
Sore hari nya putri sudah diperbolehkan pulang ia pulang bersama Bu Erna menggunakan taksi online, Putri tidak memberi tahu kan ke Rehan menurut itu tidak penting.
Ditempat lain yaitu perusahaan R.A Grup akan memasuki jam pulang,Rehan yang sedang melakukan pekerjaannya di ruang nya dibantu Tio
" Dah selesai blom " Ucap Rehan
" Bentar lagi re " Ucap Tio
" Lama banget sih " Ucap Rehan
" Sabar ini kan kau yang nyuruh mengerjakan segini banyak nya " Ucap Tio
" Hmm "Ucap Rehan
Tio pun menyelesaikan pekerjaan nya yang begitu banyak,Setengah jam kemudian Tio udah menyelesaikan nya
" Akhirnya selesai juga " Ucap Tio sambil menyenderkan kepalanya ke sofa
" Kita ke rumah sakit sekarang " Ucap Rehan
" Astaga re istirahat sebentar ngapa " Ucap Tio mengeluh
" Gak usah membantah " Ucap Rehan
" Hmm iyaiya bilang aja pingin ketemu putri " Ucap Tio lirih
" Apa kau bilang " Ucap Rehan
" Gak " Ucap Tio
" Cihh " Desis Rehan
Rehan dan Tio pun keluar dari ruang menuju ke lift untuk ke lantai bawah sesampainya di lantai bawah Tio lebih dahulu mengambil mobil dan Rehan menunggu di lobi perusahaan
Tak berselang lama Tio sudah di depan Rehan ia turun dan membukakan pintu untuk bosnya, Dan mereka langsung meluncurkan mobilnya menuju ke Rumah Sakit Medika.Sesampainya di Rumah sakit Rehan langsung menuju ke Ruang putri, sesampainya di sana ia tidak menemukan seorang pun yang ada diruang itu
" Ko gak ada siapa siapa re " Ucap Tio
" Aku tau, coba cek ke toilet siapa tau putri disana " Ucap Rehan
Tio pun mengecek ke toilet tapi di sana tidak ada orang
" Disini gak ada " Ucap Tio
Setelah mendengar penuturan Tio Rehan langsung keluar dan menuju ke Ruangan Dokter Ana
" Buset main tinggal aja " Ucap Tio
Tio pun menyusul Rehan
Tok tok tok
" Masuk gak dikunci " Ucap Dokter Ana
Rehan pun masuk
" Pak Rehan silakan duduk pak " Ucap Dokter Ana
" Hmm " Ucap Rehan
" Ada perlu apa pak " Ucap Dokter Ana
" Kenapa Ruang Putri kosong " Ucap Rehan
__ADS_1
" Oh nona putri udah pulang tadi pak " Ucap Dokter Ana
" Pulang " Ucap Rehan
" Iya Pak apa nona Putri gak ngabarin bapak " Ucap Dokter Ana
" Hmm " Ucap Rehan
langsung berdiri dan pergi begitu saja tampa berkata apa apa
" Kebiasaan main pergi aja " Ucap Dokter Ana megelengkan kepala
" Gimana pak " Ucap Tio
" Pulang sekarang " Ucap Rehan
" Pulang katanya mau jenguk putri " Ucap Tio
" Kalau aku bilang pulang ya pulang " Ucap Rehan
" Iya pak " Ucap Tio menuruti perkataan Rehan dan ia langsung mengambil mobil dan meninggalkan pekarangan Rumah Sakit Medika
" Pak Rehan kenapa ko keliatan nya marah " Ucap Tio dalam hati
" Berani beraninya kau pulang gak ngabarin aku dulu " Ucap Rehan dalam hati dengan sorot mata yang menakutkan
Ditempat lain yaitu Di rumah Putri yang sangat sederhana itu
" Bu " Ucap Putri
" Iya nak kenapa " Ucap Bu Erna
" Bima ko blom pulang ini udah lewat jam pulang nya " Ucap Putri
" Coba kamu telfon " Ucap Bu Erna
" Iya bu " Ucap Putri
Putri menelfon Bima adik nya berkali kali tapi tidak ada jawaban dari Bima
" Gak diangkat bu " Ucap Putri
" Lagi apa sih tuh anak " Ucap Bu Erna cemas
