
Setelah Rara pergi Rehan langsung menghampiri Putri dan akan meminta penjelasan yang tadi Rara bicarakan, Putri langsung menutupi tubuh nya menggunakan selimut untuk membuat benteng keselamatan
" Buka " Ucap Rehan
" Gak mau " Ucap Putri dibelikan selimut
" Buka gak " Ucap Rehan
" Iya aku buka tapi kamu janji dulu " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Rehan
" Jangan marahin aku yah " Ucap Putri
" Hmm,cepat buka " Ucap Rehan
" Iya iya " Ucap Putri dan berlahan membuka selimut yang menutupi tubuhnya
" Jelaskan sekarang " Ucap Rehan
" Jelaskan apa " Ucap Ucap Putri pura-pura tidak tau
" Gak usah pura-pura " Ucap Rehan
" Hehehe iya iya aku jelaskan sekarang " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Ucap Rehan
" Apa yang Rara bilang itu kan waktu " Ucap Putri tejeda
" Lanjutkan " Ucap Rehan
" Iya sabar " Ucap Putri
" Waktu itu kan kita belom pacaran dan emang bener kamu itu dingin galak gak pernah senyum, apnza lagi suka benget menindas aku nyuruh nyuruh aku lagi " Ucap Putri dengan lancar
Rehan yang mendengar penjelasan Putri ia hanya tersenyum tipis, karena memang bener apa yang dikatakan Putri bawah dia dulu suka sekali menindas Putri bahkan membentak nya
" Oh kamu berani ya ngatain aku kaya gitu " Ucap Rehan dan ia menggelitik Putri sampai Putri tertawa karena merasa geli
" Geli Rehan, berhenti " Ucap Putri di sela sela tawanya
" Minta maaf gak " Ucap Rehan
" Hahaha iya iya aku minta maaf " Ucap Putri
" Jangan diulangi lagi " Ucap Rehan yang terus menggelitik i Putri
" Hahaha iya aku janji " Ucap Putri
Rehan pun melepaskan Putri
" Kamu ini suka banget gelitiki aku " Ucap Putri
" Kalau gak di gelitikin kamu mau aku tampar " Ucap Rehan
" Emang kamu berani nampar aku " Ucap Putri
" Berani " Ucap Rehan
" Coba kamu tampar aku " Ucap Putri menantang Rehan
Rehan pun ancang-ancang untuk menampar Putri, Putri pun menutup matanya karena ia merasa takut kalau Rehan beneran akan menampar nya
Bukan tamparan yang mendarat di pipi Putri, tapi sebuah ciuman yang mendarat di pipi Putri. Putri langsung membuka mata nya dan ia merasa malu Putri menutup wajahnya menggunakan selimut
" Kenapa ditutupi " Tanya Rehan
" Malu " Ucap Putri
__ADS_1
Rehan tersenyum dengan pengakuan pacar nya itu
" Kenapa harus malu aku kan pacar kamu " Ucap Rehan
" Buka nanti bisa sesak nafas kalau wajah kamu ditutupi pakai selimut " Ucap Rehan dan membantu Putri membuka selimut yang menutupi wajahnya
" Sekarang kamu istirahat,sudah malam " Ucap Rehan
" Hmm iya " Ucap Putri
" Oh iya kamu nanti tidur dimana " Ucap Putri
" Aku tidur di sofa " Ucap Rehan
" Ko di sofa " Ucap Putri
" Tidur disini aja bareng sama aku " Ucap Putri
" Wah kamu sedang menggoda aku yah " Ucap Rehan
" Mana ada aku menggoda kamu " Ucap Putri
" Barusan kamu ngajak aku tidur bareng dengan ranjang yang lumayan sempit " Ucap Rehan
" Kalau kamu gak mau ya udah, sana tidur di sofa " Ucap Putri memalingkan badan dari Rehan
" Padahal kan aku cuma mau perhatian sama dia, kalau dia tidur di sofa pasti badan nya pada sakit semua " Gerutu Putri
Rehan yang mendengar ocehan Putri ia tersenyum dan naik ke atas rajang dan tidur di samping Putri sambil memeluk Putri dari belakang. Putri yang di peluk Rehan ia merasa senang sampai tersenyum senyum sendiri
" Apa kamu mau tidur membelakangi aku " Ucap Rehan
Mendengar perkataan Rehan Putri langsung membalikkan badannya dan memeluk Rehan dengan erat, Rehan pun tersenyum bahwa Putri tidak marah kepadanya
" Apa sekarang merasa lebih nyaman " Tanya Rehan
" Iya sangat nyaman dan hangat " Ucap Putri
Putri pun menganggukkan kepala nya menandakan ia menuruti perkataan Rehan, Rehan pun memeluk Putri dengan hangat dan menciumi rambut Putri, karena Rehan sudah kecanduan dengan bau harum rambut Putri
Putri pun tertidur dengan pulas di peluk Rehan, Rehan juga ikut tertidur. Akhirnya mereka tidur satu ranjang yang sempit, ya bisa dibayangkan bagai mana lebar ranjang pasien.
