
"Jadi bagaimana tuan?" Tanya Pak Santo lagi.
"Usir mereka " ucap Geo.
"Jangan !!!" teriak Ellie.
"Biarkan mereka masuk pak" ucap Ellie dengan senyuman sinis.
Geo dan yang lainnya mengendik ngeri melihat senyuman Ellie.
*********
Setelah kepergian Pak Santo, Ellie mendudukan diri disebelah Ayahnya sambil menggendong baby Ara anak sahabatnya sekaligus adik iparnya. Sedangkan Geo ia hanya pasrah melihat istrinya mengabaikan dirinya bahkan tak ingin duduk berdampingan.
Papi Amdani dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah pasangan suami istri itu.
Namun, kesunyian itu berubah karena kedatangan dua makhluk gaib.
"Sayang......." ucap wanita itu mendekati Geo tanpa memberi salam kepada orang-orang disana.
Sedangkan wanita yang mengaku sekretaris Geo, ia mencuri pandang Bimo.
"Menjauh dariku....!!!" bentak Geo
"Kamu kenapa sih sayang" rengeknya manja.
"Mau Lo apa ,Haahhhh!" bentaknya lagi.
Geo berdiri menghindari wanita yang ingin duduk disampingnya.
"Aku hamil..." cicitnya.
Walaupun suaranya kecil tapi,kalimat itu jelas terdengar oleh Ellie. Dengan menahan marah, Ellie dengan santai berkata :
"Hamil ???" berapa bulan??" tanyanya santai.
"iya,Aku hamil 2 bulan" ucapnya tegas.
"Sejak kapan melakukannya ?" tanyanya lagi
"Lo gaada hak buat nanyain itu ke gue. Intinya gue hamil anak Geo" ucap wanita itu angkuh.
"Apa lo yakin dihamili Geo ?" tanyanya menantang.
"Yakin ... bahkan setiap ia lembur kami melakukannya" jawab wanita itu.
"Jangan asal bicara, gue kaga kenal lu!!!" bentak Geo.
"Kamu kok gitu, ini anak kamu loh... anak pewaris keluarga tunggal GA GROUP" ucap santai dan angkuh.
"Pewaris ??"tanya Geisha yang baru selesai mandi.
"Lo siapa ikut campur urusan gue!!" bentaknya
__ADS_1
"Lo siapa yang datang bawa-bawa pewaris ?" bentak Geisha yang tak mau kalah dengan orang yang menurutnya pelakor.
"Lo apa-apan sih" teriak wanita itu.
"Mi......" Panggil Amora.
Bimo yang melihat anaknya ke ruang tamu pun memintanya untuk pergi bermain dengan saudaranya yang lainnya. Tapi Amora tidak mau..
"Pi... Mola mau num tutu " rengeknya
"Oh sebentar,Ayo Papi buatkan " ucap Bimo pada Amora.
Jeje yang mendengar percakapan itu tak percaya bahwa bosnya sudah memiliki anak,tapi siapa yang menjadi istrinya ??? Ah, mungkin hanya anak sahabatnya yang memanggil sebutan Papi. Begitulah pemikirannya.
"Eh, Lo ngapain liat-liat suami orang." Ketus Geisha
"Lah suka-suka dong, dia aja kekasih gue" jawab Jeje tak kalah ketus.
Jeje dan Aluna , merupakan wanita yang sekian kalinya mendekati Geo dan Bimo,hanya saja Mereka tak mengubris kedua makhluk gaib ini. Tetapi You Know lah ya wkwk...
"Kekasih dari mana??" tanya Geisha.
"dari dulu ampe sekarang lah" ucapnya nyolot.
"Dihhh... nyolot lagi" ucap Geisha.
Sedangkan para bapak-bapak berasa makhluk tak kasat mata... dimana mereka hanya menonton tanpa mengeluarkan suara. Ayah Gibran dan Papi Amdani memberikan waktu untuk kedua pasangan suami istri dalam menyelesaikan masalah.
"Mimi......." Panggil Gia yang menggandeng tangan Cia.
"Hallo sayangnya mommy Luna" ucapnya selembut mungkin.
Gia yang melihat wanita asing menyapanya seketika mengkerut dahi. Siapa ??? begitulah ilustrinya. Sedangkan Cia, ia bergetar ketakutan.. Ia mengeratkan pegangan tangannya. Semua yang berada disana belum sadar dengan gelagat Cia.
Gia yang merasa sakit pada tangannya pun berteriak.
"Auhhhh ... sakit !!!" teriaknya.
Hal itu membuat semua orang sadar bahwa ada yang tak beres dari keduanya setelah berhadapan dengan nenek lampir.
