
Uweeekk......uweeekk ..
uweekkk...
uweekkk ..
Chintya memuntahkan semua isi dalam perutnya. Gio yang masih tertidur pun terbangun,saat merasakan tidak ada seseorang disampingnya. Gio mendengar suara istrinya yang sedang muntah-muntah di kamar mandi seketika ia langsung menghampiri istrinya dengan mata yang masih mengantuk, ia melihat sang istri yang sudah terduduk lemas sambil memegang pinggiran wastafel.
"Sayang.....!!!" teriak Gio. Chintya hanya menoleh dan tersenyum.
"Kamu kenapa nggak bangunin abang ?"tanyanya sambil membopong istrinya keluar dari kamar mandi.
"Aku nggak mau ganggu tidurnya abang " ujarnya. Gio hanya menggeleng istrinya ini sangat keras kepala.
"Kamu tunggu disini abang mau ambil air minum untukmu " ucap Gio, setelah mengecup kening istrinya ia berlalu keluar kamar.
Gio pergi menuju dapur untuk mengambil air putih untuk istrinya, ternyata di ruang makan semua orang sudah berkumpul untuk sarapan.
"Loh, Gio kok sendirian Chintya mana ?" tanya Mom Citra.
"Chintya di kamar mom, habis muntah tadi" jawabnya.
"ini Gio mau ambi minum untuk Chintya mom" lanjutnya.
"Loh, Chintya mana nak ?" tanya Bunda.
"dikamar bund" jawab Gio
"Ini bunda sama Mom udah buatkan bubur sama susu untuk chintya nak" ucap bunda sambil membawa susu yang ia buat.
"Iya nak, ini bubur untuk chintya" ucap Mom seraya memberikan nampan berisikan semangkuk Bubur dan susu yang dibuat oleh bunda Dinda.
"Baik Mom,Bunda kalau gitu Gio anterin bubur sama susu untuk Chintya".jawabnya.
"Abang nggak makan dulu bareng kita ?" tanya Geisha yang dianggukan oleh Ira.
"Nanti saja setelah Chintya makan dek" jawabnya.
"Ya sudah mari kita makan, besan" ucap Ayah Gibran.
Suasana makan pun tenang hanya suara sendok yang saling berperang dingin memperebutkan makanan yang ada di piring.
"Mom..... ia enyang " ucap Gia sambil menepuk pelan perutnya.
"Haha ya sudah kalau gitu, mom lanjut makan ya" ucap Ellie sambil memberikan Gia minum setelah itu ia melanjutkan makannya.
setelah semuanya selesai makan, Ghea berangkat sekolah dengan diantar oleh Ayah Gibran, karena Gio tidak bisa mengantarnya. Sedangkan Daddy Bryan ia sudah lebih dulu berangkat ke kantor. Mom Citra, Ira dan Bian mereka kembali ke rumah setelah menginap di kediaman Besannya. Kini tinggallah Ellie, Gia dan Bunda yang berada di ruang tamu sedangkan Gio ia menemani istrinya di kamar.
__ADS_1
"Mom... ia angen dad " ucapnya.
"Apa Gia mau ketemu daddy ?" tanyanya, Gia mengangguk antusias.
"Baiklah, kita siap-siap dulu ya sayang"ucap Ellie
"tiap mom" ucapnya sambil hormat ala tentara.
beberapa saat kemudian..
"Bund, El sama Gia mau main ke kantor Bang Geo" pamitnya.
"Baiklah hati-hati di jalan" ucap Bunda
setelah kepergian Ellie dan Gia. Bunda masuk ke kamarnya setelah menutup pintu utama.
Diperjalanan menuju kantor calon suaminya, Ellie menanggapi apa yang di ucapkan oleh Gia. Diumur Nya yang ke 3 tahun ia sangat aktif sekali bahkan apa yang di lihatnya pasti dipertanyakan. Setelah 45 menit lamanya mereka akhirnya sampai di gedung kantor GA Group. Ellie dan Gia pun langsung memasuki gedung kantor tersebut setelah membayar ongkos taksi. Ketika ia melangkahkan kakinya untuk memasuki lift khusus CEO ia di cegat oleh seorang wanita yang berpenampilan seksi.
"HEI, KAU BERANI NYA MEMASUKI LIFT KHUSUS CEO !!!" teriaknya. Ellie hanya melirik ia tetap melangkahkan kakinya memasuki lift namun hal tak terduga wanita itu menarik secara paksa Ellie dan Gia keluar dari lift tersebut. Ellie yang tak siap pun akhirnya terjatuh untung saja ia melindungi kepala Gia dengan kedua tangan jika tidak apa yang terjadi pada anaknya.
"SUDAH KU KATAKAN JANGAN MASUK KE LIFT KHUSUS CEO, HANYA AKU YANG BISA MENGGUNAKAN LIFT ITU,..... DASAR WANITA J****** !!!" teriaknya lagi, Bahkan teriakan itu sampai membuat pegawai di sana melihat kearah mereka. Karena posisi Ellie membelakangi para pegawai sehingga tidak ada yang mengenalinya. Sementara Gia ia terkejut dan menangis. Ellie hanya bisa menenangkan sambil menahan sakit dipergelangan dan kedua sikunya.
