
Ke esok kan hari nya Putri bangun terlebih dahulu saat ia bangun ia kebingungan kenapa dia tidur di ranjang
" Ko aku tidur di sini seingat ku semalam aku di sofa " Ucap Putri
" Apa semalam aku ketiduran dan aku di pindah sama pak Rehan " Ucap Putri
" Aduhh malu banget aku semalam pasti muka ku jelek apa lagi pas tidur aaaa " Ucap Putri teriak
Teriak kan itu membuat Rehan bangun
" Ada apa " Ucap Rehan dengan muka polos bangun tidur
Putri yang melihat ekspresi muka nya Rehan ia ingin tertawa tapi di tahan
" Gapapa pak " Ucap Putri
" Terus kenapa kamu teriak " Ucap Rehan
" Wahahahahaha aku udah gak tahan lagi liat muka pak Rehan lucu banget " Ucap Putri sambil tertawa lepas
" Beraninya kau menertawakan aku " Ucap Rehan geram
" Hahahaha maaf Pak maaf abis nya lucu muka bapak " Ucap Putri di sela sela tawanya
" Kauuu " Ucap Rehan terus bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Putri dan duduk di samping ranjang Putri
" Hentikan tawa mu " Ucap Rehan
Buka nya berenti Putri malah terus tertawa, Rehan pun kesal dan akhirnya Rehan mengelitiki pinggang Putri
" Wahahaha pak Rehan geli pak " Ucap Putri
" Ini hukuman mu yang sudah menertawakan aku " Ucap Rehan
" Ampun pak ampun " Ucap Putri yang sudah kegelian
Rehan tidak sadar bahwa ia sudah di atas tubuh Putri, Putri juga tidak menyadari pasalnya Rehan terus saja mengelitiki nya
" Minta maaf gak " Ucap Rehan
" Iya pak Rehan aku minta maaf "Ucap Putri sambil terus tertawa
" Kurang keras " Ucap Rehan terus mengelitiki Putri
" Aku minta maaf " Ucap Putri
Rehan pun berenti dan ia masih di posisi di atas tubuh Putri, Putri ngos ngosan karena habis di gelitiki Rehan
Rehan dan Putri saling menatap satu sama lain dan nafas mereka saling beradu, jantung Putri dan Rehan sama sama berdetak sangat kencang seakan akan berirama
Saat mereka masih di posisi yang sama tiba tiba Tio masuk, Tio yang melihat adekan seperti itu ia berpikir yang gak gak tentang apa yang mereka lakukan saat posisi Putri di bawah Rehan
" Uhk uhk uhk " Tio pura pura batuk, anggap aja itu bunyi batuk yah
Rehan yang dan Putri yang mendengar ada suara batuk ia saling pandang dan Putri langsung mendorong tubuh Rehan agar menjauh dari nya
Rehan pun langsung turun dari ranjang Putri
" Pak Tio " Ucap Putri kaget
" Hmm " Ucap Tio sambil senyum
" Pak Tio jangan mikir yang aneh aneh ini gak seperti yang pak Tio pikiran kan aku dan Pak Rehan gak ngapa ngapain ko " Ucap Putri panik
" Emang aku berpikir apa " Ucap Tio
" Ini semua gara gara kau jadi pak Tio salah paham " Ucap Putri sambil menunjuk ke Rehan
" Heey kenapa aku yang di salahin kau yang mulai duluan " Ucap Rehan
" Kau yang mulai " Ucap Putri
" Dasar keras kepala " Ucap Rehan
" Kaaauuuuu " Ucap Putri geram
Rehan tak memperdulikan nya putri yang merasa tak di perdulikan ia mulai kesal dengan Rehan dan ia turun dan menghampiri Rehan
Tapi kakinya tersandung untung Rehan menangkap nya
" Jalan aja blom bener mau ngelawan aku " Ucap Rehan sambil menatap Putri
" Ngeselin banget sihhh " Ucap Putri lalu melepaskan diri dari Rehan
Sedangkan Tio cuma jadi menonton drama yang meraka lakukan
" Mana baju ku " Ucap Rehan ke Tio
__ADS_1
" Ini pak " Ucap Tio
" Belikan aku makan " Ucap Rehan
" Baik pak " Ucap Tio
Tio pergi dari situ sedangkan Rehan pergi ke kamar mandi dan tak memperdulikan Putri yang lagi kesa
" Mau kemana kau " Ucap Putri
" Mau mandi kamu mau ikut " Ucap Rehan dengan santainya
" Idih gka sudi aku mandi bareng sama orang kaya kamu " Ucap Putri
" Nanti jatuh cinta baru tau rasa " Ucap Rehan meledek Putri
" Gaakkk akan terjadiii " Ucap Putri
" Lihat saja nanti " Ucap Rehan
" Bisa gila aku kalau terus terusan sama tuh orang " Grutu Putri
Rehan tak pedulikan ocehan putri ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena ia harus pergi ke kantor sedang kan putri duduk di tepi ranjang