"Gia ...../Cia......!!!!" teriak semua orang.
Aluna dan Jeje yang tak paham pun hanya diam, dengan wajah angkuh tanpa dosa duduk disofa. Sedangkan para istri yang didapur segera menuju ruang keluarga melihat apa yang terjadi.
"Sayang bangun sayang ...." ucap Candra kepada anaknya.
Cia menatap kosong,hanya badannya yang bergetar hebat dan mengeluarkan keringat dingin. Sedangkan Gia ia menangis kesakitan menahan tangannya yang belum dilepas oleh Cia.
"Sayang ada apa?" tanya Celine sambil menggandeng Cio yang masih meminum susu.
"Tidak tahu" jawabnya singkat nampak jika ia sangat khawatir dengan kondisi Cia.
"Bawa keduanya kekamar dan tolong telfon Tian!!!" perintah Papi Amdani.
__ADS_1
"Tian disini Pi, Ada apa?" ucapnya yang kebetulan baru pulang dari rumah sakit bersama Almira yang mengecek kandungannya.
"tolong periksa Cia dan Gia,bang!!!" teriak Ellie panik.
"Cia dan Gia ???" tanyanya kaget.
Ada apa??? Tian sangat bingung dan lebih kagetnya lagi ia melihat keadaan Gia yang menangis kesakitan dan Cia yang menatap kosong sambil memegang erat tangan Gia. Mungkin penyebab Gia menangis kesakitan karena tangannya digenggam erat oleh Cia, tapi kalau Cia ????
Mungkin para reader tahu jawabannya... bisa di komen dibawah ya hehehe....
Setelah Tian memeriksa Gia, sekarang ia beralih memeriksa Cia.
"Cia...." panggilnya sambil menepuk pelan pipinya.
"Cia......Cia..... hei.... " tepuknya lagi.
"Cia.......!!!" kali ini ia menepuk kuat pipi Cia hingga Cia tersadar dan menangis.
"Mami........!!!! hiks hiks hiks" teriaknya dan menangis mencari Mami Celine.
"Sayang ... mami disini nak. Kamu kenapa?" tanya Mami Celine.
"Ada orang jahat... hiks .. hiks" jawabnya lirih.
"Siapa sayang??" tanya Papi Candra yang mendengar hal itu ia tampak marah bila mendengar ada orang jahat. Apalagi bila orang itu yang menyebabkan anaknya trauma.
Cia melihat sekitarnya ia takut bila orang itu masih ada disini. melihat gelagat itupun membuat Tian meminta jangan meninggalkan Cia sendirian karena itu berakibat fatal untuk fisikisnya. Gia yang melihat Sahabatnya ketakutan ia pun memeluknya erat padahal ia baru saja reda menangis.
"Cia jangan nangis.... hiks" ucap Gia
"Gia juga ya... Cia cuma takut orang itu lukain kita lagi" ucapnya lirih.
Semua yang mendengar ucapan Cia bingung, siapa yang dimaksud ??? Sedangkan Bian dan Tian mereka sudah tahu siapa orang yang dimaksud Cia.
Hanya saja mereka ingin mengetahui siapa dalang yang sebenarnya dibalik ini semua. Karena mereka sering mendapatkan teror yang gajelas darimana. Namun,mereka baru sadar bahwa ada dua orang wanita yang masih duduk santai diruang keluarga sambil menonton dan seenaknya memerintah maid untuk melayani mereka berdua.
"Siapa yang suruh lu berdua seenak jidat dimansion orang??" tanya Geisha marahnya dan meminta maid di mansionnya mengambil air panas dengan gayung. Aya pun ikutan meminta juga.
"Sangat tidak sopan" ujar Aya.
Mereka berdua hanya diam dan menikmati apa yang ada. Namun, belum lama menikmatinya Geisha dan Aya datang dengan 2 gayung air panas, Lalu menyiramnya ke tubuh kedua wanita gila itu.
"Aaaaauhhhh" pekik keduanya.
"Lo gila !!!" hardiknya.
"Lo berdua gila, seenak jidat datang,menikmati, memerintah di mansion orang tua gue" Bentak Geisha.
Saat Aluna ingin menampar, Aya dengan santai menyiram air panas ke wajah Aluna dan tak lupa menyiram ke wajah Jeje.
"SIA***********" teriak Jeje dan Aluna bersamaan mereka merasa perih pada kedua wajah mereka masing-masing.
**********
__ADS_1
Hallo Guys....maaf jarang-jarang Up hehe..
tetap stay di novel aku ya, jangan lupa ajak teman-teman kalian untuk mampir di novel aku ini.. dan Janlupa Komen dan Like juga share ya..