Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
23


__ADS_3

Tak butuh waktu lama Putri sudah selesai membelikan makanan untuk Rehan


Tok tok tok


" Masuk " Ucap Rehan


" Permisi pak " Ucap Putri


" Hmm " Ucap Rehan


" Ini pak pesanannya " Ucap Putri


" Letakan di situ " Ucap Rehan


" Pak makasih yang semalam udah nolongin aku " Ucap Putri


" Hmm " Ucap Rehan


" Kalau gitu aku permisi dulu pak " Ucap Putri


" Hmm " Ucap Rehan


Putri pun keluar dari ruangan Rehan dan langsung menuju ke meja kerja nya


" Disuruh apa tadi " Ucap Lala


" Disuruh beli makan " Ucap Putri


" Oh gitu " Ucap Lala


" Iya mba ada tugas apa nih " Ucap Putri


" Kamu susun dokumen dokumen itu terus berikan ke pak Rehan " Ucap Lala


" Oke siap mba " Ucap Putri


Putri pun menyusun dokumen dokumen yang harus di berikan oleh pak Rehan cuma butuh 1 jam Putri sudah menyelesaikan tugas nya


" Mba aku kasih dokumen ini dulu yah " Ucap Putri


" Iya put " Ucap


Putri pun ke luar Rehan


Tok tok tok


" Siapa " Ucap Rehan


" Saya Putri mba " Ucap Putri


" Masuk " Ucap Rehan


" Permisi pak saya mau ngasih kan dokumen dokumen ini " Ucap Putri


" Letakan itu lemari itu " Ucap Rehan


" Baik pak " Ucap Putri


" Sekalian yang di situ di susun sesuai tahun bulan " Ucap Rehan


" Baik pak " Ucap Putri


Putri pun melakukan apa yang di perintah kan oleh Rehan


Putri sangat berhati-hati saat meletakkan dokumen dokumen itu dan takut nya rusak


Di mengambil dokumen dokumen nya menggunakan kursi karena lemarinya sangat tinggi


Saat Putri mengambil dokumen yang letaknya paling tinggi Putri kesusahan dan Putri kehilangan ke seimbang akhirnya Putri jatuh dari kurus dan kepala membentur meja kerja Rehan


Rehan yang sedang di kamar mandi langsung keluar karena mendengar suara benda jatuh


" Aaaa sakit banget " Ucap Putri yang sudah terkapar di lantai


" Ada apa " Ucap Rehan


" Sakit " Ucap Putri merintih karena kepala nya mengeluarkan darah


" Kamu berdarah " Ucap Rehan


" Sakit pak " Ucap Putri


" Tahan bentar " Ucap Rehan


" Tio siap kan mobil cepat " Ucap Rehan


" Siap bos " Ucap Tio


" Tahan ya " Ucap Rehan panik karena darah yang keluar cukup banyak


" Sakit pak " Ucap Putri sambil menangis


Rehan yang melihat Putri kesakitan dan mengeluarkan darah banyak dia agak merasa kasihan akhirnya Rehan menggendong Putri


Rehan mempercepat jalan nya karena darah yang keluar makin banyak,Para karyawan yang melihat Rehan menggendong Putri pada ke heranan karena baru pertama kali melihat Rehan menggendong perempuan


" Put jangan merem kamu tahan yah " Ucap Rehan panik melihat Putri sudah lemas


" Sakit " Ucap Putri merintih tapi matanya terpejam

__ADS_1


" Sabar yah " Ucap Rehan


Rehan pun masuk ke liv khusus dan langsung ke lantai 1 Tio sudah siap di depan


" Buka pintunya " Ucap Rehan


Tio pun langsung membuka kan pintu ia juga heran kenapa Rehan bisa menggendong Putri


