
" Kenapa baru ngomong sekarang " Tanya Putri
" Dah jangan banyak tanya " Ucap Rehan
" Aku kan pingin tau " Ucap Putri
" Inti sekarang kamu yang ku suka " Ucap Rehan
" Pak Rehan " Ucap Putri jadi malu
" Apa kamu bilang " Ucap Rehan
" Aki gak bilang apa apa ko " Ucap Putri
" Tadi barusan kamu bilang apa " Ucap Rehan
" Pak Rehan " Ucap Putri
" Kenapa masih manggil pak Rehan " Ucap Rehan
" Terus manggil apa " Ucap Putri
" Panggil aku sayang " Upaya Rehan
" Haa, serius an aku karus manggil itu " Ucap Putri
" Iya kecepatan " Ucap Rehan
" Saaayang " Ucap Putri
" Ulangi lagi yang jelas ngomong nya " Ucap Rehan
" Sayang " Ucap Putri dengan lembut
" Gitu dong, mulai sekarang manggil nya sayang " Ucap Rehan
" Aku ada dua permintaan " Ucap Putri
" Apa " Ucap Rehan
" Satu hubungan kita tidak ada yang boleh tau apa lagi orang kantor " Ucap Putri
" Kenapa gak boleh kamu malu punya pacar kaya aku " Ucap Rehan
" Bukannya gitu " Ucap Putri
" Terus apa " Ucap Rehan
" Aku gak mau jadi bahan omongan orang kantor, dan takut kalau aku cuma dianggap mau hartanya kamu aja " Ucap Putri
__ADS_1
" Gak usah pedulikan orang lain " Ucap Rehan
" Aku mohon kabulkan permintaan aku ini " Ucap Putri, Rehan hanya terdiam
" Sayang " Ucap Putri merayu Rehan
" Iya, apa permintaan yang ke dua " Ucap Rehan
" Yang kedua aku gak manggil kamu dengan sebutan sayang.. " Ucap Putri belom selesai sudah dipotong Rehan
" Kamu gak mau panggil sayang, apa takut ketahuan sama simpanan kamu haa " Ucap Rehan kesal
" Kamu ko nuduh aku kaya gitu sih, kamu gak percaya sama aku kalau gak percaya kenapa kita harus pacaran " Ucap Putri kesal dan ia berdiri dari pangkuan Rehan dan hendak pergi meninggalkan Rehan
Tapi di cegah oleh Rehan
" Kamu mau kemana " Ucap Rehan
" Mau pergi dari sini " Ucap Putri kesal
Rehan pun berusaha menurunkan emosinya itu
" Duduk kembali " Ucap Rehan pelan
" Gak mau " Ucap Putri
Rehan menghampiri Putri dan menuntut Putri untuk duduk di ranjang dan Rehan jongkok di depan Putri sambil memegang tangan Putri
" Putri sayang " Ucap Rehan dengan lembut
" Bicaralah apa permintaan yang kedua " Ucap Rehan
" Jangan dipotong saat aku belom selesai ngomong " Ucap Putri
" Iya " Ucap Rehan
" Aku gak panggil kamu dengan kata sayang kalau di kantor, kalau udah gak di kantor atau gak ada orang aku tetep panggil kamu dengan kata sayang, boleh yah " Ucap Putri
" Hmm iya boleh " Ucap Rehan
" Makasih sayang " Ucap Putri
" Hadiahnya mana " Ucap Rehan
" Hadiah " Ucap Putri bingung
" iya hadiahnya " Ucap Rehan sabil memonyongkan bibir nya Putri yang tahu maksudnya nya ia tersipu malu
" Gak mau " Ucap Putri
__ADS_1
" Kenapa gak mau ha " Ucap Rehan
" Malu " Ucap Putri menundukkan kepala
" Malu tadi kamu juga mecii... " Ucap Rehan belom selesai ia langsung mendapatkan ciuman cepat dari Putri
" Cepat sekali, lagi " Ucap Rehan
" Apaa lagi " Ucap Putri
" Iya " Ucap Rehan
" Tapii " Ucap Putri belom selesai dan Rehan langsung mencium Bibir Putri dengan lembut
dan memainkan nya sebentar
" Hmm sayang " Ucap Putri di sela sela ciuman
" Kenapa " Ucap Rehan dan menyudahi ciuman tersebut
" Ini udah siang pasti orang orang sudah datang semua, aku harus pergi dari sini takut pak Tio kemari " Ucap Putri
" Tenang aja Tio gak bakalan bisa masuk " Ucap Rehan
" Ko bisa " Tanya Putri
" Pintu nya dah ku kunci " Ucap Rehan
" Kunci gimana caranya kan kamu dari tadi sini " Tanya Putri
" Tuhh " Ucap Rehan menunjukan remot yang ada di atas meja menggunakan sorotan mata
" Pintu bisa dikunci pakai remot itu " Tanya Putri
" Iya " Ucap Rehan dan ia membaringkan Kepala di paha Putri
Dan Putri mengelus kepala Rehan seperti anak kecil yang sedang merengek minta jajan
" Sayang " Ucap Putri lembut
" Hmm " Ucap Rehan
" Pakai baju dulu gih, nanti kamu kedinginan terus sakit lagi " Ucap Putri
" Gak dingin ko, kan ada kamu " Ucap Rehan
" Sayang, pakai baju gak " Ucap Putri
" Pakai in "Ucap Rehan dengan suara seperti anak kecil
__ADS_1
" Gak usah aneh aneh " Ucap Putri