MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 38


__ADS_3

Kini seluruh keluarga besar dan berbesan berkumpul diruangan Bunda Dinda, yang baru saja siuman pasca operasi.. Tetapi keadaannya yang masih lemas, membuat mereka tak terlalu banyak bertanya.


"Bagaimana apa mereka di hukum seberat-beratnya,Pi ?" tanya Geo kepada sang Papi.


"Hm sudah, dan kita tunggu sidang pertamanya" ucap Papi.


"Didi....... "Panggil Gia.


"Iya sayang, ada apa ?"tanya Geo


"Ia mau pis didi, udah endak tahan agi "ucapnya. Kebetulan Gia berada dipangkuan sang Daddy sedangkan sang mommy masih melihat sang nenek.


"Ayo, sama om saja "Tawar Bian.


"O'om mau tipis duga ?" tanyanya.


"Iya sayang, biar sekalian " jawab Bian.


"Baiklah, ayo om" ucap Gia.


Setelah kepergian Gia dan Bian ke toilet, Datanglah para emak-emak membawa makan malam. Untuk para lelaki langsung menggelarkan tikar diruangan itu. Mereka sepakat malam ini akan tidur dirumah sakit beralaskan tikar. Sedangkan, untuk wanita hamil mereka diminta untuk tidur di rumah, diketuai oleh Chintya yang telah memiliki bayi. dan para suami mengikuti para istri. Tapi harus mendapat protes dari salah satu ibu hamil.


"Tapi, Ell mau jaga bunda bang" protesnya.


"Besok kita bisa datang lagi kesini sayang, ibu hamil tidak boleh terlalu lama disini" ucapnya memberi pengertian kepada istrinya ini.


"Ahhh, abang gapaham sih " ucapnya kesal.


"Sayang, kamu sedang hamil ga baik lama-lama di rumah sakit. Kasian Kandunganmu " ucap Ayah Gibran.


"Bunda ada yang jagain sayang" Imbuh Bang Gio kepada adiknya.


"Benar apa kata Ayah dan Gio sayang" ucap Geo


""Ayo, dek kita balik. Kamu galiat Geisha tengantuk-ngantuk " ucap Chintya dengan dagunya menunjuk ke arah Geisha yang bersandar di bahu Bimo.


"Hm baiklah, Ell balik... tapi kalau ada apa-apa ayah kabari Ellie ya.." ucapnya pada sang ayah.


"Baiklah, nak " jawab Ayah Gibran.


"Bunda, Ell balik dulu... Bunda cepat sembuh.. El, sayang Bunda "


Cup.....


"Enek, Ia uyang duga.. becok Ia bawa mommy nemuin nenek di tini... Ia tayang enek,tepat tembuh mmuah" ucap Gia Sayang.


"Ayo, kita balik " pamit Ellie menggandeng tangan Gia.


setelah berpamitan dengan seluruh keluarga, rombongan ibu hamil dan lainnya meninggalkan ruangan Bunda Dinda menuju parkiran. Setelah sampai diparkiran, mereka menaiki mobil masing-masing dan pulang menuju mansion Papi Amdani..


*******************


"Bunda, makan lagi ya abis itu minum obat biar cepat sembuh" Ucap Ghea sambil menyuapi bundanya sedangkan Ayah Gibran berada disebelah kiri istrinya.


"Ayah, kalau ngantuk tidur saja. dari kemarin tak tidur" ujar Ghea.


Yups, Ayah Gibran menunggui istrinya dari membawa ke rumah sakit sampai istrinya sadar, Ayah Gibran tidak ada tidur.


"Baru jam 7 nak, ayah masih ingin disisi Bunda mu" jawab Ayah.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kalau ayah capek istirahatlah biar Ghea yang jagain Bunda" ucapnya kepada ayah.


"Bun... nda... ng...ngggaak pa...pa... nak " ucapnya terputus-putus.


"Bagaimana keadaanmu sekarang,dind?" tanya Mom Citra.


"Ba.....ik mba.." jawabnya.


"Setelah makan kamu istirahat din, kasihan anakmu Ell, lagi hamil besar, ia menangisimu sepanjang hari" cerita Mami Chika.


"Iya, Dind kasihan....." celetuk Mom Citra.


"Sekarang bunda minum obat ya" ucap Ghea, seraya mengambil obat.


"Biar ayah yang kasikan bundamu obat, kamu temani nak Bian dulu... " ucap sang ayah.


"Baik,yah " jawab Ghea dan langsung menuju ke arah sofa dimana Bian tidur teduduk sedangkan Papi Amdani dan Daddy Bryan sudah tidur duluan saking lelahnya.


"Ay..... tidur di tikar yuk, nanti badannya sakit" ucap Ghea sambil menoel-noel bahu Bian dengan telunjuk.


"Hmmmmmmm"


"Sayang....." panggil Ghea lagi agak keras.


"Hmmm, iya sayang kenapa?" ucap Bian sambil mengerjap-ngerjap mata untuk menyesuaikan cahaya lampu .


"Pindah ke tikar yok...." ajaknya lagi dan Bian pun mengikuti langkah Ghea dengan mata terpejam-tertutup.


