Rehan sudah terbangun dari tidurnya karena ia merasa ada orang lain yang berada di ruang itu, Rehan pun keluar dari kamar pribadi dan Rehan melihat Putri sedang merapikan ruang nya


Rehan tersenyum dan ia mendekati Putri perlahan agar Putri tidak mengetahui keberadaan nya


Ketika tepat dibelakang Putri, Rehan langsung memeluk Putri karena ia sudah merindukan wangi tubuh ini Putri yang dipeluk dari belakang ia kaget dan langsung mengigit tangan Rehan


" Aaaa " Teriak Rehan


dan Putri membalikkan badan menghadap Rehan


" Rehan " Ucap Putri

__ADS_1


" Tega sekali mengigit tangan pacar sendiri " Ucap Rehan


" Siapa suruh main peluk aja, aku kan reflek " Ucap Putri


" Hmm " Ucap Rehan


" Dari mana aja " Ucap Putri kesal


" Kemarin ada urusan kerja " Ucap Rehan


" Urusan kerja apa sampai gak ngabarin aku, di chat gak dibales telfon gak diangkat " Ucap Putri dengan nada emosi


" Sesibuk itu kah sampai sampai gak ada waktu buat kabarin pacar sendiri " Ucap Putri


" Eee " Ucap Rehan bingung harus jawab apa


" Gak bisa jawab " Ucap Putri kesal


" Setiap ada perjalanan bisnis HP aku di pegang Tio, dan di Sailan jadi gak tau kalau kamu telfon sayang " Ucap Rehan dan menyentuh pipi Putri


Putri yang masih kesal dengan Rehan ia menghempaskan tangan Rehan sedikit Keras dan membuat Rehan mereka sakit, dan memegangi lengan yang terkena peluru. Putri yang melihat ekspresi wajah Rehan kesakitan ia panik


" Kenapa " Ucap Putri panik


" Gapapa " Ucap Rehan


" Gapapa tapi wajah kamu seperti kesakitan " Ucap Putri


" Coba aku cek lengan kamu " Ucap Putri


Rehan yang panik Putri ingin ngecek lengan ia mencegah Putri


" Gak usah, oh aku tau kamu mau lihat lengan ku yang kekar ini yah " Ucap Rehan menggoda Putri

__ADS_1


" Mana ada, sini ini gak lengan kamu " Ucap Putri


__ADS_2