
Mau gak mau Rehan harus menuruti kemauan Putri, Putri langsung membuka baju Rehan karena ia ingin melihat lengan Rehan saat melihat ada perban yang melekat di lengan Rehan Putri langsung melihat ke arah Rehan meminta penjelasan kepadanya
" Lengan kamu kenapa ko bisa di perban " Tanya Rehan
" Kena peluru nyasar " Ucap Rehan
" Apaa kenapa peluru " Ucap Putri panik
" Iya " Ucap Rehan
" Ko bisa kena peluru nyasar itu gimana, tapi lukanya gak parah kan " Ucap Putri panik sambil mengecek lengan Rehan yang diperban
" Gak parah ko, sekhawatir itu kah kamu yang " Ucap Rehan
" Iya lah aku khawatir kalau kamu kenapa napa aku, kamu kan pacar aku " Ucap Putri menahan air mata agar tidak jatuh ke pipi
Rehan yang melihat Putri akan menangis ia langsung memeluk Putri dengan lembut dan menenangkan nya
" Jangan nangis aku gapapa " Ucap Rehan
" Iya " Ucap Putri
Rehan melepaskan pelukan nya
" Aku mau siap siap dulu " Ucap Rehan
" Kamu belom mandi " Ucap Putri
" Iya belom, apa kamu mau mandiin aku "Ucap Rehan ditelinga Putri
" Ih kamu apaan sih, udah sana mandi aku siapin pakaian kamu " Ucap Putri dengan wajah merah
" Kenapa sekarang wajah kamu merah " Tanya Rehan
" Rehann " Ucap Putri kesal
" Iya iya aku mandi sekarang " Ucap Rehan dan ia langsung menuju ke kamar mandi yang ada diruang tersebut, sedangkan Putri ia menyiapkan pakaian untuk Rehan kenakan.
Beberapa menit kemudian Rehan sudah selesai mandi saat keluar dari kamar mandi Rehan merasa senang karena kali ini ada yang menyiapkan pakaian nya, karena selama ini ia selalu mengerjakan nya sendiri
Putri kini menunggu Rehan di sofa sambil meminum minuman kaleng yang tersedia ada di kulkas milik Rehan, Rehan keluar dari kamar dan menghampiri Putri yang sedang duduk di sofa
Putri yang melihat dasi Rehan yang hanya di lampirkan dileher, Putri berdiri dan menghampiri Rehan Putri langsung mengambil inisiatif untuk memakai dasi Rehan
Rehan yang melihat inisiatif Putri, Rehan merasa senang pasalnya selama ini belom ada yang memakai dasi untuk nya
" Kenapa dasinya gak dipakai " Tanya Putri
" Kan ada pacar aku yang memakaikan nya " Ucap Rehan menggoda Putri
" Rehan " Ucap Putri sambil mencubit pinggang Rehan
" Aduh kamu ko malah cubit aku sih " Ucap Rehan merintih kesakitan
" Lagian kamu sih suka banget godain aku " Ucap Putri
" Abis muka kamu lucu kalau lagi digodain " Ucap Rehan
__ADS_1
" Lucu gimana " Ucap Putri
" Mukanya merah kaya tomat " Ucap Rehan
" Rehannn " Ucap Putri
" Iya sayang " Ucap Rehan
" Dah selesai aku pergi dulu " Ucap Putri
" Eeeh mau kemana " Ucap Rehan menarik Putri ke dekapan nya
" Mau kerja ini dah waktu jam kantor " Ucap Putri
" Udah disini aja nemenin aku " Ucap Rehan
" Jangan " Ucap Putri
" Kenapa " Ucap Rehan bertanya ke Putri
" Nanti kalau ada yang curiga sama aku gimana " Ucap Putri
" Hmm ya udah, sana keluar " Ucap Rehan sambil merajuk
