Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
131


__ADS_3

Waktu jam istirahat pun tiba kini semua para karyawan mulai berhamburan ke kantin untuk mendapatkan jatah makan siangnya. Putri dan Lala pergi bersama ke kanti saat keluar dari lift mereka berdua bertemu dengan Risa Nani dan doni


" Eh putri kamu mau makan siang yah " Ucap Nani


" Iya nih sama mba Lala apa sekalian kita makan siang bareng " Ucap Putri


" Boleh juga, eh tapi kita mau makan siang di restoran depan perusahaan " Ucap Nani


" Iya kamu ikut yah put " Ucap Risa


" Hmm giman mba " Ucap Putri meminta persetujuan Lala


" Tenang aja aku yang traktir ko " Ucap Risa


" Ya udah ikut aja put " Ucap Lala


" Oke mba " Ucap Putri


Mereka pun pergi makan siang kali ini di restoran depan perusahaan mereka kerja, tanpa mereka sadari sudah ada seseorang yang menanti kedatangan meraka dan orang tersebut sudah disitu sejak jam 10


Saat meraka di tepi jalan untuk bersiap siap menyebrang,orang yang sudah menanti kan mereka melihat target mereka sudah keluar


" Apa itu orang nya " Ucap Orang itu


" Iya bos itu dia " Ucap salah satu orang tersebut


Merasa aman untuk menyebrang meraka pun bersama sama untuk ke ujung jalan, tiba tiba ditengah jalan raya kaki Putri keseleo mengakibatkan Putri berjongkok di tengah jalan raya karena ia merasa kesakitan


Sedangkan Risa dan lainnya udah di ujung jalan dan Putri tertinggal, Ini kesempatan untuk orang tersebut untuk melancarkan aksinya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan disitu pulang Risa melihat mobil itu mengarah ke Putri


Risa pun teriak sangat keras


" Putri awas ada mobil " Ucap Risa


Saat Putri menoleh ke arah mobil tersebut sudah terlambat dan akhirnya Putri tertabrak mobil tersebut sangat keras sampai Putri terpental dan terguling di jalan Raya. Sedangkan mobil itu berpura-pura kehilangan kendali dan akhirnya mobil tersebut menabrak Pohon yang ada di tepi jalan Raya


" Putriiii " Teriak mereka semua dan mereka pun langsung lari untuk menolong Putri yang sudah tidak sadarkan diri dengan berlumuran darah


" Putri bagun Putri " Ucap Risa menopang kepala Putri di pahanya


" Panggil ambulan cepetan " Ucap Risa panik


" Iya iya iya aku panggil ambulan sekarang " Ucap Doni panik


Doni pun menelfon ambulan untuk segera ke lokasi


" Don kamu dah panggil ambulan belom sih " Ucap Risa dan Nani dengan nada tinggi


" Udah sebentar lagi pasti nyampe " Ucap Doni

__ADS_1


" Putri kamu harus bertahan, Putri kamu dengan aku kan " Ucap Risa ambil menangis


" Kenapa bisa begini sih, coba aja tadi aku gak ngajak putri pasti gak bakan kaya gini " Ucap Nani merasa bersalah dan ia juga menangis sesegukan Doni berusaha menenangkan Nani


" Udah kamu jangan nangis,mending berdoa aja supaya putri gak kenapa kenapa " Ucap Doni mengelus pundak Nani


" Yang di bilang Doni bener, Itu dia ambulan nya datang " Ucap Lala


Ambulan pun datang dan putri segera diangkat ke ambulan dan di bawah ke Rumah Sakit tertekan, kebetulan dengan jam istirahat jadi banyak karyawan yang melihat kejadian tersebut termasuk Satpam


Satpam langsung mengamankan orang yang telah menabrak Putri dan menelfon polisi untuk meminta menyelidiki penyebab kejadian kecelakaan yang menimpa Putri


Setiap perjalanan menuju ke rumah sakit Risa dah Nani terus menangis tanpa henti sampai di Rumah sakit Putri langsung di bawa ke ruang IGD. Mereka pun menunggu di ruangan tunggu dengan hati yang cemas