" Mungkin Bima lagi kerja kelompok bu kan dia mau ujian " Ucap Putri
" Bener juga kamu Put " Ucap Bu Erna
" Ya udah Putri mandi dulu ya Bu " Ucap Putri
" Iya,Ibu juga mau masak makam malam " Ucap Bu Erna
Putri pergi dari sana dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya sedangkan Bu Erna pergi ke dapur untuk memasak
" Bim " Ucap Rian
" Apa " Ucap Bima
" Kamu gak di cariin ibu kamu " Ucap Rian
" Oh ya aku blom ngabarin ibu " Ucap Bima kaget
" Ya udah sana kamu kabarin dulu tapi kamu mau bilang apa sama ibu kamu " Ucap Rian bertanya kepada Bima
__ADS_1
Bima pun terdiam sejenak untuk memikirkan alasan apa untuk ngomong sama ibunya
" Hmm aku bilang aja kalau lagi kerja kelompok sama kamu " Ucap Bima
" Wahh bener juga ide kamu bim " Ucap Rian
Bima pun mengambil Telfonnya dan mengetik pesen untuk memberi tahu kepada ibu dan kakak bahwa ia sendang kerja kelompok bersama Rian
" Kak aku lagi kerja kelompok dirumah nya Rian aku pulang agak terlambat tolong bilangin sama ibu biar ibu gak khawatir " Isi pesen dari Bima
" Gimana udah ada balesan " Ucap Rian
" Belom mungkin kaka ku lagi mandi " Ucap Bima
" Ya udah kita makan malam dulu yuk bentar lagi juga mau pulang " Ucap Rian
" Pulang kan masih sore Ri " Ucap Bima
" Iya aku kalau pulang jam 7 otomatis kamu juga ikutan pulang besok kan kita harus sekolah " Ucap Rian
" Apa aku gak di marahin ibu kamu " Ucap Bima khwatir
" Ya gak lah ibu aku pasti ngertiin ko kamu tenang ada ibu aku tuh orang baik " Ucap Rian
" Iya sih ibu kamu tuh baik banget " Ucap Bima
" Dah yuk makan habis itu sholat terus pulang deh " Ucap Rian
" Hmm iya " Ucap Bima
Putri yang baru saja selesai mandi dan ia langsung sholat maghrib selesai sholat ia membuka HP nya dan melihat ada pesan dari adiknya Bima
" Iya nanti kaka sampaikan kamu hati hati pulangnya " Isi pesan dari Putri
Putri pun pergi ke dapur untuk menemui ibu nya ynag sedang memasak
" Buu " Ucap Putri
" Iya ada apa kau ini seneng banget ngagetin ibu mu " Ucap Bu Erna kaget pasalnya ia sedang fokus memasak hapir saja tanya terkena wajan yang panas
" Hehehe maaf Bu " Ucap Putri sambil cenge ngesan
" Ada apa " Ucap Bu Erna yang masih fokus dengan masakannya
" Bima lagi kerja kelompok sama Rian katanya pulay agak terlambat " Ucap Putri
" Oh nak Rian teman dekatnya Bima itu " Ucap Bu Erna
" Iya Bu " Ucap Putri
" Ya udah kita makan dulu ibu udah selesai ini masaknya " Ucap Bu Erna
" Hmm iya Bu aku kangen banget masakan ibu " Ucap Putri gembira pasalnya saat dia dirumah sakit ia makan makanan yang di belikan Rehan kalau gak makan Rumah sakit yang sangat membosankan itu
" Kau ini kaya udah lama gak makan masakan ibu aja " Ucap Bu Erna
" Ih Putri serius Bu pas Putri di rumah sakit Putri makan masakan Rumah sakit gak gak enak itu kalau gak dibeliin pak Rehan " Ucap Putri
" Kamu suka gak sama nak Rehan " Ucap Bu Erna menggoda Putri
" Ihh ibu apaan sih ko tiba tiba ngomong Bos yang galak itu " Ucap Putri Kesal
" Galak gimana kelihatan nya pak Rehan gak galak ko baik pula " Ucap Bu Erna
__ADS_1
" Baik apa nya ibu aja gak tua sifat aslinya sih manusia es " Ucap Putri dalam hatinya