
"Heheh, I'm so sorry my father. I forget ".ucap Ara cengengesan.
"Kamu itu ya dasar nakal".ucap pria itu.
Melihat hal itu,mom Ica dan Dad Rico menatap haru, ya Ara benar Mila dan Zidan masih hidup sedangkan Aya ia takut menatap wajah kedua paruh baya itu.
****************
"Hm.... hmm... semuanya ini adalah Mama Mila dan Papa Zidan, Orang tua kandung Aya" ucap Ara tegas.
"Kamu tidak mau memeluk kedua orang tuamu?" tanya Alex kepada Aya.
Aya tak tahu harus bagaimana,ia masih tak tahu harus bagaimana ia senang kedua orang tuanya masih hidup tapi apa mereka akan kembali seperti dulu??? itulah yang dipikirkannya ia merasa canggung saat ini.Namun tanpa ia sadari kedua paruh baya itu menatap anaknya dengan sendu, mereka sangatlah rindu putri satu-satunya bahkan setelah sekian lama mereka berdua diberikan kepercayaan momongan kembali,dan Mila melahirkan bayi tampan yang sekarang umurnya dua tahun setengah. Tapi bayi tampan itu sedang ikut anak Papi Thori ke kantornya. Mama Mila dan Papa Zidan langsung memeluk anak perempuannya.
"Yaya... hiks .. hiks maafin mama nak" ucap Mama Mila.
"Papa juga minta maaf,sayang".ucap Papi Zidan.
Ya,setelah kejadian dimana mereka mengalami kecelakaan tunggal, Papa Zidan dan Mama mila ditolong oleh sepasang suami istri yang sudah berumur meminta warga setempat untuk membantu memanggilkan ambulan dan mengantarkan ke rumah sakit. Sedangkan mobil yang ditumpangi mereka hancur meledak seketika.
"Huft, untung kita cepat menolong mereka bu," ucap suaminya
"Ia yah, apa sebaiknya kita membawa mereka tinggal bersama kita. aku ingin diusiaku yang senja ini ada seseorang yang meramaikan mansion kita. Bukankah menurutmu ideku bagus?" ucap sang istri.
"iya aku menyukai idemu, tapi kita tanya dulu mereka siapa dan darimana" ucap suaminya lagi.
"Baik siap bosku" ucap sang istri.
"Ingat umur" ucap suaminya.
Yaa... setelah kejadian itu Mila dan Zidan dibawa oleh pasangan paruh baya itu ke mansion mereka dan dijadikan anak angkat oleh mereka berdua hingga Mila melahirkan bayi tampan dan bertemu dengan Ara ketika mereka sedang kerumah sakit untuk memeriksa keadaan bayi tampan itu yang terkena demam tinggi.
********
"Sayang...." ucap Alex, ia melihat Aya tak bergeming, Alex tahu Aya masih tak percaya dengan keadaan yang sebenarnya. Ia meninggalkan Aya dan kedua orang tuanya pergi duduk disamping Ayah Gibran tentunya demgan Ghea mengekori Alex.
"Ma...ma... pa..papa"ucap Aya terbata.
__ADS_1
"Ia sayang" ucap Mama Mila sambil memeluk anaknya. Begitu juga dengan Papa Zidan.
Disisi lain...
"Berasa nonton Drakor" celetuk Mami Chika.
"Hei, Mami diamlah" tegur Papi Amdani.
Jadilah,Mami Chika diam dengan mulut bebeknya. Hal itu membuat Papi Amdani gemes bukan main.
beberapa waktu berlalu... tiba-tiba ada tiga orang laki-laki beda usia masuk keruangan tersebut. Bayi tampan itu terlihat wajah yang memerah dengan mata yang berair karena menangis.
"Bang Al, mama papa ana?" tanyanya
"Eh, itu mama papa ion" ucap lelaki yang dipanggil Al.
"Empat mama papa " rengeknya.
"Baiklah,bayi tampan."ucapnya seraya membawanya ke arah mama mila dan papa Zidan.
"Pa,ma...."Panggil Al.
"Ada apa sayang? kenapa menangis?" tanya Mama Mila kepada Baby Ion.
"Ion tatut mama pelgi" ucapnya.
"Hahaha mama ga pergi sayang, mama cari kakaknya Baby Ion" ucap Mama Mila seraya mendudukan dirinya disamping anak perempuannya.