Sang surya telah muncul menandakan waktu sudah pagi dan Putri sudah bangun terlebih dahulu, tapi ia tidak bisa bergerak sedikit pun karena Rehan memeluk nya mau gak mau Putri harus menunggu Rehan bangun.
Tak beberapa lama Rehan terbangun, Rehan sangat senang saat membuka mata ia melihat orang yang ia sayangi ada di depan nya itu membuat hati Rehan gembira
" Sudah bangun " Ucap Rehan
" Udah dari tadi, aku gak bisa gerak " Ucap Putri
" Kenapa " Ucap Rehan
" Gara-gara kamu meluk aku kenceng banget dah gitu tangan kamu berat " Ucap Putri
" Maaf " Ucap Rehan
" Sekarang lepasin, aku pingin ke kamar mandi " Ucap Putri
" Aku bantu " Ucap Rehan
" Gak usah aku bisa sendiri " Ucap Putri
" Gak usah membantah " Ucap Rehan
" Iya terserah kamu " Ucap Putri
Rehan pun membopong Putri ke kamar mandi, dan Rehan menunggu di depan pintu sampai Putri selesai. Setelah selesai Rehan juga ingin ke kamar mandi
" Tunggu aku di sini, aku mau ke kamar mandi bentar " Ucap Rehan sambil menutup pintu kamar mandi
__ADS_1
" Ngapain aku nungguin di depan pintu " Ucap Putri
Putri tidak. menunggu Rehan di depan pintu kamar mandi Putri kembali ke tempat tidur. Saat Rehan keluar ia tidak menemukan Putri Rehan menuju ke depan
" Kenapa gak nungguin aku ha " Ucap Rehan ke Putri
"Tadi aku haus jadi aku pergi deh " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Rehan
" Hari ini aku pergi ke kantor " Ucap Rehan
" Iya " Ucap Putri
" Aku udah memesan makanan nanti ada kurir yang antar " Ucap Rehan
" Iya makasih " Ucap Putri
" Aku pergi dulu, kalau butuh apa-apa langsung telfon aku " Ucap Rehan
" Iya " Ucap Putri
" Hmm " Ucap Rehan
Rehan meninggalkan Putri di Rumah sakit sendirian ia harus pergi ke perusahaan karena ada rapat yang harus ia ikuti dan itu sangat penting. Putri yang merasa bosan dan tidak tau harus berbuat apa
Saat diperjalanan menuju perusahaan, Rehan menghubungi Rara sahabat nya Putri, untuk meminta ke rumah sakit menemani Putri. Karena Rehan tau kalau Putri akan merasa bosan saat sendiri di Rumah Sakit
Rara pun menyetujui permintaan Rehan dan ia ijin tidak pergi bekerja demi menemani sahabat nya yang sedang sakit, tidak lupa Rara membawa cemilan untuk dirinya dan Putri. Dan tak beberapa lama Rara sampai di Rumah Sakit dan langsung menuju ke Ruang Putri
Tok tok tok
" Siapa " Ucap Putri
" Kurir mba " Ucap Rara dengan mengubah suara seperti laki laki agar Putri tidak mengetahui kalau ia akan datang
" Masuk " Ucap Putri
Rara pun masuk ke dalam, Putri terkejut ternyata kurir itu adalah Rara Sahabat nya ia cuma merasa senang sahabat nya mengunjungi nya lagi
" Rara " Ucap Putri
" Aku kira siapa, ko kamu kesini " Tanya Putri
" Hehehe, iya aku disuruh sama pacar kamu buat nemenin kamu disini " Ucap Rara
" Maksudnya kamu Rehan " Ucap Putri
" Iya emang siapa lagi " Ucap Rara
" Kamu gak jadi ke rumah " Ucap Putri
" Tadinya sih aku mah ke rumah kamu, tapi ditelfon pacar mu suruh ke sini " Ucap Rara
" Maaf ya ra dah ngerepotin kamu " Ucap Putri
" Ya elah Putri kamu sama siapa aja " Ucap Rara
" Aku bawain cemilan nih, buat nemenin nonton film " Ucap Rara
" Wah kamu memang sahabat terbaik ku " Ucap Putri
" Iya dong Rara " Ucap Rara
Rara pun naik ke ranjang Putri dan tiduran di samping Putri, Rara sedang memilih film apa yang akan ia tonton kali ini
" Enaknya nonton film apa ya " Tanya Rara
" Drakor aja Ra " Ucap Putri
__ADS_1
" Boleh juga " Ucap Rara