Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
11


__ADS_3

Matahari kini mulai menampakan dirinya, untuk menghangatkan insan yang masih terlelap dibawah selimut tebal, siapa lagi kalau bukan Rehan.Rehan pun mulai membuka bola matanya untuk menyambut pagi yang cerah dan memulai aktivitas nya yang padat


Sedangkan Putri sudah terbangun, dan sekarang dia sedang membantu ibunya setelah membersihkan badan, dia juga sudah yakin dengan keputusan nya tentang tawaran Risa.


" Selamat pagi bu " Ucap suster


" Selamat pagi juga Sus " Ucap Bu erna


" Gimana keadaan ibu " Ucap Suster


" Udah lebih baik Sus " Ucap Bu erna


" Syukur lah, kalau gitu saya cek sebentar ya bu " Ucap Suster


" Silakan Sus " Ucap Bu erna


Suster itu pun mengecek kondisi bu erna


" Wah bu erna udah stabil kalau kaya gini terus ibu besok bisa pulang " Ucap Suster


" Bener Sus " Ucap Putri gembira


" Iya mba, tapi ibu harus banyak istirahat ya " Ucap Suster


" Makasih banyak ya Sus " Ucap Putri


" Sama * mba, kalau gitu saya permisi dulu " Ucap Suster


" Iya silakan Sus " Ucap Putri


" Syukur lah ibu sudah membaik " Ucap Putri


" Iya Alhamdulillah nak " Ucap Bu Erna


" Kalau gitu ibu makan dulu ya " Ucap Putri


" Iya kamu juga harus makan " Ucap Bu Erna


Putri menyuapi ibu nya, dengan penuh kasih sayang sebab sekarang orang tua Putri cuma tinggal satu.


Sedangkan di gedung R. A Purnama grup, semua orang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, berbeda dengan Rehan yang sedang asik menandatangani dokumen dokumen penting, tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


" Masuk " Ucap Rehan


" Hay kak " Ucap Risa


" Ada apa " Ucap Rehan


" Gini kak, aku mau beri tau kalau putri setuju bekerja disini " Ucap Risa


" Ya bagus kalau gitu " Ucap Rehan acuh


" Lah terus kapan mulai kerjanya kak " Ucap Risa


" Besok " Ucap Rehan


" Oke, kalau gitu aku pergi dulu " Ucap Risa


" Hem " Ucap Rehan


Tadi pagi putri, telah memberi tahun kepada Risa apa keputusannya, soalnya tawaran untuk bekerja di perusahaan milik kakaknya Risa .

__ADS_1


Risa pun kembali ke meja kerjanya, dan akan menelfon putri untuk memberi tau bahwa besok dia sudah mulai bekerja


tut tut tut


" Halo assalamualaikum put " Ucap Risa


" Iya Halo Waalaikumsalam, ada apa Ris " Ucap Putri


" Hem, aku udah ngomong sama kakak aku terus katanya kamu besok udah boleh bekerja " Ucap Risa


" Benar kah " Ucap Putri kaget


" Iya bener put " Ucap Risa


" Kira kira aku disitu kerja apa ya " Ucap Putri


" Kalau itu aku gak tau put, kamu datang aja dulu nanti pasti diberitahu kan kamu akan bekerja di bagian apa " Ucap Risa


" Baiklah kalau gitu makasih ya Ris, atas bantuannya " Ucap Putri


" Hahaha iya Put sama * " Ucap Risa


" Ya udah aku tutup dulu telfon nya, assalamu'alaikum " ucap putri


" Iya Waalaikumsalam " Ucap Risa


Sang surya pun telah hilang ditelan bumi, Rehan yang kebetulan ada urusan di RS yang dimana bu Erna sedang dirawat disitu.


Saat Rehan keluar dari parkiran mobil, kebetulan dia melihat putri yang akan menyebrang ke jalan raya. Entah apa yang sedang putri pikirkan, sampai ia tidak menyadari bahwa ada mobil yang melaju kearahnya, Rehan yang melihat mobil melaju ke arah Putri, Rehan langsung berlari ke arah putri.