Risa pun berpikir untuk menelfon kakak nya untuk memberitahu kan kejadian ini karena gimana pun Putri ada karyawan kak nya, Risa belom tau kalau Rehan dan Putri menjalin sebuah hubungan


" Kak " Ucap Risa sambil menangis


" Kamu kenapa " Ucap Rehan panik mendengar adik kesayangan menangis


" Kamu dimana " Ucap Rehan


" Aku di Rumah Sakit " Ucap Risa sesenggukan


" Kak Putri kak Putri " Ucap Risa


Rehan langsung berdiri saat Risa menyebutkan nama Putri, Tio yang melihat reaksi Rehan ia pun ikut berdiri


" Putri kecelakaan kak, sekarang dia lagi di ruang IGD " Ucap Risa sambil menangis tanpa henti


" Apaaa Rumah Sakit mana kak langsung kesitu " Ucap Rehan panik dan ia langsung keluar dari ruangan dengan terburu buru sambil berlari


" Rumah Medika kak " Ucap Risa


" Tunggu kak kesitu " Ucap Rehan dan langsung mematikan telfon


Tio juga ikutan berlari menyusul Rehan


" Ada apa tuan " Tanya Tio


" Kita ke Rumah Sakit sekarang " Ucap Rehan dengan tegas


" Baik Tuan " Ucap Tio dan ia langsung mengambil mobil di parkiran


" Ke Rumah Sakit Medika sekarang, dengan kecepatan tinggi " Ucap Rehan


" Baik Tuan " Ucap Tio


Tio tidak berani bertanya soalnya dengan keadaan Rehan yang sedang panik dan kondisi nya tidak stabil

__ADS_1


Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke rumah sakit Medika Rehan langsung ke ruang IGD dimana Putri sedang ditangani dokter, Tio juga mengikuti dari belakang


Rehan langsung menghampiri Risa yang sedang berdiri di depan pintu IGD dengan gelisah dan terus saja mondar mandir


" Ris kamu duduk aja dulu,InsyaAllah Putri gak kenapa kenapa ko " Ucap Nani


" Aku gak bisa tenang mba " Ucap Risa dan ia melihat kakaknya datang dan langsung memeluk Rehan


" Kak " Ucap Risa seketika tangisannya pecah


" Jangan nangis lagi liat wajah kamu dah bengkak, nanti gak ada yang suka sama kamu " Ucap Rehan untuk menghibur adiknya


Nani Doni dan Lala seketika kaget setelah mendengar Risa memanggil Rehan dengan sebutan kakak, dan mereka saling melihat satu sama lain


Nani melihat ke arah Lala untuk meminta penjelasan tapi Lal juga baru mengetahui kalau Risa adalah adik dari pemilik perusahaan dan Lala menggelengkan kepala menandakan dia tidak tau apa-apa


" Hii kak Rehan ko malah ngatain aku sih " Ucap Risa kesal


" Kalian juga disini " Ucap Rehan saat melihat Lala Doni dan Nani


" Eeh iya Pak " Ucap Mereka


" Hmm, udah berapa lama Putri di dalam " Ucap Rehan


" Hampir 1 jam kak " Ucap Risa


" Aku takut Putri kenapa-kenapa kak " Ucap Risa


" Udah kamu jangan mikir yang aneh-aneh " Ucap Rehan mengelus kepala Risa


" Sebaiknya kalian pulang dengan Risa " Ucap Rehan


" Tapi kak aku masih pingin disini nemenin Putri " Ucap Risa


" Iya Pak bener aku juga masih pingin disini " Ucap Nani


" Jangan membantah kali pulang dan istirahat gak usah kembali ke kantor " Ucap Rehan tegas


" Baik Pak " Ucap Nani


Risa juga menurut tidak mau membantah perkataan Rehan


" Tio antar mereka pulang " Ucap Rehan


" Baik Tuan " Ucap Tio


" Mari nona saya antara kembali ke perusahaan " Ucap Tio


" Iya " Ucap Risa dan Nani pasrah

__ADS_1


Dengan langkah yang sangat berat Risa dan Nani menarik kedua kakinya untuk meninggalkan Rumah sakit tersebut, Tio mengikuti dari belakang


__ADS_2