Mencintai Bos Galak

Mencintai Bos Galak
79


__ADS_3

30 menit kemudian Putri sudah kembali ke perusahaan R. A Putri langsung menuju ke ruang Rehan


Tok tok tok


"Siapa " Ucap Rehan


" Saya Putri pak " Ucap Putri dari luar


" Masuk " Ucap Rehan


Putri pun masuk setelah di beri ijin Rehan dan ia meletakkan bubur di atas meja


" Bubur nya sudah siap pak " Ucap Putri


Rehan pun menghampiri Putri yang berdiri di dekat meja dan ia langsung duduk


" Saya permisi dulu pak " Ucap Putri


" Makan disini " Ucap Rehan


" Tapi pak " Ucap Putri


" Ini perintah " Ucap Rehan


" Baik Pak " Ucap Putri dan duduk di sebelah Rehan


Rehan dan Putri pun makan bersama di ruang Rehan, tiba tiba Tio masuk tanpa mengetuk pintu dan ia melihat Rehan sedang makan bersama dengan Putri


" Maaf sudah mengganggu " Ucap Tio menunduk


" Aduh jangan sampai Asisten Tio mikir yang gak gak " Ucap Putri dalam hati


" Kenapa "Ucap Rehan


" Saya mau memberikan dokumen ini Tuan " Ucap Tio


" Letak di meja saya " Ucap Rehan


" Baik Tuan " Ucap Tio dan ia menuju ke meja kerja Rehan dan meletakkan dokumen setelah itu Tio langsung keluar dari ruang Rehan


" Wah cepet banget kemajuannya udah makan bareng aja " Ucap Tio setelah sampai di ruang nya


" Kenapa Pak Rehan mukanya biasa biasa aja ya apa dia gak malu ketahuan sama asisten Tio saat makan bareng sama aku " Pikir Putri dan melihat ke wajah Rehan


" Ia kan manusia es mana bisa ia punya wajah malu " Ucap Putri terus melihat ke arah Rehan


" Semakin hari Pak Rehan semakin tampan " pikir Putri sambil tersenyum Rehan melihat Putri yang tersenyum ke padanya ia pun mendekati wajahnya ke Putri

__ADS_1


" Kamu liatin apa " Ucap Rehan lembut


" Liatin wajah nya pak Rehan yang tampan " Ucap Putri yang masih terbengong karena ketampanan Rehan


" Setampan itu kah " Ucap Rehan lirih


" Iya ketampanan nya sangat sempurna, tapi sayang kadang wajannya dingin seperti es " Ucap Putri terus memandang wajah Rehan dengan begitu dekat


" Benarkah " Ucap Rehan


" Iya " Ucap Putri


Rehan pun meniup wajah Putri agar ia tersadar Putri pun tersadar dan ia sangat malu apa yang ia bicarakan tadi


" Udah puas memuji ketampanan aku " Ucap Rehan


" Maana ada " Ucap Putri gugup


" Bukankah tadi kamu bilang kalau aku tampan " Ucap Rehan mendekat ke wajah Putri yang sudah seperti kepiting rebus


" Siiaapa yang ngomong kaya gitu " Ucap Putri menundukan wajahnya


" Tadi kamu yang ngomong " Ucap Rehan


Putri tidak menjawab nya dan ia langsung berdiri ingin pergi dari situ tapi Putri di tarik oleh Rehan dan ia jatuh kepelukan Rehan, Rehan tersenyum tipis


" Wajahnya merah seperti tomat " Ucap Rehan tersenyum membayangkan wajah Putri


" Ya ampun pasti wajah aku merah semoga tadi pak Rehan gak melihat nya " Ucap Putri saat ingin duduk ke meja kerja nya


" Kamu kenapa put " Ucap Lala


" Ee gapapa mba " Ucap Putri gugup


" Terus wajah kamu kenapa ko merah " Ucap Lala


" Oh iini gara gara tapi panas an " Ucap Putri berbohong


" Serius " Ucap Lala


" Iya serius " Ucap Putri


" Ya udah lanjutin pekerjaan mu " Ucap Lala


" Iya mba " Ucap Putri


" Kenapa jantung aku berdetak sangat kencang " Pikir Putri

__ADS_1


" Kenapa dengan jantung aku " Pikir Putri


" Kamu harus bisa kontrol diri kamu Putri " Ucap Putri


" Kamu kenapa " Ucap Lala


" Ah gapapa mba " Ucap Putri


" Oh " Ucap Lala


Tok tok tok


" Masuk " Ucap Rehan


" Permisi pak saya mau memberikan catatan keuangan tahun ini " Ucap Karyawan bagian keuangan


" Letakan " Ucap Rehan


" Baik Pak kalau gitu saya permisi dulu " Ucap Dia setelah meletakkan dokumen itu dan langsung pergi dari ruang Rehan


Saat Rehan mengecek data tersebut ia merasa ada yang tidak beres dengan catatan keuangan itu dan ia langsung menelfon Tio


" Keruangan saya sekarang " Ucap Rehan dan langsung menutup sambung telfon


Tio pun langsung ke ruang Rehan


" Ada apa Re " Ucap Tio dan duduk di depan Rehan


" Kamu cek catatan keuangan perusahaan " Ucap Rehan dan memberikan catatan itu ke Tio


Tio pun yang melihat nya juga merasa ada yang aneh


" Setiap bulan keuangan perusahaan menurun bulan kemarin menurun drastis " Ucap Rehan


" Bener kata kamu kayanya ada yang gak beres " Ucap Tio


" Kamu selidiki Suhardi jangan sampai ada yang terlewat kan " Ucap Rehan


" Kamu mencurigai dia " Ucap Tio


" Udah beberapa kali dia tidak mengikuti rapat dan selalu ke luar kota " Ucap Rehan


" Baik akan saya selidiki " Ucap Tio


" Hmm " Ucap Rehan


Tio pun langsung menuju keruangan nya untuk menyelidiki tentang Suhardi dan ada kemungkinan besar semua ini ada sangkut paut dengan Suhardi

__ADS_1


__ADS_2