
"Tenang lex, kita akan balas mereka semua"Ucap Papi Amdani. Ia sangat tahu bagaimana terpukulnya seorang Alex Dirgantara.
*****Happy Reading****
Disisi lain..
"Kalian jangan kemana-mana tetaplah disini" Ucap Bimo.
"Ini sebenarnya apa yang terjadi ?"tanya Ghea
"Iya, ehhh..... Aya dan Tyas kemana?" tanya Geisha yang baru menyadari ketidakhadiran kedua pembantu dikeluarganya itu.
"Eh... iya ya"imbuh Ghea.
Chintya,Ellie,Almira dan yang lainnya yang tahu hanya berdiam dan lama terdengar rengekan Gia dan Cia.
"Mami, Papi mana?" ucap Cia pada sang Mami.
"Iya mimi, didi mana endak ada telihat dali tadi" sambung Gia
Kedua wanita bingung mau menjawab apa dan akhirnya Bimo yang mendengar itu mencoba untuk menjelaskannya.
"Papi Candra dan Daddy Geo sedang pergi ke perusahaan, karena ada barang yang tertinggal" jawab Bimo
"malam-malam pelgi ke pelusahaan untel ?" tanya Cia
"Iya kan uncle bilang papi dan daddy lagi ambil barang yang tertinggal" jawabnya lagi dengan sabar ia menjelaskan kepada kedua anak temannya.
"Oooh, sepeltinya didi tibuk banet ya"Ucap Gia sendu.
Ellie yang melihat itu langsung memeluk anaknya.
"Kita tidur ya udah malam besok Gia dan Cia masuk sekolah" ajak Ellie.
"Kita tidur ramai-ramai saja"Ucap Mami Chika dan dianggukin oleh para emak-emak + Nenek-oma
"Biar Bian dan Bimo tidak kesana-kemari guna mengecek kita semua disini" Ucap Mom Citra.
"Ia, biar kita saling menjaga satu sama lain"ucap Bunda Dinda.
"Boleh-boleh" ucap mereka serentak.
Setidaknya mereka tidak berpisah tidurnya dan tidak membuat Bian dan Bimo kelelahan mengecek satu persatu dari mereka semua.
"Mimi, tenapa didi lama tali pulang, Ia lindu didi mi" rengek Gia.
"Mungkin daddy lembur sayang"Ucap Ellie sabar.
__ADS_1
ini adalah pertanyaan yang kesekian kalinya yang selalu dipertanyakan oleh Gia.
tiba-tiba diluar terdengar suara tembakan.
DOR.... DOR... DOR....
Seluruh penghuni rumah terbangun mendengar suara tembakan itu, Bian dan Bimo segera mengajak para wanita pergi ke ruang rahasia. Baby Rora dan Baby Cio menangis mendengar suara yang memekik telinga mereka. Chintya dan Celine berusaha menenangkan bayinya masing-masing padahal saat ini mereka sedang mengalami keributan yang sangat ribut.
Setelah mereka masuk keruang rahasia,Bian dan Bimo keluar melalui pintu rahasia. Disana anak buah Geo dan Papi Amdani telah mengepung penjahat yang sok jadi penjahat.
"Apa mereka tidak menjaga mansion ini?" tanya Tyas.
"Sepi sekali" ucap Vika
"Apa mereka menipu kita?" tanya Vika lagi.
"Tidak mungkin, saya mengikuti mereka selama ini" ucap lelaki itu.
"Apa kamu yakin?" tanya Brian
"Yakin tuan" jawabnya.
"Apa mereka tidak membawa bodyguard?" tanya Vika dan diiyakan Tyas.
"Tidak tuan, yang laku-laki hanya tuan Bian dan tuan Bimo" jawab lelaki itu.
Mereka pun menyetujui ide Tyas untuk masuk kedalam mansion itu dengan beberapa anak buahnya. Karena sebagiannya mereka menjaga Aya disana.
********
Disisi lain, Papi Amdani,Alex serta yang lainnya telah sampai dilokasi dimana Aya disekap. Tiba-tiba....
"Permisi tuan muda Geo, Kami telah mengepung tempat ini dan sebagian mengepung mansion lama tuan besar Gibran." Lapornya.
"Bagus, sekarang kita harus cepat membebaskan Aya" ucap Papi Amdani.
"Baik tuan"jawabnya.
"Kalian, serang mereka sesuai dengan posisi masing-masing, jangan buat mereka mati konyol. Lumpuhkan mereka semua kemudian bawa kemarkas, disana kita akan sepuasnya menyiksa mereka." titah Alex.
Yups.... Alex juga punya hak untuk mengatur anak buah Papi Amdani dan Geo. Karena ia adalah kaki tangan Papi Amdani dan anaknya Geo.
