MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 11


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Bimo dirawat di rumah sakit dan belum sekalipun Geisha maupun Vika menjenguk Bimo. Jika di tanya kemana perginya Vika pastinya ia sedang merayu para pria di luar sana, sedangkan Geisha ia sedang fokus dengan KKN nya sekarang begitu juga Ellie.


"Huft, bosan gue. Vika kemana ya kok dia nggak jenguk gue selama gue di rumah sakit"keluh Bimo.


Bimo sedang sibuk dengan pikirannya sendiri,ia bingung mengapa sosok Vika tidak ada disini dan kemana? ia sangat merindukan wanitanya itu.


"Maaf Pak Bimo saya ingin memeriksa keadaan anda" ucap dokter tiba-tiba membuat Bimo hampir terjengkal.


"Eh ... kaget. Iya dok silahkan"jawab Bimo.


"Bimo...."Panggil Mami Chika yang baru saja datang ke ruang rawat Bimo sambil membawa Gia yang sudah sembuh.


"Ya mam...."jawab Bimo


"Bagaimana dok, apakah anak saya sudah bisa pulang ?" tanya mami.


"Sudah bu, anak ibu baik-baik saja dan sekarang sudah bisa pulang tetapi, ia harus banyak beristirahat terlebih dahulu dan jangan melakukan kegiatan yang berat-berat." jelas dokter.


"Syukurlah dok, baik dok"jawab Mami.


"Kalau begitu saya pamit"pamit dokter.


Setelah dokter menghilang dari ruangan Bimo, mami mengajak Bimo bersiap-siap, ia meletakan Gia di atas brankar milik Bimo. Ia menyimpan barang Bimo dan meminta Alex untuk membawanya. Sedangkan Alex ia baru saja masuk keruangan sambil membawa kursi roda untuk Bima.


"Oma, ia au itut ankel imo akek kulsi loda" sambil mengedipkan matanya.


"Jangan sayang, uncle kan sakit"larang Mami.


"Gapapa mam, sini sayang ikut uncle" ajak Bimo sambil merentangkan tangannya.


"Hati-hati nak" ucap mami, takut perut Bimo tertekan.


Gia kegirangan karena bisa duduk di kursi roda. Setelah semuanya siap mereka pun keluar dari ruangan Bimo menuju parkiran. Alex dengan setia mendorong kursi roda yang digunakan Bimo, sedangkan Budi ia di suruh Mi Chika untuk membayar administrasi.


dikediaman orang tua Nita....


Suasana di rumah orang tua Nita cukup mencekam bagaimana tidak Geo, Papi Amdani dan polisi sudah berada di kediaman mereka untuk menangkap Mama Mita. Karena beliau dinyatakan bersalah dalam kasus percobaan pembunuhan.


"Mass, bagaimana ini??? aku ga mau masuk penjara hiks.. hiks..." ungkap mama Mita.


"Mass juga gatau. kamu sih gamblang betul ais, kacau kita kacau maa. polisi didepan siap menangkapmu. Bagaimana ini ???" kesal pak Doddy.


Sementara itu, didepan polisi sudah siap-siap menerobos masuk kedalam karena sang empu rumah tidak mau membukakan pintu. Sedangkan Geo ia sudah tidak sabar lagi tapi ia tak ingin gegabah yang bakal membuatnya juga ikut terluka.


"Saudari Mita mohon untuk menyerahkan diri" perintah Komandan.


"Kita dobrak aja pak pintunya" teriak Geo.


Mendengar kalau pintu rumahnya akan di dobrak mau tak mau pak doddy membukakan pintu. Sedangkan istrinya melarikan diri lewat pintu belakang.


" Ada apa ini pak, kenapa bapak polisi ada disini??" tanyanya gugup.


"Istri ada kami tangkap, atas kasus penusukan kepada saudara Bimo Anjasmara" Tegas Komandan.


"Tapii.... pak


Belum selesai menjawab, anak buah polisi segera masuk kedalam rumah dan mencari Mami Mita. Tak lama kemudian...


"Lapor Komandan!!!, Tersangka kabur" Lapor salah satu anak buahnya.

__ADS_1


"Segera cari" Perintah Komandan.


"Siap!!!" jawab tegas anak buahnya.


"Pak Doddy silahkan ikut kami" Tegas komandan.


"Tapi pak....