"Hoaaaaaaaaammmmm"


"Tidurlah yang " titah Ghea.


Bian melanjutkan mimpinya kembali, sedangkan Ghea ia membaringkan diri disamping Mommy Citra dan memeluknya.


"Hmmmm, dasar manja...." ucap Mom Citra sambil membalas pelukan Ghea.


"Ghe gabisa peluk bunda, jadi Ghe peluk mommy hehe " ucapnya kepada Mom Citra.


Mereka pun tertidur pulas, dengan Ghea yang tidur ditengah-tengah mom Citra dan Bian. Walaupun masih ada jarak kosong untuk Mami Chika. jadi Ghea dan mami Chika berada ditengah-tengah.


beberapa jam kemudian.


HOAAAMMMM


"Duluan ya,Mas Gib... saya ngantuk ni" Ucap Mami Chika..


"Tidurlah,Cit. Kamu dan Dinda sudah lama mengobrol." ucap Ayah Gibran.


Yups, Bunda Dinda dan Mami Chika bercerita, walaupun Bunda Dinda masih berbicara terputus-putus.


***************


Pagi Hari dikediaman Papi Amdani. Semua orang tanpa sibuk didapur kecuali para ibu-ibu hamil... yang saat ini masih didalam dekapan para suami.


"Mbok, tolong lanjutin ini semua ya. Saya mau ke kamar dulu bangunin Bang Gio sama yang lainnya".ucap Chintya.


"Baik, nak.. pergilah biar mbok yang terusin" ucap mbok sambil tersenyum.


Ketika, Chintya sudah menghilang dari sana... tiba-tiba dari arah belakang muncul Alex dan Gia yang membawa kelinci peliharaan Mom Ellie.

__ADS_1


"Uyut mbok, Ia bawa telinci nya mimi" tunjuknya.


"Aduh, cu... balikin lagi kekandangnya..." ucap Mbok panik melihat kelinci kesayangan majikannya ditenteng seperti kantong plastik.


(Ni, bocah ada-ada ae.... pagi-pagi kekandang kelinci, abis itu di tenteng ke kresek wkwk......) "Pov Author".


"Tapi, ini lutu uyut mbok, tan om Ale" tanya Gia kepada Alex.


"Iya, Nona" jawab Alex.


Yups, Alex pagi-pagi melihat Gia keluar kebelakang sendiri dan Alex mengikutinya.


"Ada apa mbok ?" tanya Bimo


"Ini den Bimo, Gia tentengin kelinci Non Ellie" ucap Mbok.


Bimo, langsung melihat kearah yang di tunjuk mbok.


"Eh, busyetttt" ucap Bimo.


"Kasian kelinci mommu Gia, nanti mati" ucapnya lagi.


"Tapi, ini lutu om Bim" rengek Gia.


Dan tak lama datanglah peran utama pemilik kelinci,ia mendengar keributan di dapur.


"Ada apa........... OH ASTAGAAAA GIA KELINCI MOM KENAPA DIBUAT BEGITU HIKS ... hiks " ucap Ellie menangis.


Heheheheeh "Mimi, telinci nya lutu" ucapnya santai dan tersenyum semanis mungkin untuk merayu mommy nya.


"Huaaaaaa..... Abangggg " teriak Ellie.


"Oh astaga, drama apa lagi ini "Ucap Bimo melihat tingkah Ellie dan Gia.


"Heii, nona ingat anda sedang hamil. Nanti anak kalian terkejut bagaimana?" Celetuk Alex.


Mendengar hal itu, dengan ajaib Ellie terdiam dan memikirkan perkataan Alex tentang Baby Twins.


"Ada apa nih, teriak-teriak pagi gini" Ucap Geo.


"Abang, Kelinci Ell hiks hiks" ucap Ellie sesegukan.


"Hei, bocah.... kelinci kesayangan mom bisa dilepasin tidak ? Kasian Baby Twins kalau momnya nangis nanti mereka ikutan nangis sayang." ucap Geo kepada Gia.


Gia hanya terdiam dan berbalik ke arah belakang tanpa berbicara apapun, entah apa yang dipikirannya... hanya dia yang tahu. Hal itu membuat mereka diruangan itu melongo melihat kelakuan anak dan ibu hamil. Alex mengikuti Gia yang kembali kebelakang. Ia melihat Gia, melempari kelinci tersebut dikandangnya. Lebih tepatnya di tempat kelinci itu berkeliaran tadi bersama teman-temannya yang lain.


HEYYOOOOEEE.....


SAHABAT AICHIRAA...


WELCOME TO MY NOVEL WKWK...


ai, lagi sedih nih guys... dikosan ai airnya gajalan.. ai mau nyuci bagaimana hihi... maaf curhat hehe


SEMOGA KALIAN TETAP MENYUKAI ALUR NOVELKU YANG TAK SEBERAPA INI...


Jangan pelit-pelit koment dan like..


Ayo,koment dan Like sebanyak-banyaknya...

__ADS_1


Semangat menjalankan ibadah puasa,✨


__ADS_2