Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
64


__ADS_3

Bima sudah selesai mandi dan ia langsung menghampiri ibu dan kakak nya yang sedang menonton TV


" Seru banget nonton nya sampai ketawa " Ucap Bima


" Iya filmnya lucu, sini duduk di sebelah ibu " Ucap Bu Erna


Bima pun duduk di sebelah Bu Erna dan mereka menikmati film sambil tertawa bersama di ruang kecil itu suasana begitu hangat dan keluarga yang bahagia meski pun dengan kehidupan yang sederhana. Tiba tiba suara perut Bima punya membuat Bu Erna dan Putri melihat ke arah Bima


" Kamu lapar " Tanya Putri


" Hehehe iya mba " Ucap Bima sambil senyam senyum


" Ya udah yuk makan kasian anak ibu yang paling ganteng kelaparan " Ucap Bu Erna


" Ganteng dari mana nya Bu " Tanya Putri


" Kalau di lihat dari ujung monas pakai sedotan " Ucap Bu Erna membuat lelucon


" Ibu jahat banget tadi Bima di puji tinggi tinggi sekarang malah di jatuhin " Ucap Bima cemberut


" Hahahahaha yang di katakan ibu bener " Ucap Putri tertawa terbahak bahak


" Mba Putri " Ucap Bima dan mengejar Putri ke arah meja makan


" Anak anak ku udah besar kamu liat lah mas anak mu sudah besar, semoga kamu bahagia di sana " Ucap Bu Erna lirih dan meneteskan air mata ia langsung menghapus nya karne takut mereka melihat nya


" Udah udah jangan lari lari, duduk dan cepat makan " Ucap Bu Erna


" Siap ibu negara " Ucap mereka Kompak


" Kalian " Ucap Bu Erna sambil menggelengkan kepala


Mereke pun makan malam bersama dan tak butuh waktu lama mereka telah selesai


" Bim " Ucap Putri


" Iya mba kenapa " Ucap Bima


" Ini uang buat kamu bayar ujian " Ucap Putri dan memberikan uang ke Bima tapi Bima menolak nya


" Gak usah mba Bima udah bayar ko " Ucap Bima


" Bayar uang dari mana kamu " Tanya Putri dan Bu Erna


" Uang tabungan Bima mba Bu " Ucap Bima berbohong


" Kenapa uang tabungan kamu di pakai itu kan uang buat masa depan kamu " Ucap Putri

__ADS_1


" Gapapa mba nanti Bima bisa ngumpulin lagi ko " Ucap Bima


" Ya udah ini uang buat kamu tabung untuk masuk ke Perguruan tinggi " Ucap Putri


" Tapi mba " Ucap Bima terpotong


" Gak ada tapi tapian simpan ini mba mau kamu harus sekolah ke Perguruan tinggi ngerti " Ucap Putri


" Ngerti mba " Ucap Bima mematuhi apa yang di katanya Putri


" Udah sana kamu masuk kamar dan belajar " Ucap Bu Erna


" Iya Bu " Ucap Bima


Bima pun masuk ke kamar nya dan mengunci kamar


" Kamu jangan memperlakukan Bima dengan keras nak " Ucap Bu Erna ke Putri


" Tapi ini buat kebaikan Bima Bu Putri pingin Bima bisa masuk ke Perguruan tinggi " Ucap Putri


" Iya ibu tau tapi kamu harus dengan cara yang lembut, Bima bersikap seperti itu karena gak mau menyusahkan kamu nak dia ingin membantu kamu cari uang Bima juga berkata kalau dia sangat kasihan melihat kamu harus banting tulang buat menyekolahkan kan adik kamu " Ucap Bu Erna mengelus punggung Putri


Putri yang mendengar penuturan Bu Erna ia hampir mengetes kan air mata tapi ia tahan agar ibu nya tidak melihat kesedihan nya


" Tapi ini udah kewajiban Putri Bu, Putri senang ko melakukan ini semua Putri pingin lihat Bima jadi orang sukses " Ucap Putri


" Dah kamu masuk kamar dan istirahat pastik kamu capek " Ucap Bu Erna


" Iya Bu Putri masuk ke kamar dulu ya " Ucap Putri


" Iya nak " Ucap Bu Erna


Di tempat lain yaitu kediaman Rehan


" Kak " Ucap Risa di depan pintu kamar Rehan


" Kak buka pintunya " Ucap Risa


" Ko gak ada surat sih apa kak Rehan di ruangan kerja nya " Pikir Risa dan ia langsung menuju ke ruang kerja Rehan


Tok tok tok


" Kak Rehan " Ucap Risa


" Kenapa " Ucap Rehan


" Mau aku tanya sesuatu sama kak Rehan aku belom masuk ya " Ucap Risa

__ADS_1


" Iya " Ucap Rehan


Setelah mendapatkan ijin Risa masuk ke ruang kerja Rehan dan duduk di depan meja kerja Rehan


" Ada apa " Ucap Rehan


" Apa bener waktu Putri di Inggris ia mau di perkosa sama orang di sana " Tanya Risa


" Hmm " Ucap Rehan


" Kenapa bisa kejadian seperti itu " Tanya Risa


" Mana kaka tau " Ucap Rehan


" Apa bener kak Rehan ninggalin Putri pas di jalan " Ucap Risa


" Gak " Jawab Rehan santai


" Gak gimana Putri cerita semua nya sama aku kak katanya kak Rehan jalan lebih dulu dan Putri di belakang dan ia ketinggalan di belakang kak Rehan juga gak tau kan kalau Putri di tabrak sama orang " Ucap Risa yang mulai kesal dengan sifat kakaknya


" Hmm " Jawab Rehan


" Lain kali kalau kak Rehan pergi sama Putri kakak harus jagain Putri " Ucap Risa


" Aku bukan pengawal dia aku bos nya dia " Ucap Rehan


" Tapi kak Rehan kan cowok jadi harus melindungi cewek " Ucap Risa


" Kamu kenapa sih belain tuh orang " Tanya Rehan


" Karena aku sudah anggap Putri kakak aku sendiri, pokonya kak Rehan harus memenuhi permintaan aku tadi kalau gak " Ucap Risa tejeda


" Kali gak apa " Tanya Rehan


" Aku berhenti makan " Ancam Risa Ke Rehan


" Coba aja kalau bisa " Ucap Rehan


" Bisa ko " Ucap Risa dan langsung keluar dari ruang kerja Rehan


Risa kembali lagi tapi ia tidak masuk ia cuma memasukkan kepalanya saja


" Kak besok aku mau nginap di rumah nya Nani sama Putri " Ucap Risa


" Iya " Ucap Rehan


Rehan sangat sayang terhadap adik nya Risa karena ia yang selalu menemani Rehan di saat ia terpuruk apa lagi dulu saat Rehan masih satu rumah sama orang tua nya, kehidupan nya selalu di atur oleh ibu nya bahkan saat ia di hukum dan di kurung di kamar Risa diam diam masuk ke kamar nya menggunakan kunci cadangan yang ia ambil dari ibu nya dan menghibur kak nya yang sedih. Makah dari itu Rehan sangat sayang kepada Risa

__ADS_1


__ADS_2