Setelah pak Doddy digiring, pakpolisi berpamitan kepada Geo dan Papi Amdani untuk pergi ke kantor polisi,sedangkan Geo dan Papi Amdani balik ke mansion karena Bimo sudah diperbolehkan pulang.


Apartement Vika....


"Shittt.......!!!" umpat pria itu.


"Sudahlah, nanti kita pikirkan lagi bagaimana caranya"ucap pria itu.


"Gue bingung harus mulai dari mana, Lu tahu gue mencintai Geo sejak dulu sebelum Nita" ungkap Vika.


"Gue mau Lu lebih dulu dekatin Bimo"tegas Pria itu.


"Tapi kenapa harus Bimo ? kan Lu saingannya Geo?" tanya Vika.


"Gue ingin Bimo duluan hancur, baru Geo". ucap Pria itu.


"Hahh gimana caranya???" tanya Vika.


Pria itu membisikan sesuatu ke Vika, dengan senyum yang mengembang Vika mengiyakan ajakan itu.


dikediaman Ayah Gibran.


"Bunda....."panggil chintya.


"Chintya bosan bund, seminggu ini Chintya dirumah" keluh Chintya.


"Kamu mau ikut bunda ke rumah sahabat bunda???" ajak bunda.


"Hah, mau bund mau" jawab Chintya kegirangan.


"Yauda ayo siap-siap" ajak bunda.


45Menit berlalu....


"Bunda ini rumah siapa?"tanya Chintya


"Rumah teman bunda sayang,yuk masuk" ajak bunda


🎶....tinggg.... (Anggap aja bunyi bell)


"Eh, hallo nyonya Dinda...cari ibu ya"tanya Bibi


"Iya Bi, Mba Citranya ada ?" tanya bunda.


" Ada nyah, silahkan masuk"


"Duduk dulu nyah, saya panggil ibu dulu ya" lanjut bibi.


Setelah kepergian bibi, Chintya tak henti-hentinya melihat interior rumah teman bundanya. Ia seperti anak kecil yang kagum akan keindahan interior itu. Bunda yang melihatnya pun tersenyum. Tak lama tampak sosok wanita paruh baya yang sangat anggun di usianya. siapa lagi kalau bukan mom Citra.


"Hallo dinda" sapa Mom Citra

__ADS_1


"Hallo Mba citra, makin cantik saja kamu"puji Bunda


"Hahah masih sama seperti dulu Dind, eh ini anakmu dinda ?" tanya Mom Citra


" Ini menantu saya Mba hehe, chintya sini nak"panggil Bunda.


"Iya bunda " jawab Chintya.


Mom citra yang sedang berbicara dengan Bunda Dinda pun, akhirnya menoleh ke arah Chintya dan.....


Deg !!!


Deg!!!


Degg!!!.......................


.....


skip.........


Di sekolahan Gege alias Ghea.....


"Huft panasnya.... gini amat hedehhh"Ucap Ghea yang kepanasan.


"Nunggu angkot neng?" tanya pria itu.


Ghea yang tak menyadari jika Abangnya Gio sudah berada disampingnya, terus-menerus mengomel.


......cletaaakkkkkk.....


"Auuuuuuhhh sakit" ucap ghea kesakitan.


"Siapa suruh bengong, ngomel tak ngomel kek burung beo" ucap Gio jengkel.


"Abanggg ihhh.... au ah ayuk pulang Ghea sebel." rajuk Ghea


"Lah, yang salah kan dia bukan gue, kenapa dia yang merajuk " ketus Gio.


diperjalanan pulang tidak ada sepatah ni katapun yang diucapkan oleh Ghea. karena masih merasa kesal dengan abang satu-satunya.


"Ge ....."panggil Gio.


Sedangkan Ghea enggan menjawab,tapi ia memalingkan wajahnya ke arah Gio.


"Coba lu liat..." tunjuk Gio


"Kang somai ???" tanya Ghea.


"Hm'm iya Ghea, abang pengen nih beliin dong" pinta Gio.


"Dih, beli sendiri. Ghea gamau".Ketus Ghea.


"Mau yah, ntar abang tambahin uang jajan ... ini maunya keponakanmu loh.." ucap Gio jangan lupa dengan wajah seimut mungkin. Seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu agar dituruti emaknya.


"Benar ya awas bohong" ancam Ghea.


"Iya, abang gandain deh" jawab Gio.


"Oke tunggu sebentar" balas Ghea

__ADS_1


Sementara menunggu Ghea membeli somai, Gio menelpon istrinya tercinta.


__ADS_2