Tak berselang lama Rehan selesai mandi dengan setelan jas yang rapih dan pas di badanya, Putri terpesona dengan aurah Rehan yang tampan dan gagah
" Biasa aja liat nya aku tau kalau aku tuh tampan " Ucap Rehan
" Idihh PD banget lagian siapa yang liat kamu " Ucap Putri
" Gak usah ngelak " Ucap Rehan
" Emang aku gak liat kamu ko " Ucap Putri membela diri
Rehan tak memperdulikan putri ia menuju ke sofa untuk memakai sepatu nya
Tok tok tok
" Masuk " Ucap Rehan
Tio pun masuk sambil membawa makanan
" Ini pak makannya " Ucap Tio
" Hmm " Ucap Rehan
" Mau makan gak " Ucap Rehan ke putri
" Mau lah " Ucap Putri lalu ia menuje ke sofa
" Nih " Ucap Rehan
" Aku makan gak sebanyak ini kali " Ucap Putri saat melihat makanan yang di berikan Rehan
" Biar kamu gemuk " Ucap Rehan
" Kau pikir aku kurus haa " Ucap Putri
" iya emang kau kurus tubuh mu ringan seperti kapas saat di gendong " Ucap Rehan dengan santai nya
" Kaauuuu " Ucap Putri geram
" Apaa " Ucap Rehan
" Akan ku buktikan kalau aku tuh gak kurus " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Rehan
" Pak Tio ko betah sih sama nih orang " Ucap Putri
Namun cuma di tanggapin oleh Tio dengan senyuman
" Percuma ngomong sama pak Tio " Ucap Putri
Putri pun memakan makanan yang di kasih kan Rehan sampai habis tak tersisa, Rehan yang melihat makanan yang ia berikan ke putri habis ia tersenyum tipis
" Katanya ke banyakan tapi habis " Ucap Rehan
" Hehehehe " Ucap Putri tersenyum
" Berangkat sekarang " Ucap Rehan ke Tio
" Baik Pak " Ucap Tio
Tio pun keluar terlebih dahulu
" Saya udha nyuruh ibu kamu kesini " Ucap Rehan
__ADS_1
" Iya " Ucap Putri cuek
Rehan pun keluar menyusul Tio yang sudah terlebih dahulu keluar
Di tempat lain yaitu Rumah Putri
Tok tok tok
" Bim siapa buka pintu kayanya ada orang " Ucap Bu Erna yang sedang masak
" Iya bu " Ucap Bima
Bima pun keluar dan membukakan pintu setelah pintu terbuka Bima heran pasalnya yang datang seseorang yang berjas rapih dan badanya besar
" Maaf ada perlu apa pak " Ucap Bima sopan
" Apa benar ini rumah nya bu Erna " Ucap Anak buah Rehan
" Iya betul ada apa ya pak " Ucap Bima
" Saya kesini untuk menjemput Bu Erna " Ucap Anak Buah Rehan
" Silakan masuk dulu pak " Ucap Bima
" Iya " Ucap Anak buah Rehan
Lalu ia masuk dan duduk di ruang tamu yang sederhana itu
" Bu " Ucap Bima
" Kenapa terus siapa yang mertamu " Ucap Bu Erna
" Aku gak tau bu orang berjas dan badanya besar katanya mau jemput ibu " Ucap Bima
" Kira kira siapa ya bim " Ucap Bu Erna bingung
" Bima juga gak tau Bu " Ucap Bima
" Ya udah ibu temuin dulu, kamu sarapan dulu ibu udah nyiapin " Ucap Bu Erna
" Iya Bu " Ucap Bima
Bu Erna pun menuju ke ruang tamu untuk menemui anak buah nya Rehan
" Ada keperluan apa ya pak " Ucap Bu Erna setelah duduk
" Gini Bu saya orang suruh nya pak Rehan untuk jemput ibu " Ucap Anak Buah Rehan
" Kemana ya pak " Ucap Bu Erna
" Ke rumah sakit Medika untuk menemani Nona Putri " Ucap Anak Buah Rehan
" Oh disuruh menemani Putri " Ucap Bu Erna
" Iya Bu " Ucap Anak Buah Rehan
" Kalau gitu saya siap siap dulu pak " Ucap Bu Erna
" Oh Iya Bu " Ucap Anak Buah Rehan
Bu Erna pun pergi ke dapur untuk menemui Bima
" Bim " Ucap Bu Erna
" Iya Bu kenapa " Ucap Bima
" Ibu mau ke rumah sakit nemenin kakak mu " Ucap Bu Erna
" Sapa siapa Bu " Ucap Bima
" Sama orang yang di luar ternyata dia orang suruh nya pak Rehan " Ucap Bu Erna
" Pak Rehan siapa Bu " Ucap Bima
" Bos nya kakak mu " Ucap Bu Erna
" Apa bener itu orang suruh nya pak Rehan nanti dia orang jahat gimana Bu " Ucap Bima Cemas
" Gak mungkin Bim " Ucap Bu Erna
" Ya udha ibu hati hati " Ucap Bima
" Iya ibu akan hati hati kalau gitu ibu siap siap dulu " Ucap Bu Erna
" Iya Bu " Ucap
Bu Erna pun pergi dari dapur dan menuju ke kamar untuk bersiap siap
__ADS_1
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ πππππ πΏπΌπ ππΌπππ ππππ ππ