" Cepet ke RS " Ucap Rehan panik


" Siap pak " Ucap Tio


Tio pun langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi


" Tio cepat dia sudah mengeluarkan banyak darah " Ucap Rehan panik


" Iya pak sebentar lagi nyampe " Ucap Tio


" Tahan sebentar lagi nyampe " Ucap Rehan ke Putri


" Tio dia ko gak jawab aku " Ucap Rehan


" Saya gak tau re apa jangan jangan dia " Ucap Tio


" Gak dia gka boleh mati " Ucap Rehan


" Jangan berisik kepala ku tambah sakit " Ucap Putri lirih


" Kamu masih hidup " Ucap Rehan


" Masih lah kau kira aku udah mati " Ucap Putri


" Udah Nyape pak " Ucap Tio


" Buka pintu cepat " Ucap Rehan


Tio pun membuka pintu untuk Rehan. Rehan langsung keluar dengan langkah yang cepat


Para karyawan yang di RS pada panik karena kedatangan Rehan


" Panggil kan dokter Ana cepat " Ucap Rehan dengan nada keras


" Baik Pak " Ucap Suster


" Silakan langsung ke ruang IGD pak " Ucap salah satu suster


Rehan langsung mengikuti suster ke ruang IGD sesampainya di ruang IGD Rehan langsung membaringkan Putri ke ranjang pasien


" Permisi ada apa pak " Ucap Dokter Ana


" Dok periksa dia sekarang Kepala nya terbentur dan mengeluarkan banyak darah " Ucap Rehan


Rehan pun keluar dari ruang IGD dan menunggu di depan bersama Tio


" Baju Pak Rehan kena banyak darah apa mau saya ambil kan baju ganti " Ucap Tio


" Hmm " Ucap Rehan


Tio pun langsung pergi ke mobil untuk mengambil baju ganti untuk Rehan tak butuh waktu lama Tio sudah mengambil baju ganti Rehan


" Ini pak lebih baik ganti dulu biar aku yang nungguin di sini " Ucap Tio


" Kalau ada apa apa langsung kabarin aku " Ucap Rehan


" Iya re " Ucap Tio


Rehan langsung menuju ke toilet untuk mengganti pakai nya yang terkena darah Putri


" Sus pasien kekurangan darah tolong ambilkan cadangan dari golongan AB " Ucap Dokter Ana


" Baik Dok " Ucap Suster


Suster tersebut pun keluar untuk mengambil cadangan darah,Saat dia keluar suster tersebut di hadang Rehan


" Gimana ke adanya sus " Ucap Rehan


" Pasien kehabisan darah banyak pak dia harus transfusi darah " Ucap Suster


" Kalau gitu lakukan sekarang " Ucap Rehan Ke suster dengan nada yang menakutkan


" Baik pak permisi saya mau ngambil cadangan darah " Ucap Suster


Rehan pun mempersilahkan suster itu untuk pergi mengambil cadangan darah, sesampainya di ruang penyimpanan darah ternyata cadangan darah golong AB habis suster tersebut langsung ke ruang IGD


" Dok cadangan darah AB kosong "Ucap Suster


" Coba hubungi RS lain siapa tau ada soalnya pasien harus di tangani sekarang dia sudah banyak mengeluarkan darah


" Baik Dok " Ucap Suster


Suster tersebut pun langsung menelfon pihak RS sakit lain untuk menanyakan Cadangan darah AB


" Gimana Sus " Ucap Dokter Ana


" Gak ada dok " Ucap Sus


" Gimana ini " Ucap Dok Ana


" Saya gak tau dok, Coba bilang sama pak Rehan siapa tau keluar nya ada golongan yang sama " Ucap Sus

__ADS_1


" Kalau gitu saya ke luar bentar tolong suster pantuan terus " Ucap Dokter Ana


" Baik Sus " Ucap Suster


Dokter Ana pun keluar dengan wajah yang cemas. Rehan yang melihat nya langsung berdiri


" Gimana ke adanya dok " Ucap Rehan


cemas


" Sebelumnya saya minta maaf Pak pasien kekurangan darah dan kebetulan darah yang di butuh kan lagi kosong


" Kenapa bisa ke habisan " Ucap Rehan dengan keras dan aura yang menakutkan


" Maaf memang lagi kosong saya juga udah ngubungin Rumah Sakit lagi tapi kosong juga " Ucap Dokter Ana


Rehan yang mendengar nya langsung menonjok dinding di sana membuat Dokter Ana ketakutan Tio yang melihat Rehan marah dia berusaha menenangkan


