MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 54


__ADS_3

"Hiks... hiks ... Mimi.. Didi " tangisnya mencari kedua orang tuanya.


Gia mengedar-gedorkan kamar kedua orang tuanya. Bibi yang mendengar tangisan nona kecil menghampiri.


"Non Gia...."panggilnya.


"Nenek tua, dimana didi dan mimi ia?" tanyanya.


"Mom sama Dad Gia sedang kerumah sakit" jawab Bi Ipah.


"Huhuhu Ia di tindal dong" ucapnya sedih.


Gia pun berjalan menuju ruang tamu,dimana ia menangis sejadi-jadinya. Tak lama seorang pria masuk kerumah dengan bersenandung. Tapi ketika mendengar suara orang menangis ia menghampirinya.


"Hei, bocil lu kenapa?" tanya Bian.


"Huhu.. om Ian mimi dan didi pelgi ke lumah tatit tapi ia enda di bawa hiks.. hiks" keluh Gia.


"Ha.. kerumah sakit ngapain?" tanya Bian sembari mengendong Gia menuju mobil dan mengambil ponselnya menelpon sang tunangan.


Setelah menerima telpon tersebut Bian dan Gia bergegas menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Gia menangis, Bian dengan sabar menenangkan Gia hingga tanpa sadar Gia tertidur dengan posisi kepala yang menunduk, untung saja ia sudah dipasangkan seat belt jadinya tidak akan jatuh saat tertidur.


35menit kemudian,mobil yang dikendarai Bian telah sampai di area rumah sakit. Bian dengan hati-hati,melepaskan seat belt Gia lalu menggendongnya.


*********


"Gimana dong dengan menantu saya?" tanya Mami Chika.


"Iya dong bagaimana keadaan anak saya?" tanya Bunda Dinda.


"Anak Nyonya baik-baik saja, hanya saja dia nampak kelelahan pasca melahirkan twins secara normal."ucap Sang dokter.


"Baiklah,Tuan dan Nyonya saya pamit ada pemeriksaan diruangan lain." Pamitnya


"Terima kasih dok" ucap keduanya serentak.


Setelah kepergian dokter, muncullah dua manusia beda gender dan beda usia.Geo yang melihat anaknya datang bersama Bian menghampirinya.


"Astaga, kesayangan Daddy tertidur" celetuknya dan mengambil alih tubuh Gia.


"Dia habis menangis dan tertidur dimobil" ucap Bian lalu menghampiri Ghea.


Sedangkan Geo ia menganggukkan kepalanya dan membaringkan Gia disisi Ellie. Nampak sekali bahwa Gia habis menangis terlihat dari mata yang membengkak dan hidung yang kemerahan.


beberapa lama kemudian....


"aaa.....i....rrrr" ucapnya.


Geo yang mendengar suara istrinya pun dengan cepat memberikan air putih untuk ya. Sementara yang lain ada yang memanggil dokter dan ada yang langsung menyampari ranjang Ellie.

__ADS_1


"Sudah?" tanyanya


"sudah bang" jawabnya.


"Bagaimana perasaanmu nak?" tanya Bunda Dinda dan Mami Chika bersamaan.


"Baik Bund,Mi" jawab Ellie.


Sedangkan yang lain hanya menyimak saja. Tak lama Ayah Gibran datang bersama dokter dan suster yang mendorong keranjang twins.


"Permisi.. saya ingin memeriksa keadaan Ibu Ellie dulu ya."ucap sang dokter.


"Baik dok" mereka pun menyingkir dari ranjang Ellie. Sedangkan kedua oma dan nenek itu langsung menyambangi twins. Ghea yang masih asyik menggendong bayi malah di ambil alih oleh sang bunda


"Iiiii... bunda, adek belum puas gendongnya" rengek Ghea.


"Gantian " ucap Bunda.


"Ahhh, bunda ga asik" keluh Ghea dan menyandarkan kepalanya di bahu sang tunangan. Bian mengusap kepala Ghea dan membisikkan sesuatu yang membuat mata Ghea bersinar-sinar.


Setelah dokter memeriksa Ellie dan menjelaskan kondisinya, ia dan rekan kerjanya pamit keluar


tak lama....


"mimi...... didi" panggilnya


"Hei, sayang sudah bangun?" tanya Geo.


membuat mereka yang didalam ruangan itu tertawa.


"Ih, kamu ini " ucap Geo gemes sembari menarik hidung Gia.