Putri yang mengetahui Rehan merajuk ia pun menangkup wajah Rian dan Putri langsung mencium bibir Rehan sekilas dan setelah itu putri langsung keluar dengan terburu buru karena iya malu atas tingkah nya itu
Rehan yang mengetahui Putri salting ita pun tersenyum dan memandangi punggung Putri yang menjauh dari nya. Rehan kembali ke tempat kerja nya karena banyak dokumen dokumen yang membutuhkan tanda tangan nya dan beberapa yang harus ia belajari
" Putri " Ucap Lala yang melihat wajah putri memerah
" Iya kenapa mba " Ucap Putri
" Emang kenapa dengan wajah aku mba, mucul jerawat kerutan apa bintik hitam " Ucap Putri panik sambil meraba wajah nya
" Bukan itu " Ucap Lala
" Terus kenapa mba " Ucap Putri panik
" Wajah kamu merah " Ucap Lala
" Haaa wajah ku merah " Ucap Putri panik sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan
" Iya wajah kamu merah, emang kamu habis ngapain ko sampai wajah mu merah gitu " Ucap Lala
" Ooh itu itu tadi aku bersihin ruang nya pak Rehan terus aku kepanasan jadi wajah ku merah " Ucap Putri panik
" Kepanasan bukannya diruang pak Rehan ada AC nya yah ko kamu sampai kepanasan " Ucap Lala heran
" Eee itu tadi pas aku bersihin AC nya mati iya mati " Ucap Putri panik
" Semoga aja mba Lala percaya sama ucapan ku " Ucap Putri dalam hati
" Oh gitu ya, aku kirain kamu habis apain " Ucap Lala melihat ke mata Putri dengan sorotan jatam
" Emang mba Lala mikir nya aku habis ngapain " Ucap Putri
" Habis ini " Ucap Lala sambil merupakan kedua tangan seolah olah sedang beciuman
__ADS_1
" Ah mba Lala mikir nya ko kaya gitu, emang aku ciuman sama siapa " Ucap Putri pura-pura gak tau dan berusaha gak keliatan panik
" Sama pak Rehan " Ucap Lala
" Uhuk uhuk uhuk " Putri tersedak dengan ucapan Lala
" Kalau minum pelan pelan " Ucap Lala menepuk punggung Putri
" Habis nya mba Lala tadi ngomong gitu " Ucap Putri
" Ngomong apa " Ucap Lala
" Barusan yang mba Lala bilang, mana mungkin aku ciuman sama Pak Rehan " Ucap Putri
" Ya kan siapa tau, di dunia ini gak ada yang gak mungkin " Ucap Lala
" Hmm " Ucap Putri
Tiba tiba telfon berdering
" Iya Pak ada yang bisa saya bantu " Ucap Lala
" Buatkan saya kopi " Ucap Rehan
" Baik Pak " Ucap Lala
" Kenapa mba " Tanya Putri
" Itu pak Rehan minta dibuatkan kopi " Ucap Lala
" Oh " Ucap Putri
" Aku bikin kopi dulu ya " Ucap Lala
" Iya mba " Ucap Putri
Putri pun melanjutkan pekerjaannya, tak beberapa lama Lala selesai membuat kopi untuk pak Rehan dan ia langsung menuju ke ruang Presider
Tok tok tok
" Siapa " Ucap Rehan
" Saya Lala pak " Ucap Lala dari depan pintu
" Masuk " Ucap Rehan
Lala pun masuk setelah mendapatkan ijin dari Rehan
" Permisi pak ini kopi yang pak Rehan minta " Ucap Lala sambil meletakkan kopi di atas meja kerja Rehan
" Hmm " Ucap Rehan
" Kalau gitu saya permisi dulu pak " Ucap Lala
" Hmm " Ucap Rehan
Lala pun keluar dari ruang Rehan dan ia kembali kerja.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE TAMBAHKAN JUGA DIFAVORIT ☺☺ MAKASIH YANG UDAH SELALU DUKUNG AUTHOR 😘😘😘