
Mereka pun sampai di tempat acara makan malam
" Maaf Tuan Bimo sudah menunggu " Ucap Rehan
" Ah gapapa pak Rehan silakan duduk " Ucap Tuan Bimo
Rehan pun duduk Putri duduk di sebelah Rehan
" Waah nona cantik ini siapa " Ucap Bimo
" Oh ini Asisten pribadi saya Tuan " Ucap Rehan
" Oh ini Asisten nya pak Rehan cantik juga boleh saya kenalan " Ucap Bimo
Putri pun tersenyum
" Nama saya Putri Tuan " Ucap Putri
" Nama yang cantik seperti orang nya " Ucap Bimo
Putri pun hanya tersenyum dengan pujian Tuan Bimo
" Silakan di makan keburu dingin makanya " Ucap Tuan Bimo
Mereka pun makan malam dengan nikmat setelah selesai makan malam meraka membicarakan tentang kerja sama antara mereka, Tapi mata Bimo selalu melihat ke arah Putri Rehan yang mengetahui nya ia merasa marah dan Putri juga merasa risih dengan pandangan Bimo yang selalu ke arah nya
Rehan sudah mengetahui sifat Bimo seperti apa, dan ia juga tau kalau Bimo selalu bermain dengan wanita wanita jalang. Tio yang mengetahui situasi ini ia pun angkat bicara
" Maaf Tuan kalau sudah gak ada yang di bicarakan lagi kami undur diri dulu " Ucap Tio
" Mau kemana jangan terburu buru asisten Tio, ini masih sore lebih baik kita nikmati dulu " Ucap Bimo
" Maaf Tuan Bimo Pak Rehan harus istirahat soalnya kita baru sampai tadi sore, nanti bisa dilanjutkan lain waktu " Ucap Tio
" Baik lah kalau gitu " Ucap Bimo
Bimo pun berinisiatif berjaba tangan dengan Putri pun menyambut nya tanpa ragu, saat berjaba tangan Bimo mengelus elus tangan Putri dan Putri yang merasa aneh ia langsung melepaskan tangan Tuan Bimo Rehan yang melihat ia langsung menarik tangan Putri.
Dan langsung membawa Putri pergi dari situ
" Pak pelan pelan sakit " Ucap Putri kesakitan pasalnya Rehan mencengkram tangan Putri dengan keras
Rehan yang sudah tersulut emosi ia tidak mendengar kan rintihan Putri yang kesakitan. Putri yang sudah tidak tahan lagi ia pun memberanikan diri untuk melepas dari cengkraman Rehan
" Lepass " Ucap Putri yang sudah berkaca kaca
Rehan pun langsung tersadar
__ADS_1
" Kalau marah jangan melampiaskan ke aku " Ucap Putri sambil memegangi tangan gang berdarah, saat ini Putri menggunakan gelang dan ujung gelang nya menusuk ke tangan Putri saat di cengkram oleh Rehan
Dan Putri langsung pergi meninggalkan Rehan dan Tio menuju ke kamarnya
" Darah "Ucap Rehan saat melihat tangan ada darah
" Itu darahnya nona Putri Tuan " Ucap Tio
" Apaa " Ucap Rehan
" Tadi Tuan mencengkram tangan nona Putri sangat kerasa jadi tangan nona Putri berdarah " Ucap Tio
Rehan yang mendengarkan penjelasan Tio ia langsung mengejar Putri
" Dasar pria gak punya hati " Ucap Putri
" Tangan ku sakit sampai berdarah lagi " Ucap Putri
Rehan pun langsung masuk ke kamar Putri, Putri yang mengetahui nya ia langsung berbalik badan
" Mau ngapain " Ucap Putri
" Mana tangan kamu " Ucap Rehan
" Mau ngapain " Ucap Putri
Putri pun langsung menunjukkan tangan nya yang terluka, Rehan langsung memegang tangan Putri yang terluka itu
" Apakah sakit " Ucap Rehan dengan nada lembu
" Pikir aja sendiri " Ucap Putri kesal
" Tunggu disini " Ucap Rehan dan ia langsung berdiri dan meninggal Putri untuk mencari P3K
" Malah pergi gitu aja, gak ada inisiatif untuk ngobatin atau minta maaf gitu " Ucap Putri
Tak berapa lama Rehan kembali dan duduk di sebelah Putri
" Mana tangan kamu " Ucap Rehan
" Mau ngapain " Ucap Putri
" Mau saya potong " Ucap Rehan
" Apaaa " Teriak Putri
" Gak usah teriak, mau di obatin gak " Ucap Rehan
__ADS_1
Putri yang mendengar nya ia langsung memberikan tangan nya ke Rehan, dan rehan pun mulai mengobati tangan Putri dengan lembut
" Pelan pelan sakit tau " Ucap Putri
" Ini udah pelan tahan sebentar " Ucap Rehan dengan nada lembut
" Kenapa kali ini dia ngomong dengan nada lembut banget, wajahnya juga tampan kalau dilihat dengan dekat " Ucap Putri
" Sudah puas liat nya " Ucap Rehan yang sudah selesai mengobati luka Putri
" Siapa lagi yang liatin kau " Ucap Putri membela diri
" Masih gak mau ngaku " Ucap Rehan
" Cih " Desis Putri
" Kenapa aku mengikutin gaya bicara nya manusia es ini " Pikir Putri dalam hati
" Aku ganteng kan " Ucap Rehan
" Idihh PD banget sih " Ucap Putri memalingkan wajah
Rehan yang melihat Putri salah tingkah ia pun tersenyum
" Istirahat lah besok masih aja pekerjaan " Ucap Rehan
" Hmm " Ucap Putri
Rehan pun bangkit dari duduknya dan aku pergi dari kamar Putri
" Pak Rehan " Ucap Putri
" Kenapa " Ucap Rehan
" Makasih udah ngobatin luka ku " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Rehan
Ia pun langsung keluar dari kamar Putri
" Coba aja pak Rehan baik kaya gini terus sama aku, pasti aku langsung jatuh cinta sama dia " Ucap Putri
" Putri kamu ngomong apa sihhh, jangan sampai kamu jatuh cinta sama manusia es itu " Ucap Putri
" Lebih baik aku tidur dari pada mikir manusia es " Ucap Putri
Dan ia langsung mengambil posisi tidur
__ADS_1