" Sabar re " Ucap Tio


" Sabar gimana dia butuh transfusi darah sekarang " Ucap Rehan


" Kalau boleh tau golongan apa dok " Ucap Tio


" AB pak " Ucap Dokter Ana


" Re golongan kamu AB kamu bisa mendonorkan darah untuk Putri " Ucap Tio


" Kalau gitu cepat ambil darah aku dok " Ucap Rehan


" Baik pak kalau gitu ikut saya biar di priksa dulu " Ucap Dokter Ana


Rehan pun di priksa terlebih dahulu apakah dia bisa mendonorkan darah nya untuk Putri


Beberapa menit kemudian Suster yang memeriksa mengatakan bahwa Rehan bisa mendonorkan kan darah nya untuk Putri


Rehan pun masuk ke ruang IGD untuk transfusi darah, Saat dia melihat Putri terbaring tak berdaya dia merasa kasih dan hatinya sakit entah kenapa Rehan bisa merasakan hal seperti itu ia juga bingung


Darah Rehan di ambil sebanyak 3 kantong sebenarnya 2 kontong cukup tapi Rehan memaksa kan untuk mengambil 3 kantong dan darah itu lagsung di transfusi kan ke Putri


Keadaan Putri sudah membaik setelah mendapatkan transfusi darah dari Rehan


" Pak Rehan istirahat dulu " Ucap Dokter Ana


" Hmm " Ucap Rehan


" Suster tolong pindahkan pak Rehan ke ruang inap " Ucap Dokter Ana


" Baik Dok " Ucap Suster


" Apa dia baik baik aja dok " Ucap Rehan


" Dia sudah membaik pak setelah mendapatkan transfusi darah dari Pak Rehan " Ucap Dokter Ana


" Hmm " Ucap Rehan


" Tenang pak nanti dia juga akan di pindahkan ke ruang inap bareng sama pak Rehan " Ucap Dokter Ana


" Hmm " Ucap Rehan


Rehan pun di pindahkan ke ruang inap VIP karena Rumah Sakit itu miliknya dan Dokter Ana adalah dokter kepercayaan nya


Beberapa saat Putri juga di pindahkan ke ruang yang sama dengan Rehan


" Dok ko dia gak sadar sadar " Ucap Rehan


" Sabar pak sebentar lagi juga akan sadar " Ucap Dokter Ana


" Tapi dia baik baik saja kan Dok " Ucap Rehan


" Dia akan baik baik saja pak " Ucap Dokter Ana


" Hmm " Ucoa Rehan


" Kalau gitu saya permisi dulu pak nanti kalau ada apa apa langsung hubungi saya " Ucap Dokter Ana


" Makasih dok " Ucap Tio


" Sama sama pak " Ucap Dokter Ana dan langsung pergi dari ruang itu


" Re lebih baik kamu istirahat kan kamu habis mendonorkan darah banyak " Ucap Tio


" Hmm kamu jaga dia baik biak " Ucap Rehan


" Iya re kamu cinta ya sama dia " Ucap Tio


" Gak usah asal bicara aku cuma peduli sebagai karyawan gak lebih " Ucap Rehan


" Masa sih " Ucap Tio


" Mau aku potong gaji mu " Ancaman Rehan


" Jangan lah Re " Ucap Tio


" Gak usah brisik aku mau tidur " Ucap Rehan


" Iya "Ucap Tio


Rehan tidur karena badan nya terasa lemas setelah di ambil darah sebanyak 3 kantong

__ADS_1


π™…π˜Όπ™‰π™‚π˜Όπ™‰ π˜½π™Šπ™Žπ™€π™‰ π˜½π™Šπ™Žπ™€π™‰ π™ˆπ˜Όπ™ˆπ™‹π™„π™ 𝙆𝙀 π™‰π™Šπ™‘π™€π™‡ 𝙆𝙐 π™”π˜Όπ™ƒ π˜Όπ™π™π™ƒπ™Šπ™ π˜½π˜Όπ™π™ π™‹π™€π™π™π˜Όπ™ˆπ˜Ό π™†π˜Όπ™‡π™„ π˜½π™„π™†π™„π™‰ π˜Ύπ™€π™π™„π™π˜Ό 𝙉𝙄𝙝πŸ₯°


__ADS_2