Dengan cepat, Rehan menarik tubuh putri untuk menjauh dari jalan raya, agar ia tidak tertabrak mobil tersebut dan akhirnya mereka berdua terjatuh dipinggir jalan


Tubuh Putri ada di atas tubuh Rehan, sehingga Putri tidak merasakan sakit, dan dia belom menyadari itu karena putri menutup mata.Setelah menyadari nya Putri langsung bangun dari tubuh Rehan


Putri berdiri di depan Rehan,karena putri merasa kaget dan syok,apa yang barusan terjadi. Sehingga ia mematung dan menatap wajah Rehan, sedangkan Rehan bingung kenapa putri mematung, tanpa putri sadari ia langsung memeluk Rehan. Karena ia syok atas kejadian tersebut, sontak Rehan kaget dengan apa yang Putri lakukan kepadanya


" Makasih sudah menyelamatkan saya " Ucap Putri menunduk


" Hem " Ucap Rehan sambil menahan nyeri di lengan nya


" Sekali lagi terimakasih " Ucap Putri


" Kalau mau mati gak usah di hadapan saya,cari tempat lai " Ucap Rehan


" Siapa yang mau mati hah " Ucap Putri kaget dengan ucapan Rehan


" Kau lah siapa lagi " Ucap Rehan


" Aku bukan cari mati ya " Ucap Putri


" Terus tadi apa " Ucap Rehan


" Tadi aku lagi ngelamun, jadi gak menyadari kalau ada mobil lewat " Ucap Putri


" Terserah " Ucap Rehan


Dan bangkit, berniat untuk meninggalkan Putri


tapi langkahnya terhenti dengan suara Putri


" Tunggu " Ucap Putri


" Apa lagi " Ucap Rehan datar

__ADS_1


" Lengan kamu berdarah " Ucap Putri


" Terus apa urusannya dengan kau " Ucap Rehan


" Lengan kamu berdarah gara-gara menyelamatkan aku, jadi aku akan bertanggung jawab dan akan mengobati lengan kamu " Ucap Putri


" Gak perlu " Ucap Rehan datar


" Gak usah,sok kuat " Ucap Putri geram karena rehan sangat cuek dan ia menarik tangan Rehan


Tangan Rehan ditarik oleh putri, ia pun mengerutkan dahinya dan menatap punggung putri yang telah perjalan di depan


" Kau duduk dulu disini dan jangan kemana-mana mengerti " Ucap Putri penuh dengan penekanan


Rehan cuma diam dan tidak bereaksi sama sekali


Putri pergi meninggalkan Rehan untuk mengambil kotak P3 K , setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan putri segera menghampiri Rehan


" Mana tanganmu " Ucap Putri


" Kamu mau ngapain " Ucap Rehan


" Udah tinggal nurut aja ngapa gak usah banyak ngomong " Ucap Putri


Rehan menuruti perkataan putri, Putri mengeluarkan cairan alkohol untuk membersihkan luka Rehan terlebih dahulu


" Pelan-pelan,sakit tau gak " Ucap Rehan


" Ini udah pelan, tahan dikit ngapa cowok ko lemah " Ucap Putri


" Apa kamu bilang, aku lemah " Ucap Rehan dengan tatapan matamu


" Iya kamu lemah " Ucap Putri yang masih fokus membersihkan luka Rehan


" Aku gak lemah ya, udah gak usah diobati " Ucap Rehan kesal dan bangkit dari duduknya


" Kamu mau kemana " Ucap Putri


" Bukan urusanmu " Ucap Rehan


" Tunggu dulu aku blom selesai mengobati luka nya " Ucap Putri


" Gak perlu " Ucap Rehan


Putri mulai kesal dengan sifat Rehan, yang keras kepala dan super dingin itu, dan akhirnya putri pun mengalah


" Iya iya aku minta maaf, sekarang duduk " Ucap Putri


Akhirnya Rehan luluh dengan rayuan nya Putri dan Rehan duduk kembali di samping Putri


" Sini kan tangan mu, kali ini aku akan lebih pelan lagi " Ucap Putri


Rehan pun memberikan tangan nya ke Putri, putri pun mulai mengobati nya. Kali ini dengan begitu lembut sehingga Rehan tidak merasakan perih


" Dah selesai " Ucap Putri


" Rapi juga pekerjaan mu " Ucap Rehan


" Iya lah " Ucap Putri


" Hem " Ucap Rehan


" Aku mau mengembalikan ini dulu ,terus ke ruang ibu aku, terserah kamu mau kemana sekali lagi makasih " Ucap Putri terus meniggalkan Rehan sendirian bangku taman

__ADS_1


" Dasar wanita gila " Ucap Rehan


Sebenarnya Putri blom tau, kalau Rehan itu adalah kakaknya Risa yang sebentar lagi akan menjadi bos nya itu.


__ADS_2