
Putri pun menuju ke ruang Suhardi
Tok tok tok
" Siapa " Ucap Suhardi
" Saya putri pak asisten nya pak Rehan " Ucap Putri
" Masuk " Ucap Suhardi
Putri pun masuk
" Permisi pak " Ucap Putri
" Ada apa " Ucap Suhardi
" Bapak di panggil pak Rehan untuk ke ruangan nya " Ucap Putri
" Iya saya kesana sekarang" Ucap Suhardi
" Kalau gitu saya permisi dulu pak " Ucap Putri
" Iya " Ucap Suhardi
Putri pun keluar dari ruangan Suhardi di ikuti Suhardi di belakang nya sesampainya didepan ruangan Rehan
" Bapak tunggu di sini sebentar " Ucap Putri ke Suhardi
" Iya " Ucap Suhardi
" Permisi pak " Ucap Putri saat di dalam
" Kenapa " Ucap Rehan
" Pak Suhardi sudah datang pak " Ucap Putri
" Suruh dia masuk " Ucap Rehan
" Baik pak " Ucap Putri ia segera memanggil Suhardi untuk masuk ke dalam
__ADS_1
" Silakan pak sudah di tunggu pak Rehan " Ucap Putri
" Iya " Ucap Suhardi
Suhardi pun masuk dan menghadap ke Rehan
" Ada apa ya pak manggil saya " Ucap Suhardi pura pura tidak tau
" Kemarin kamu ke mana " Ucap Rehan
" Kemarin saya liburan saya keluarga pak dan maaf kemarin gak bisa ikut rapat " Ucap Suhardi
" Apa yang kamu lakukan di perusahaan saya " Ucap Rehan
" Maksudnya bapak apa yah saya gak ngerti " Ucap Suhardi
" Gak usah mengelak, Tio tunjukin berikan berkas itu ke dia " Ucap Rehan Ke Tio
" Baik tuan " Ucap Tio dan ia memberikan berkas itu ke Suhardi
" Baca " Ucap Rehan
Suhardi pun membaca catatan ke uang dan transaksi Transfer BNK ke Rekening nya tapi wajah Suhardi biasa aja
" Buat apa uang itu " Ucap Rehan dengan wajah dinginnya
" Buat urusan pribadi saya pak " Ucap Suhardi
" Maksud kamu apa itu uang perusahaan bukan uang kamu " Ucap Rehan mulai emosi
" Saya sudah bertahun tahun kerja disini jadi saya boleh ambil uang itu " Ucap Suhardi
" Kurang ajar kau gak berhak ambil uang perusahaan, perusahaan ini milik saya bukan kamu " Ucap Rehan kesal dan berdiri mencengkram kera baju Suhardi
" Kamu itu bawahan saya jadi jangan macam macam sama saya " Ucap Rehan dengan dana menekan
" Saya tau tapi saya sudah berbakti di perusahaan ini cukup lama jadi wajar dong kalau saya ambil uang perusahaan " Ucap Suhardi tanpa ragu Rehan yang mendengar nya ia langsung tersulut emosi dan ia memukul Suhardi dengan pukulan cukup kencang sampai Suhardi pun tersungkur ke lantai
" Kurang ajar " Ucap Rehan yang terus memukul Suhardi Tio yang melihat nya ia berusaha melerai Rehan tapi Rehan tidak mendengar nya
__ADS_1
" Tuan udah tuan " Ucap Tio
" Dia udah babak belur " Ucap Tio yang melihat Suhardi sudah belumuran darah
" Aduh giman nih " Ucap Tio bingung dan tiba tiba Putri masuk ia terkejut saat melihat Rehan sedang menghajar Suhardi
"Pak Rehan " Teriak Putri tapi Rehan tidak mendengar nya
" Pak Tio kenapa diam aja gak melerainya " Teriak Putri
" Sudah nona tapi pak Rehan tidak mendengarkan saya " Ucap Tio
Putri yang melihat Suhardi tidak berdaya ia kasihan dan akhirnya ia mendekat ke Rehan
" Pak Rehan udah kasihan Pak Suhardi udah berdarah " Ucap Putri
ke Rehan
Tapi Rehan masih tidak mendengar nya, Putri bingung harus berbuat apa lagi akhirnya Putri memegang tangan Rehan yang hampir memukul Suhardi
" Pak sudah liat dia udah tak berdaya " Ucap Putri dengan lembut Rehan pun melihat ke arah Putri emosinya mulai menurun dan Rehan menarik nafas dalam dalam, Tio yang melihat Putri bisa meredahkan amar Rehan ia tersenyum
Putri pun menarik Rehan untuk menjauh dari Suhardi dan mendudukan Rehan ke Sofa
" Asisten Tio bawa pak Suhardi keluar " Ucap Putri
" Baik nona " Ucap Tio ia pun memapah Suhardi ke raung UKS yang ada di perusahaan sedang Putri ia mencari kotak P3K untuk membersihkan darah yang ada di tangan Rehan dan kebetulan tangan Rehan juga berdarah
Putri pun mulai membersihkan darah yang ada di tangan Rehan dengan lembut
" Tangan Bapak terluka " Ucap Putri
Rehan tidak merespon nya
" Pak Rehan kenapa memukul pak Suhardi " Tanya Putri lembut
" Dia sudah berani ambil uang perusahaan " Ucap Rehan
" Apaaa " Teriak Putri
__ADS_1
" Gak usah teriak " Ucap Rehan
" Hehehe maaf Pak " Ucap Putri