Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
152


__ADS_3

Mereka berdua pun bergilir menghajar Tio,tapi tidak semudah itu untuk mengalahkan seorang Tio.Karena Tio dulunya seorang atlit bela diri silat dan taekwondo,jadi untuk mengalahkan mereka merupakan hal yang sangat kecil


Laki-laki pertama dan kedua sudah babak belur dan tidak bisa bergerak lagi,kini giliran sopir angkot itu.Tio mendekat ke arah laki-laki tersebut dan berkata


" Mau ku hajar di bagian mana " Ucap Tio dengan nada menekan


" Tolong lepaskan saya " Ucap Laki-laki tersebut


Tio pun menendang laki-laki itu dengan sangat keras, sehingga ia sangat kesakitan.Tio pun menghampiri Rara yang sedang ketakutan sambil menangis.


Tio pun menyentuh pundak Rara


" Jangan sentuh aku " Ucap Rara yang belom tau kalau yang menyentuh nya itu Tio


" Ini aku,kamu tenang saja " Ucap Tio dengan lembut


Rara pun mengangkat kepalanya,untuk menghadap ke Tio.Saat itu pun Tio melihat wajah Rara penuh dengan air mata dan ada memar dibagian pipi di sudut bibir juga keluar berdarah, saat itu juga Tio sangat marah ke mereka bertiga karena sudah keterlaluan ke kapa Rara.


" Siapa yang melakukan ini ke kamu " Ucap Tio


Rara tidak bisa mengeluarkan suara, karena Rara masih merasakan ketakutan ia puma bisa menujuk ke arah laki-laki ke tiga menggunakan jari nya.Tio langsung berdiri dan menghampiri laki-laki ketiga


Tio langsung menginjak kedua tangan laki-laki tersebut yang sudah berani memukul wajah Rara,sampai laki-laki itu teriak kesakitan dan memohon belah kasihan ke Tio


" Ampuni aku ampuni aku tuan " Ucap Laki-laki itu memohon ke Tio


Tio semakin keras menginjak tangan laki-laki itu,dan Tio beberapa kali menonjok muka laki-laki ketiga sampai berlumuran darah.Setelah puas menghajar nya Tio menghampiri Rara yang masih ketakutan


" Tenang, mereka semua sudah aku hajar " Ucap Tio


Rara pun langsung memeluk Tio, karena ia sangat.Tangisan Rara pecah di pelukan Tio,Tio yang kaget di peluk oleh Rara ia cuma mematung karena Tio belom pernah di peluk oleh perempuan mana pun


Hiks hiks hiks


" Bawa aku pergi dari sini " Ucap Rara sambil menangis

__ADS_1


Tio pun tersadar saat mendengar Rara berbicara,Tio mengendong Rara ke mobil karena kaki Rara terkilir.Jadi mau tak mau Tio harus mengendong Rara,Rara pun melingkarkan tangannya ke leher Tio


Tio perlahan meletakkan Rara di kursi depan,dan ia membantu memakaikan sabuk pengaman ke tubuh Rara.Setelah itu Tio masuk ke dalam dan duduk di depan kursi pengemudi,Tio melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang


Saat Tio ingin menanyakan dimana alamat Rumah Rara tapi Rara tertidur,tapi Rara tidur sambil sesugukan itu membuat Tio sangat kasihan dan Tio tidak berani untuk membangunkan Rara.


Akhirnya Tio memutuskan untuk membawa Rara ke apartemen nya, karena Tio tidak tau harus membawanya kemana lagi selain ke apartemen milik nya.Sesampainya di apartemen Tio mengendong Rara lagi untuk naik ke apartemen


Tio menggunakan lift untuk ke lantai 4 dimana apartemen Tio berada,Tio juga meminta tolong ke pada satpam untuk memarkirkan mobil nya di garansi apartemen, karena Tio mengendong Rara


Saat Tio ingin membuka pintu apartemen,ia kesulitan karena kuncinya ada di dalam saku sedangkan kedua tangan nya menggendong Rara tidak mungkin dong kalau Rara harus di letakan di lantai.Kebetulan ada cling servis yang lewat dan Tio meminta tolong ke padanya