"Sayang, ini kakak Aya kakaknya Baby Ion." ucap Papi Zidan
"Tatak Ion?" tanyanya.
Aya yang melihat wajah adik lelakinya,tanpa sadar langsung mencubit kedua pipi baby tampan itu, dengan gemas ia berkata.
"Pipinya bulat kali, umur berapa?" tanya Aya.
"Umulku 2 dini" ucapnya sontak ruangan tersebut riuh dengan suara tertawa dimana dengan gagahnya baby Tampan ini menyebut umurnya.
__ADS_1
Sedangkan Alex, ia melihat wajah kekasihnya sangatlah ceria. Ia bersyukur hari ini ia mendapat banyak kejutan. Ara yang tak sengaja bertatapan dengan Alio pun,seketika menjadi gugup. Yupss, Ara menyukai Alio ketika ia datang ke mansion Papi Thori. Tetapi Alio sudah memiliki kekasih yang mana membuat hubungan Papi Thori dan Alio tak sehangat dulu. Hal itu membuat Papi Thori sedih melihat anak semata wayangnya. Oh ya, pria yang disamping Alio anaknya itu adalah Willo anak sahabatnya yang kini sudah berpulang ketika Willo masih berusia 3 tahun. Papi Thori mengangkat Willo sebagai anak angkatnya. Itulah mengapa Alio dan Willo sangat dekat bak saudara kandung.
"Wah, aku sepertinya dilupakan" celetuk Willo.
Semua orang menoleh kearah pria itu. Willo yang sadar akan celetuknya hanya cengengesan berbeda dengan Alio ia hanya menatap datar.
"Hehe... maaf semua" ucap Willo salah tingkah.
Sekian terdiam orang-orang disana, tiba-tiba ruangan itu dipenuhi dengan tawa yang menggelegar.
📞kringggggggg.....
Dering ponsel Alio berbunyi, tertera nama kekasihnya disitu membuat Willo mendengus kesal melihat saudaranya meminta ijin untuk mengangkat telpon,hal itu mampu membuat Ara kecewa. Apa yang mau diharapkan jika orang yang diharapkan memiliki pasangan. Sedih sekali nasibmu nak wkwk.
Alex melihat adiknya sepertinya ia menyukai pemuda itu, ia mengusap pelan bahu adiknya, Ara hanya membalas senyum manisnya.
"Anak itu kebiasaan"umpat Papi Thori.
"Sudahlah papi" ucap Willo menenangkan.
Papi Amdani yang lainnya hanya diam dan tak ingin ikut campur urusan keluarga itu.Sedangkan Ayah Gibran ia paham apa yang dirasakan oleh Papi Thori. Namun, sudah beberapa menit berlalu Alio tak kunjung balik ke ruangan kedua orang tua Ara berada dan hal itu sudah ketebak bahwa setelah menerima panggilan itu Alio sudah pergi meninggalkan rumah sakit tanpa berpamitan kembali.
Keluarga Papi Amdani dan yang lainnya pamit pulang karena anak,menantu dan cucunya berada dirumah dan ini sudah sangat sore.Begitu juga Aya ia kembali ke ruang rawatnya yang ditemani oleh kedua orang tuanya dan sang baby tampan. Alex, ia masih mengurusi administrasi kedua orang tuanya.
*Jika kalian bertanya kenapa Alex bisa bekerja dimansion Papi Amdani padahal mereka ada perusahaan sendiri itu karena perusahaannya diambil alih oleh saudara angkat Daddynya. Tetapi Alex sudah menyelidiki hal itu semua, dari penculikan Ara dan Aya hingga kedua orang tuanya kecelakaan tinggal ia memberi perhitungan kepada saudara angkat Daddynya yang licik itu*
Diruangan Aya.
"Tatak yaya..." panggil Baby Ion
"Ada apa sayang?" tanya Aya kepada sang adik.
"Ion tangen, pengen peyuk tatak Yaya oleh?" tanyanya sambil mengedipkan matanya dan pipinya yang gembul membuat Aya gemes ..
"Boleh dong, sini sayang " ucap jawa merentangkan tangannya. Baby Ion pun tertawa senang bisa berpelukan dengan kakak perempuannya.
......
__ADS_1
*Sekian dan terima kasih*