"Mimi.... didi talik idung ia" adunya kepada sang mommy.


"Abang jangan gitu ih".tegur Ellie.


"Iyaa, maaf" ucapnya.


"ini kasih anakmu ASI dulu" ucap Bunda menyerahkan baby girl itu yang lebih dulu menangis ketimbang saudara kembarnya.


Gia yang melihat adik bayinya sangat senang sekali.Ia pun ingin mengendong adiknya itu.


"Mimi... Ia mau endong dedek ayi" ucapnya.


"Eh jangan, kamu masih kecil" Sela Geo yang mendengar anaknya ingin menggendong adik bayi.


Sedangkan Ellie ia tersenyum, setelah menyusui baby girl kini giliran baby boy.


****************

__ADS_1


Sebulan kemudian, kini umur twins genap satu bulan dan juga bulan ini adik Geo akan melahirkan siapa lagi kalau bukan Geisha. Bimo yang sudah dari lama siap siaga untung membimbing istrinya melahirkan banyak belajar dari Geo yang kemarin membimbing istrinya melahirkan.


Di rumah sakit.... Kini Geisha tengah bersiap untuk melahirkan karena ketumbannya pecah.


Skippppp (Karna aku gatau proses melahirkan ke mana jadi aku skip ya)


Di ruangan rawat Geisha, semua keluarga berkumpul kecuali keluarga kecil Geo dan Keluarga Daddy Bryan berbesanan karena keluarga ini sedang berada di kota B untuk menghadiri pernikahan keluarga dari Daddy Bryan. Sedangkan keluarga kecil Geo, karena Twins masih kecil dan sekarang ada keluarga Candra datang ke mansion mereka.


"Cia, lutuh kan adiknya Ia" ucap Gia


"Iya lutuh tekali, gemoy" ucap Cia.


"Iya,gemoy " balas Gia.


Mereka berdua memainkan jari-jari anak Geisha dan Bimo.


Selang beberapa hari kemudian, Geisha dan Baby Amora pulang ke mansion Papi Amdani.


Selama perjalan menuju mansion orang tua nya. Geisha mengajak putrinya bercanda, dimana juga sisi kanan kirinya ada Gia dan Cia membuat ia tak bosan selama perjalanan. Yak... Gia dan Cia ngotot untuk ikut Bimo ke rumah sakit. Pagi-pagi sekali mereka berdua sudah duduk didepan pintu mobil agar mereka tidak ditinggal oleh Bimo.


Sesampainya dihalaman mansion orang tuanya, terlebih dahulu Bimo menurunkan dua mahkluk tengil. Kemudian, ia membantu Geisha untuk keluar dari dalam mobil yang dimana Geisha menggendong anaknya. Mereka berempat pun memasuki mansion dan ternyata disana mereka disambut sangat meriah.


WELCOME TO HOME BABY AMORA


teriak mereka semua... wow suasana nya bayangin sendiri ya hehe


"Baby Lola.... tekalang ada temanna" ucap Gia kegirangan.


Kini anak-anak berkumpul dengan para aunty dan emaknya.


"Baby Lola,Baby Cio,Baby Ola,Baby Ica, Baby Ico....huaaa lamaina " absen Gia.


"Iya, lamai Cia tuka .. Cia tuka" ucap Cia tak kalah Girang.


Sedangkan para emak dan Aunty hanya tertawa serta menggelengkan kepala melihat Gia dan Cia yang begitu sangat antusias.


"Wah, senangnyaa....." ucap Mami Chika kepada Gia dan Cia.


"iya oma ,tekalang Gia banyak adik hihihi" ucapnya terkekeh lucu


"Gia sayang ga sama adiknya?" tanya Oma Chika


"Tayang dong oma,kan Cia?" ucapnya kepada Cia


"Cia juda tayang dedek bayi" ucapnya.


Setelah berbincang-bincang sedikit, kepala pelayan memberitahukan bahwa makan siang sudah selesai dihidangkan, dan meminta tuan rumah untuk makan siang.


HALLO GUYS, MAAF YA KALO AKU JARANG UPDATE.... SOALNYA TUGAS NUMPUK HEHE.... ADA PRESENTASI JUGA JADINYA UNTUK UP SELALU NUNDA ..

__ADS_1


TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH MAMPIR DI NOVEL AKU.


TETAP STAY TUNE... DI NOVEL AKU YA


__ADS_2