" Mas bisa minta tolong sebentar" Ucap Tio


" Oh iya bisa mas " Ucap Cling servis


" Bisa minta tolong ambilkan kunci di dalam saku celana saya " Ucap Tio


" Soalnya saya susah untuk ngambil nya " Ucap Tio


" Sebelum saya minta maaf ya mas " Ucap Cling servis saat ingin merogoh saku celana Tio


" Oh iya gapapa " Ucap Tio


Cling servis itu pun sudah mendapatkan kunci yang ada di celana Tio,ia pun membantu Tio untuk membukakan pintu.Dan Tio tidak lupa untuk berterima kasih kepada cling servis tersebut


" Makasih ya mas " Ucap Tio


" Iya sama sama mas " Ucap Cling servis dan ia pun pergi


Tio meletakkan Rara di atas keranjang nya, sebenarnya Tio paling tidak suka ada orang lain yang tidur di keranjang milik nya itu tapi ini terpaksa tidak mungkin Tio akan meletakkan Rara di sofa.Tio sangat pelan sekali saat meletakan Rara di keranjang karena Tio takut Rara akan terbangun


Setelah meletakkan Rara di keranjang,Tio memutuskan untuk berendam untuk merilekskan badannya apa lagi tadi Tio habis berantem tenaganya sangat terkuras lumayan banyak.1 jam Tio berendam ia memutuskan untuk tidur,malam ini Tio terpaksa tidur di sofa sebenarnya itu sangat tidak nyaman apa lagi badan Tio besar dan memiliki tubuh yang tinggi jadi itu sangat sulit bagi Tio


Tak terbayangkan saat nanti bangun badan Tio akan sangat merasa sakit apa lagi lehernya,tapi mau gimana lagi ini keadaan darurat.

__ADS_1


Malam berganti siang,Rara terbangun dari tidurnya.Saat Rara terbangun ia merasa raungan ini sangat asing dan dari bingung ini dia berada di mana


" Ini aku dimana " Ucap Rara bingung


Rara pun mengingat kejadian tadi malam,saat Rara melihat ke arah sofa ia melihat sosok Tio yang masih tertidur.


" Sekertaris Tio " Ucap Rara


" Jadi semalam yang menolong aku itu sekertaris Tio " Ucap Rara kaget


" Apa Jangan-jangan ini aku ada di rumah pak Tio " Ucap Rara


" Aduh gimana ini " Ucap Rara bingung


" Mending aku mandi dulu,sebelum Sekertaris Tio bangun " Ucap Rara


Rara pun berjalan sangat pelan dan mengendap ngendap seperti maling, karena Rara takut Tio akan terbangun.Rara pun mandi tanpa sepengetahuan Tio


" Sabun mandinya harum banget " Ucap Rara saat menggunakan sabun mandi milik Tio


" Pasti mahal nih sabun " Ucap Rara


" Aduh gimana nih masa aku mandi gak gosok gigi" Ucap Rara


" Masa aku harus pakai punyanya sekertaris Tio sih " Ucap Rara


" Aku punya ide " Ucap Rara


Tiba-tiba di otak Rara terfikir menggosok gigi menggunakan jari tangan


" Bodoh amat lah,yang penting gosok gigi dari pada gak gosok gigi nanti mulutku bau coba.Ih jorok banget " Ucap Rara didepan cermin


Setengah jam kemudian Rara selesai membersihkan tubuhnya,dan saat itu juga perut Rara keroncong Karen dari semalam Rara belom makan sama sekali.Rara pun memutuskan untuk pergi ke dapur milik Tio


Rara pun membuka kulkas untuk melihat ada bahan makanan apa yang bisa ia masak.Rara melihat isi kulkas Tio cukup lengkap padahal yang tinggal di apartemen ini seorang cowok dan jarang sekali isi kulkas penuh dengan bahan makanan mentah.

__ADS_1


__ADS_2