"Baik, laksanakan tuan. Tapi, dalang sebenarnya telah pergi ke mansion lama tuan besar Gibran, disini hanya beberapa anak buahnya saja" lapor lelaki itu.
Mendengar hal itu tiba-tiba Geo teringat akan istrinya yang sudah hamil besar dengan anaknya Gia. Ia baru mengetahui bahwa mereka sebenarnya menginginkan istrinya. Otomatis, yang sebenarnya terjadi karena dirinya. Bagaimana ini?
Papi Amdani dan yang lainnya melihat kearah Geo yang terbengong. Papi yang paham akan khawatir anaknya sang menantunya Ellie pun,memberikan semangat.
__ADS_1
"Ada anak buahmu, serta Bian dan Bimi yang menjaga mereka. Kamu harus berdoa untuk keselamatan istrimu" ucap Papi
"Iya benar Geo, Kita harus bebasin Aya, lalu kita pergi menangkap dalang dan penghianat itu" Ucap Gio dengan tatapan marah karena mereka baru sadar bahwa dimansion papi Amdani ada penghianat.
"Jika kamu tidak tenang, balik lah lindungi anak dan istrimu" ucap Alex yang tahu bahwa saudaranya sedang mengkhawatirkan anak dan istrinya.
"Tapi, Aku tetap membantumu membebaskan Aya. Setelah itu kita akan bersama-sama menghadapi penjahat itu" ucap Geo.
"Baiklah kalo begitu ayo kita bebasin Aya" ucap Papi Amdani.
Mereka pun masuk kedalam rumah kosong itu.Ketika anak buah mereka telah melumpuhkan anak buah Brian.
disebuah ruangan dimana Aya terikat, badannya menggigil dan banyak mengeluarkan keringat,bibir pucat pasi, perutnya yang lapar karena ia sudah seharian tak diberi makan,tamparan dan pukulan yang ia dapatkan membuat sekujur tubuhnya luka lebam. Ketika ia mendengar suara gaduh dan tembakan,ia semakin menangis,ia benar-benar takut sekali. Hingga ia bergumam
"Abang.... hiks .. hiks Aya sakit.. Aya takutt." gumamnya lirih.
"Abang, maafin Aya hiks.. hikss.."
"Aya udah ga kuat..."ucapnya dan tak lama ia tak sadarkan diri tetapi ia masih mendengar suara seseorang memanggil namanya.
Kembali ke Papi Amdani dan kawan-kawan.
Mereka pun masuk kedalam rumah kosong itu.Ketika anak buah mereka telah melumpuhkan anak buah Brian. Salah satu anak buah Papi Amdani menunjukkan ruangan yang tempat Aya di sekap.
Ternyata ruangan itu dikunci, dengan tak sabar Alex dan Geo mendobrak pintu ruangan itu hingga terbuka.
"AYAAAAAAA" teriak Alex. Ia sangat sakit melihat kondisi kekasihnya yang sangat mengkhawatirkan. Ia berlari dan memeluk tubuh kekasihnya yang telah pingsan.
"Alex cepat bawa Aya ke rumah sakit" Bentak Ayah Gibran melihat Alex menangisi tubuh kekasihnya tetapi Alex tak bergeming. Hingga Daddy Bryan meninju Alex dengan sangat kuat hingga Alex tersadar dan dengan cepat ia membopong kekasihnya pergi ke rumah sakit,begitu juga yang lainnya.. hanya saja Geo,Candra,Daddy Bryan dan Papa Anjas kembali ke mansion tua Ayah Gibran. Geo dan Candra sangat cemas dan mengkhawatirkan keadaan anak dan istrinya masing-masing. Begitu juga para bapak-bapak.
Sedangkan di rumah sakit, Alex menunggu dokter memeriksa Aya. Saat ini iya benar-benar mengkhawatirkan Aya. Bagaimanapun ini adalah kesalahannya yang tidak menjaga Aya dengan baik. Ia sangat menyesal sekali.
tak lama... pintu ruangan Aya terbuka, muncul dokter yang memeriksanya.
"Keluarga pasien???" Tanya Dokter.
"Saya pacarnya dok" Ucap Alex
"Kami, Orang tuanya dok" ucap Ayah Gibran dan Papi Amdani bersamaan. Hal itu membuat Dokter bingung.
"Anak angkat kami dok" jawab Ayah Gibran yang mengerti bahwa dokter kebingungan.
Dokter mengangguk dan menjelaskan hasil pemeriksaannya. Mendengar hal itu membuat mereka bertiga geram dan akan menuntutnya, Alex sudah sangat marah sekali. Ia akan menghabisi penjahat itu.
"Hallo, Happy Reading ya... maaf baru bisa update."
Buat teman-teman pembaca, selamat merayakan hari raya paskah".
__ADS_1