"APA KAU PIKIR DENGAN KAU MEMBAWA ANAK SI***** MU ITU CEO KAMI MAU MENGAKUINYA ???"
" ASAL KAMU TAHU HANYA AKU YANG BISA MENJADI ISTRINYA ....!!! HAHAHAAH....... DAN KALIAN YANG ADA DI SINI AKAN AKU PECAT.... JIKA KALIAN BERANI MENENTANGKU...!!!" ucapnya lagi. Ia tidak tahu bahwa seseorang yang ia katai J***** dan anak yang ia katai S****** merupakan calon istri dan anak kandung dari CEO tersebut. Para pegawai hanya diam tanpa ada yang berani membela hingga ada seorang gadis yang berani membantu Ellie dan Gia.
"Nona tidak apa-apa ?" tanyanya.
"nggak apa- apa kok, makasih ya."ucapnya tersenyum padahal ia merasakan pergelangan kakinya keseleo dan kedua sikunya sakit.
"Adik cantik kamu tidak apa-apa ?" tanya gadis itu.
"Nda papa ,ante " ucapnya sesegukkan
"SIAPA KAU ???? APA KAU MAU AKU PECAT !! HAAA" Teriaknya.
"SIAPA AKU ITU TIDAK PENTING DAN ANDA NONA JANGAN MENGAKU-NGAKU SEBAGAI KEKASIH CEO DISINI..." Teriak gadis itu ia sangat jengkel dengan wanita di depannya ini.
"KENAPA ? AKU MEMANG KEKASIH TUAN GEORA !!! " ucapnya lagi.
"jika anda kekasihnya Tuan Geora, apa buktinya ?" tanya gadis itu.
"AD... ADA BUKTI.....NYA, SEBENTAR LAGI KAMI A..... AKAN MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN ..." ucapnya Gugup.
"Emang Tuan mau modelan seperti nona ini yang dapat dikatakan seperti wanita j*****" ucap gadis itu lagi.
"APA MAKSUDMU GADIS CUPU , APA KAU MAU AKU PECAT SEKARANG ?!!" Teriaknya menggelegar.
__ADS_1
"Kamu .....
belum selesai ia menjawab perkataan nenek lampir itu, ia sudah terlebih dahulu di bawa Ellie dan Gia masuk ke Lift khusus CEO hal itu membuat Viona sangat marah dan kesal. Ya wanita itu adalah Viona, ia telah lama mengincar Geora, setelah tahu Geora duda ia semakin gencar untuk mendapatkan tanpa ia tahu bahwa Geo memiliki anak kandung yaitu Gia.
Di dalam lift, Ellie meringis menahan sakit dibagian kakinya hal itu dilihat oleh gadis cupu itu.
"Nona, sepertinya pergelangan kaki anda bengkak" ucapnya melirik kaki Ellie.
"Hm ia sepertinya begitu" ringis Ellie.
"Adik cantik, sama kakak dulu ya kasian mom kamu kakinya sakit" ucap gadis itu kepada Gia. Sedangkan Gia melirik ke arah Momnya lalu ia mengarahkan tangannya kearah gadis itu.
"Uluh-uluh pintarnya " ucap gadis itu.
"terima kasih, no....
"Riri nona, nama saya Riri" ucap Riri memperkenalkan namanya.
" oh baiklah Riri, terima kasih dan jangan panggil aku nona.. panggil aja Ellie atau El senyamanmu" ucapnya.
"Baiklah El"
" kita sudah sampai dilantai khusus CEO, apa kamu masih kuat berjalan El ?" tanya Riri.
"Sedikit"ucapnya lirih ia sungguh tak bisa lagi menahan rasa sakit pada kakinya.
"Mari berpegangan denganku" ucap Riri.
sesampai di depan meja Sekretaris.
"Nona, Apa Tuan Geora ada di dalam?" tanya Riri
"Ada kenapa ?"
" Bos sedang sibuk !!!" ketusnya.
"Nampak wanita ini sekretaris baru " batinnya
"Kami ada perlu nona" ucapnya lagi.
"KAMU KALAU DI BILANG BOS SIBUK YA SIBUK"teriaknya
"Mari kita masuk saja Ri, Gue nggak kuat lagi" ucap Ellie lirih.
Baru saja Riri ingin mengetuk pintu, Sekretaris itu langsung menarik pergelangan tangan Riri sehingga Riri memutar kearah wanita itu dan untungnya Gia tidak terjatuh dari dekapan Riri.
"YANG SOPAN YA, KAMU ITU HANYA ANAK MAGANG JANGAN SOK BERKUASA DISINI DAN INI APA KAMU BAWA WANITA DAN ANAK YANG TIDAK BERKEPENTINGAN !!!" Teriak wanita itu.
__ADS_1
hingga.....