
Rehan yang sedang istirahat di kamar yang ada di ruang nya
" Kenapa saat aku meluk Putri hati aku merasa tenang ya " Ucap Rehan
" Kalau Putri gak menghalangi aku tadi udah habis tuh tua bangka " Ucap Rehan
Rehan pun menelfon Tio untuk menanyakan keadaan Suhardi
" Iya tuan ada apa " Ucap Tio
" Udah kamu urus tuh tua bangka " Ucap Rehan
" Sudah tuan " Ucap Tio
" Bagus " Ucap Rehan dan langsung menutup sambung telfonnya
Rehan tertidur sampai jam makan siang
" Dah jam istirahat nih aku ke kantin dulu ya put, kamu kan bawa bekal " Ucap Lala
" Oh iya mba " Ucap Putri
Lala pun pergi meninggalkan Putri untuk makan siang sedang Putri ia mengambil kotak makan belom sempat ia membuka nya ia ke ingat dengan kotak makan yang ia siapkan untuk Rehan
" Oh iya ini kan kotak makan untuk pak Rehan " Ucap Putri ia pun pergi ke ruang Rehan
Tok tok tok
Putri mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada jawaban dari dalam
Tok tok tok
" Pak Rehan " Ucap Putri
" Ko gak ada suara ya apa aku masuk aja kali yah " Ucap Putri
Putri pun masuk ke ruang Rehan tapi dia tidak menemukan sosok Rehan di meja kerja nya
" Pak Rehan gak ada tapi berasa aku gak liat pak Rehan keluar deh " Ucap Putri
" Pak Rehan pak " Ucap Putri mencari Rehan
__ADS_1
Putri melihat sebuah pintu di pojok ruangan ia penasaran dan membuka pintu tersebut dan ternyata Rehan sedang tidur di situ
" Pantesan di panggil gak nyaut ternyata tidur " Ucap Putri ia pun mendekat ke Rehan untuk membangunkan nya
" Pak Rehan " Ucap Putri
" Pak Rehan bangun " Ucap Putri sambil menepuk lengan Rehan
Rehan yang merasa ada yang menyentuh nya ia reflek menarik tangan orang itu dan orang itu terjatuh di atas dada Rehan
" Aduh " Ucap Putri
" Kamu siapa berani berani nya masuk ke kamar ku " Ucap Rehan yang masih belom sadar kalau itu Putri
" Saya Putri pak " Ucap Putri
" Kamu ngapain di sini " Ucap Rehan yang masih memegang tangan Putri
" Saya cuma mau ngasih makan siang untuk bapak " Ucap Putri di posisi semula
" Oh " Ucap Rehan
" Pak " Ucap Putri
" Lepasin saya dulu " Ucap Putri yang mukanya masih di dada bidang Rehan, Rehan pun melepaskan Putri
" Pak Rehan hampir membunuh saya " Ucap Putri mengambil nafas dalam dalam
" Makan makan siang ku " Ucap Rehan
" Ini pak " Ucap Putri
" Letakan di situ lalu kamu pergi dari sini " Ucap Rehan
" Baik pak " Ucap Putri ia pun keluar dari kamar Rehan
" Eh tangan pak Rehan kan terluka mana bisa dia makan sendiri " Ucap Putri dan ia kembali ke kamar Rehan
" Mau ngapain lagi " Ucap Rehan saat melihat Putri di kamar nya
" Eemm tangan nya pak Rehan kan lagi terluka " Ucap Putri tejeda
__ADS_1
" Terus kenapa " Ucap Rehan
" Eemm pasti kan gak bisa makan sendiri kalau boleh aku nyuapin pak Rehan makan " Ucap Putri menunduk
Rehan melihat tangan yang di perban dan ini kesempatan yang baik untuk Rehan agar lebih dekat dengan Putri
" Hmm " Ucap Rehan
" Hmm itu artinya boleh apa gak " Ucap Putri
" Boleh " Ucap Rehan
" Serius pak " Ucap Putri senang
" Hmm " Ucap Rehan
Putri pun mendekat dan duduk di tepi ranjang Rehan dan Rehan yang sudah posisi duduk, Putri mengambil kotak makan dan ia menyendok nasi dan mengarahkan ke mulut Rehan
" Aaa " Ucap Putri
Rehan pun nurut membuka mulut nya ya seperti anak kecil sedang di suapin ibu nya
" Gimana pak enak gak " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Rehan sambil mengangguk
" Kalau gitu harus di habiskan " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Rehan
Putri pun terus menyuapi Rehan makan dan akhirnya nya makan siang untuk Rehan habis
" Nih Pak minum dulu " Ucap Putri memberikan gelas ke Rehan, tapi Rehan mengangkat tangan ke depan Putri yang menunjukkan kalau tangan nya sedang terluka dan gak bisa minum sendiri
" Ya udah aku bantu pak Rehan minum " Ucap Putri dan mengarahkan gelas itu ke mulut Rehan, Rehan pun meminum air yang di berikan oleh Putri
" Udah habis kalau gitu pak Rehan istirahat dulu, aku mau makan siang " Ucap Putri yang emang belom makan siang
" Kamu belom makan " Ucap Rehan
" Iya belom pak, tadi aku ke ingat kotak makan siang buat bapak jadi aku inisiatif buat memberikan ke bapak tapi " Ucap Putri tejeda
__ADS_1
" Tapi apa " Ucap Rehan